{"id":16578,"date":"2026-07-30T02:02:14","date_gmt":"2026-07-30T02:02:14","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=16578"},"modified":"2026-07-30T02:02:14","modified_gmt":"2026-07-30T02:02:14","slug":"daerah-aliran-sungai-ciliwung-dalam-kondisi-kritis-mungkinkah-dikembalikan-ke-kondisi-normal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=16578","title":{"rendered":"Daerah Aliran Sungai Ciliwung dalam Kondisi Kritis, Mungkinkah Dikembalikan Ke Kondisi Normal?"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Sungai Ciliwung merupakan salah satu sungai terbesar dari 13 sungai yang membelah Kota Jakarta.<\/p>\n<p>Ke-13 sungai yang mengalir ke Jakarta itu adalah Sungai Ciliwung, Sungai Angke, Sungai Pesanggrahan, Sungai Grogol, Sungai Krukut, Sungai Baru Barat, Sungai Mookevart.<\/p>\n<p>Juga&nbsp;Sungai Baru Timur, Sungai Cipinang, Sungai Sunter, Sungai Buaran, Sungai Jati Kramat, dan Sungai Cakung.<\/p>\n<p>Kondisi Daerah Aliran Sungai Ciliwung (DAS Ciliwung) saat ini dalam kondisi kritis.<\/p>\n<p>Pakar Air Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Evi Anggraheni mengatakan kritisnya DAS Ciliwung ditunjukkan dengan elevasi muka air saat musim kemarau sangat rendah.<\/p>\n<p>Pun demikian dengan kualitas air sungai Ciliwung yang buruk. Kekeringan ketika musim kemarau dan banjir saat musim hujan merupakan indikasi bahwa DAS Ciliwung tersebut kritis.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/komunitas\/243609131\/saking-panjangnya-ada-sekitar-50-komunitas-di-sungai-ciliwung\">Saking Panjangnya, Ada Sekitar 50 Komunitas di Sungai Ciliwung<\/a><\/strong><\/p>\n<p>DAS Sungai Ciliwung yang kritis perlu jadi perhatian dan keberlanjutan sumber air Ciliwung harus dijaga karena peran vitalnya untuk warga Jakarta.<\/p>\n<p>DAS Ciliwung yang kritis sejatinya juga bukan hanya terkait dengan komitmen pemerintah saja akan tetapi juga membutuhkan kerja sama dan kolaborasi antarpemangku kepentingan serta masyarakat sekitar sungai.<\/p>\n<p>Selain itu, juga komunitas lingkungan yang bergerak agar sungai berfungsi sebagai mana mestinya.<\/p>\n<p>Misalnya, peningkatan edukasi dan kesadaran kepada masyarakat atas lingkungan. Pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan adalah faktor yang sangat penting menjaga kelestarian aliran Sungai Ciliwung.<\/p>\n<p>Penanganan masalah DAS Ciliwung juga perlu melibatkan berbagai pihak termasuk komunitas-komunitas sungai setempat.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/wisata\/243608434\/ekowisata-di-sepanjang-aliran-sungai-ciliwung-jalan-jalan-sambil-merawat-lingkungan\">Ekowisata di Sepanjang Aliran Sungai Ciliwung, Jalan-jalan Sambil Merawat Lingkungan<\/a><\/strong><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kerusakan DAS Ciliwung adalah larangan tegas untuk tidak membuang sampah ke sungai, melarang warga untuk tidak mendirikan bangunan di bantaran sungai.<\/p>\n<p>Berikutnya, penetapan DAS sebagai daerah wisata, penghijauan di daerah hulu sungai, penerapan sanksi kepada warga yang membuang limbah ke sungai.<\/p>\n<p>Komunitas Ciwilung Depok telah melakukan pemetaan terhadap potensi permasalahan di sepanjang Sungai Ciliwung dan merumuskan penanganan dan solusi untuk jangka panjang.<\/p>\n<p>Agar DAS Ciliwung terjaga, di antaranya dilakukan dengan kegiatan bersih-bersih sungai, kemudian sampahnya dibuat ecobrick, yaitu salah satu cara memanfaatkan kembali limbah yang sulit didaur ulang dan kerajinan dari bambu-bambu bekas.<\/p>\n<p>Selain itu, ada sejumlah titik potensial yang menjadi titik permasalahan di DAS Sungai Ciliwung seperti sampah, longsor, limbah, wisata, serta titik edukasi seperti Saung Pustaka Air (SPA).<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/daerah\/243345013\/normalisasi-kali-ciliwung-belum-maksimal-kawasan-kebon-pala-kembali-dilanda-banjir\">Normalisasi Kali Ciliwung Belum Maksimal, Kawasan Kebon Pala Kembali Dilanda Banjir<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Titik ini berada di Sungai Ciliwung sepanjang Kampung Utan Pondok Jaya Depok sampai perbatasan Jakarta Selatan.<\/p>\n<p>Beberapa upaya yang bisa dilakukan adalah melakukan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat agar mereka lebih peduli terhadap sungai. Perlu pembuatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) secara individual dan komunal.<\/p>\n<p>Upaya lainnya adalah pembuatan tempat penampungan sampah sementara, melakukan penataan landscaping di beberapa titik longsor, serta menjadikan taman pinggir sungai sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH).<\/p>\n<p>Lebih dari itu perlu juga penataan wilayah dari segi pemahaman dan infrastruktur objek wisata juga perlu dilakukan, termasuk menjadikan Sungai Ciliwung sebagai tempat wisata edukasi berbasis masyarakat.<\/p>\n<p>Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merawat Ciliwung, antara lain mengurangi run-off air dari daratan masuk ke sungai.<\/p>\n<p>Menetapkan garis sempadan sungai sebagai wilayah konservasi dan penegakan hukum atas pelanggaran pemanfaatan dan pengelolaan sungai.<\/p>\n<p>Sumber:Antaranews.com<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Sungai Ciliwung merupakan salah satu sungai terbesar dari 13 sungai yang membelah Kota Jakarta. Ke-13 sungai yang mengalir ke Jakarta itu adalah Sungai Ciliwung, Sungai Angke, Sungai Pesanggrahan, Sungai Grogol, Sungai Krukut, Sungai Baru Barat, Sungai Mookevart. Juga&nbsp;Sungai Baru Timur, Sungai Cipinang, Sungai Sunter, Sungai Buaran, Sungai Jati Kramat, dan Sungai Cakung. Kondisi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":16579,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[4562],"class_list":["post-16578","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-ciliwung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16578","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=16578"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16578\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/16579"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=16578"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=16578"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=16578"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}