{"id":16755,"date":"2026-07-30T02:03:10","date_gmt":"2026-07-30T02:03:10","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=16755"},"modified":"2026-07-30T02:03:10","modified_gmt":"2026-07-30T02:03:10","slug":"kuota-pupuk-subsidi-naik-jadi-95-juta-ton-dpr-pesan-harus-tepat-sasaran-ke-petani-yang-membutuhkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=16755","title":{"rendered":"Kuota Pupuk Subsidi Naik Jadi 9,5 Juta Ton, DPR Pesan Harus Tepat Sasaran ke Petani yang Membutuhkan"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Penambahan kuota pupuk subsidi dari semula 4,7 juta ton menjadi 9,5 juta ton mendapatkan apresiasi meskipun di dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) Tani masih diperlukan 12 juta ton.<\/p>\n<p>Wakil Ketua Komisi IV DPR Budhy Setiawan usai Kunjungan Kerja Reses Tim Komisi IV DPR ke kompleks Pusri Agro Edupark, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, Sumatera Selatan, Senin (29\/4\/2024) mengatakan, meskipun masih terdapat kekurangan tiga juta ton peningkatan di tahun 2024 ini&nbsp;sudah signifikan.<\/p>\n<p>&#8220;Diharapkan penyaluran pupuk bersubsidinya yang beralih dari melalui T-Pubers ke aplikasi iPubers sudah selesai di dalam memadupadankan datanya. Sehingga, petani nanti bisa betul-betul hanya bermodalkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), bisa melakukan tebus pupuk,&rdquo; ujarnya<\/p>\n<p>Diketahui, mekanisme penebusan pupuk bersubsidi telah mengalami perubahan. Sekarang, petani harus menggunakan aplikasi Integrasi Pupuk Bersubsidi (I-Pubers) dan menunjukkan KTP asli.<\/p>\n<p>Untuk penebusan pupuk bersubsidi, petani diwajibkan membawa KTP asli. Jika petani tersebut tidak bisa datang sendiri, mereka harus memberikan surat kuasa kepada orang lain.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/ekbis\/244450310\/dongkrak-produksi-beras-komisi-iv-dpr-desak-alokasi-pupuk-bersubsidi-dikembalikan-jadi-955-juta-ton\">Baca:Komisi-iv-dpr-desak-alokasi-pupuk-bersubsidi-dikembalikan-jadi-955-juta-ton<\/a><\/p>\n<p>Mekanisme ini diterapkan untuk mengantisipasi terjadinya penyimpangan distribusi pupuk bersubsidi. Dengan adanya sistem ini, jika terjadi kekurangan pupuk, penyebabnya bisa ditelusuri.<\/p>\n<p>&ldquo;Saya tekankan kepada pihak terkait agar dapat memberikan sosialisasi terhadap para petani terkait pencairan pupuk bersubsidi. Sehingga, nantinya tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari&rdquo;<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Politisi Fraksi Partai Golkar ini menekankan agar sosialisasi tentang pencairan pupuk bersubsidi dilakukan secara masif oleh PT Pupuk Indonesia dan juga Dinas Pertanian di daerah-daerah.<\/p>\n<p>Hal itu agar tidak ada lagi persoalan-persoalan di dalam pencairan tersebut.<\/p>\n<p>&ldquo;Saya tekankan kepada pihak terkait agar dapat memberikan sosialisasi terhadap para petani terkait pencairan pupuk bersubsidi. Sehingga, nantinya tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,&rdquo; tekannya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/ekbis\/244157551\/musim-tanam-tiba-petani-dipersulit-membeli-pupuk\">Baca:&nbsp;Petani&nbsp;mengeluh&nbsp;kesulitan&nbsp;akses&nbsp;pupuk&nbsp;bersubsidi<\/a><\/p>\n<p>Menanggapi persoalan penyaluran pupuk bersubsidi yang masih tidak tepat sasaran. Ia menilai sudah seharusnya dilakukan pengecekan data para petani yang mendapatkan pupuk bersubsidi secara bertahap.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Hal itu sebagaimana diatur dalam Peraturan Kementerian Nomor 1 tahun 2024, bahwa pengecekan data petani dilakukan empat kali perubahan data dalam satu tahun.<\/p>\n<p>&ldquo;Sedangkan dulu hanya satu kali dalam satu tahun. Dengan demikian dengan adanya kebijakan tersebut diharapkan mampu membantu para petani agar dapat mengefektifkan penyaluranya dan tepat sasaran,&rdquo; urainya.<\/p>\n<p>Anggota Komisi IV DPR Endang Setyawati Thohari juga mengapresiasi program pupuk bersubsidi ini. Namun, ia menyayangkan kurangnya sosialisasi.<\/p>\n<p>Menurutnya, kurangnya sosialisasi mengenai pupuk bersubsidi sehingga petani masih sulit mendapatkan pupuk tersebut, terutama untuk daerah-daerah yang sulit diakomodir.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/ekbis\/243299274\/pupuk-organik-biosaka-cara-ramah-lingkungan-petani-klaten-tingkatkan-hasil-panen\">Baca:&nbsp;Pupuk&nbsp;organik&nbsp;lebih&nbsp;ramah&nbsp;lingkungan<\/a><\/p>\n<p>&#8220;Dengan demikian sudah seharusnya pemerintah hadir memberikan jalan keluar dengan memberikan sosialisasi bagi para petani yang membutuhkan pupuk atau bisa juga permintaan pupuk yang subsidi lebih banyak,&#8221; ujar Endang dalam kesempatan yang sama.<\/p>\n<p>Petani, ujarnya, walaupun punya KTP kalau tidak ada sosialisasi tetap tidak bisa akses ke distributor sehingga akan memicu keresahan para petani.<\/p>\n<p>&#8220;Padahal tujuan dari didorongnya program pupuk bersubsidi oleh komisi IV DPR RI pertanian yang maju, petani sejahtera,&#8221; lanjutnya.<\/p>\n<p>Endang mengingatkan tujuan program pupuk bersubsidi tidak akan tercapai jika petani tetap miskin karena banyak persoalan-persoalan yang terjadi di lapangan, sehingga fasilitas yang diberikan oleh pemerintah tidak bisa diakses para petani.<\/p>\n<p>&#8220;Sehingga perlu ada sosialisasi pada distributor pupuk bagaimana mereka memberikan akses pupuk bersubsidi kepada para petani sesuai ketentuan yang berlaku,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan sama, Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang Daconi Khotob mengatakan, pihaknya mendapat porsi 75 persen dari total kuota pupuk subsidi 9,5 juta ton pada 2024 ini.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24684095\/penjelasan-mengapa-pupuk-kandang-lebih-baik-untuk-lingkungan\">Baca:&nbsp;Mengapa&nbsp;pupuk&nbsp;kandang&nbsp;lebih&nbsp;bagus&nbsp;ketimbang&nbsp;pupuk&nbsp;kimia<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Penambahan kuota pupuk subsidi dari semula 4,7 juta ton menjadi 9,5 juta ton mendapatkan apresiasi meskipun di dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) Tani masih diperlukan 12 juta ton. Wakil Ketua Komisi IV DPR Budhy Setiawan usai Kunjungan Kerja Reses Tim Komisi IV DPR ke kompleks Pusri Agro Edupark, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":16756,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[25,4599],"class_list":["post-16755","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-petani","tag-pupuk-subsidi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16755","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=16755"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16755\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/16756"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=16755"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=16755"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=16755"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}