{"id":16580,"date":"2026-07-30T02:02:14","date_gmt":"2026-07-30T02:02:14","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=16580"},"modified":"2026-07-30T02:02:14","modified_gmt":"2026-07-30T02:02:14","slug":"kalah-0-1-dari-guinea-mimpi-timnas-u-23-untuk-bertanding-di-olimpiade-paris-pupus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=16580","title":{"rendered":"Kalah 0-1 dari Guinea, Mimpi Timnas U-23 untuk Bertanding di Olimpiade Paris Pupus"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Mimpi Timnas U-23 untuk tampil kembali di Olimpiade pupus usai kalah 0-1 dari Guinea pada pertandingan playoff Olimpiade 2024, Kamis (9\/5\/2024).<\/p>\n<p>Kekalahan ini membuat Indonesia gagal lolos ke Olimpiade Paris 2024, dan penantian Timnas U-23 selama 68 tahun masih harus diperpanjang lagi.<\/p>\n<p>Gol tunggal Guinea tercipta lewat tendangan penalti yang dicetak Ilaix Moriba pada menit ke-29.<\/p>\n<p>Gol yang memupuskan mimpi Garuda Muda tampil di Olimpiade Paris ini berawal dari Witan Sulaeman yang melakukan pelanggaran terhadap pemain Guinea yang sebenarnya terjadi di luar garis penalti,<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/244609790\/ditekuk-irak-1-2-timnas-u-23-masih-tetap-berpeluang-berlaga-di-olimpiade-paris\">Ditekuk Irak 1-2, Timnas U-23 Masih Tetap Berpeluang Berlaga di Olimpiade Paris<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Secara kontroversi wasit memberikan penalti untuk Guinea pada menit ke-28 karena pemain Guinea jatuh di dalam kotak penalti. Tidak ada VAR dalam pertandingan ini.<\/p>\n<p>Ilaix Moriba yang jadi eksekutor penalti menjalankan tugasnya dengan baik. Moriba bobol gawang Ernando Ari pada menit ke-29. Guinea memimpin 1-0 atas Indonesia hingga akhir laga.<\/p>\n<p>Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong sempat protes karena menganggap pelanggaran yang dilakukan Witan dilakukan di luar kotak penalti.<\/p>\n<p>Penantian Indonesia untuk kembali tampil di Olimpiade pun harus diperpanjang. Indonesia terakhir kali ambil bagian di Olimpiade pada 1956, atau 68 tahun silam.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/244632731\/jelang-laga-playoff-shin-tae-yong-bilang-kondisi-timnas-u-23-tidak-baik-baik-saja\">Jelang Laga Playoff, Shin Tae-yong Bilang Kondisi Timnas U-23 Tidak Baik-baik Saja<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Indonesia tak pernah lolos kualifikasi sejak tampil di Australia pada 1956. Sejatinya ada satu kesempatan di depan mata pada 1976, tetapi digagalkan Korea Utara juga lewat penalti.<\/p>\n<p>Setelah diterapkan regulasi U-23 untuk cabang olahraga sepak bola, Indonesia makin kesulitan. Sejak Piala Asia U-23 dijalankan AFC pada 2013, Indonesia tak pernah lolos kualifikasi.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Baru pada tahun 2024 ini, Indonesia lolos ke putaran final Piala Asia U-23. Meski sebagai pendatang baru, Indonesia langsung menggebrak dan lolos hingga semifinal dan pada akhirnya bermain perebutan posisi ketiga.<\/p>\n<p>Kalah dari Irak di perebutan posisi ketiga sebagai syarat lolos langsung ke Olimpiade, maka tiket ke Olimpiade Paris harus melalui pertandingan playoff melawan Guinea.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosok\/244581482\/campur-aduk-perasaan-shin-tae-yong-setelah-berhasil-antarkan-garuda-muda-ke-semifinal-piala-asia\">Campur Aduk Perasaan Shin Tae-yong setelah Berhasil Antarkan Garuda Muda Ke Semifinal Piala Asia<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Sayangnya pada kesempatan terakhir untuk merebut tiket Olimpiade 2024, Indonesia kalah 0-1 dari Guinea dan gagal lolos ke Olimpiade Paris 2024.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Mimpi Timnas U-23 untuk tampil kembali di Olimpiade pupus usai kalah 0-1 dari Guinea pada pertandingan playoff Olimpiade 2024, Kamis (9\/5\/2024). Kekalahan ini membuat Indonesia gagal lolos ke Olimpiade Paris 2024, dan penantian Timnas U-23 selama 68 tahun masih harus diperpanjang lagi. Gol tunggal Guinea tercipta lewat tendangan penalti yang dicetak Ilaix Moriba [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":16581,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-16580","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16580","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=16580"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16580\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/16581"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=16580"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=16580"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=16580"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}