{"id":16769,"date":"2026-07-30T02:03:21","date_gmt":"2026-07-30T02:03:21","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=16769"},"modified":"2026-07-30T02:03:21","modified_gmt":"2026-07-30T02:03:21","slug":"ekonomi-nusantara-cara-walhi-berdayakan-masyarakat-lokal-dengan-pertanian-berkelanjutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=16769","title":{"rendered":"Ekonomi Nusantara: Cara Walhi Berdayakan Masyarakat Lokal dengan Pertanian Berkelanjutan"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) bekerja sama dengan Ford Foundation berdayakan masyarakat lokal&nbsp;di 28 provinsi Indonesia lewat model ekonomi restoratif.<\/p>\n<p>Model yang disebut ekonomi Nusantara ini mengedepankan kedaulatan masyarakat lokal dalam mengelola lingkungan atau sumber daya alam.<\/p>\n<p>&#8220;Skema ekonomi Nusantara mendukung praktik-praktik ekonomi lokal yang berkelanjutan dan menyatukan nilai-nilai ekologi, sosial, serta ekonomi secara seimbang,&#8221; kata Direktur Eksekutif Nasional Walhi Zenzi Suhadi dalam temu media di Jakarta, Senin (29\/4\/2024).<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, ekonomi Nusantara menumbuhkan ekosistem baru yang di dalamnya mencakup jaringan ekonomi komoditas yang dihasilkan oleh komunitas dari wilayahnya, dengan tujuan untuk memulihkan hak-hak rakyat, ekosistem, dan ekonomi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/ekbis\/244596465\/pemerintah-akan-gandeng-china-untuk-garap-sawah-di-kalteng-pakar-sebut-pernah-ada-pengalaman-serupa-dan-gagal\">Baca:&nbsp;Pemerintah-akan-gandeng-China-untuk-garap-sawah-di-Kalteng-pakar-ingatkan-pengalaman-serupa-yang-gagal<\/a><\/p>\n<p>Menurut Zenzi, pemerintah kini sudah mulai memulihkan lingkungan, dengan akses masyarakat lewat tata kelola lahan yang terus diperbarui.<\/p>\n<p>&#8220;Tata kelola sudah dikembalikan ke masyarakat, sehingga perlahan hutannya sudah pulih. Jadi bisa kita lihat, ketika masyarakat diberi kesempatan untuk mengelola lahan, maka ekonomi, lingkungan, dan sosial mereka pulih,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Ia menekankan, saat ini pekerjaan rumah pemerintah yakni memperbaiki sistem hilirisasi petani, sehingga mereka dapat memahami pasar dengan baik.<\/p>\n<p>Untuk selanjutnya menjual produk-produk hasil ekonomi Nusantara yang mengedepankan konservasi lingkungan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244017290\/pakar-food-estate-gagal-karena-abaikan-4-pilar-ini\">Baca:&nbsp;Food-estate-gagal-karena-abaikan-4-pilar-ini<\/a><\/p>\n<p>Kalau pasar petani diurus, ujarnya, mereka bisa ekspor secara langsung, dan pengelolaannya itu baik, jika dihitung, untuk masuk kreiteria sejahtera petani hanya butuh lahan seluas 1 haktare.<\/p>\n<p>&#8220;Petani yang sebelumnya untuk masuk ke kriteria sejahtera butuh lahan seluas 3ha,<br \/>jika dapat pasar secara langsung, dan bisa mengelola produksi mereka dengan baik, dengan kualitas ekspor, untuk pendapatan setara 3ha, mereka cukup mengelola 1ha,&#8221; katanya.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Walhi telah&nbsp;meneliti lima lanskap ekologis yakni gambut, hutan dataran tinggi, perbukitan hutan dataran rendah, dan pesisir yang dilakukan di sejumlah&nbsp;daerah.<\/p>\n<p>Dalam&nbsp;laporannya,&nbsp;Walhi&nbsp;menyebut&nbsp;menunjukkan bahwa praktik ekonomi Nusantara&nbsp;di&nbsp;Sumatera Selatan, Bengkulu, Bali, Jawa Timur, dan Kalimantan Timur,&nbsp; tetap eksis dan menopang kehidupan rakyat.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/244458159\/soal-kenaikan-harga-beras-pengamat-sebut-ada-kebijakan-yang-tak-adil-untuk-petani\">Baca:&nbsp;Soal-kenaikan-harga-beras-pengamat-sebut-ada-kebijakan-yang-tak-adil-untuk-petani<\/a><\/p>\n<p>&#8220;Di tingkat tapak, praktik ekonomi Nusantara hanya mungkin dilakukan dengan baik jika ada pengakuan dan perlindungan wilayah kelola rakyat.<\/p>\n<p>Hingga saat ini, Walhi mendampingi 1,3 juta lahan yang dikelola oleh&nbsp;komunitas&nbsp;masyarakat&nbsp;lokal.<\/p>\n<p>Dari pendampingan tersebut, Walhi berhasil mengidentifikasi 77 jenis sumber pangan dan komoditas potensial sebagai sumber kesejahteraan komunitas, basis pembangunan ekonomi nasional, dan pangan global,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Perwakilan dari Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Bayang Bungo Sumatera Barat, Sri Hartati menceritakan praktik ekonomi Nusantara dalam menghasilkan produk turunan hasil tanaman hutan, yakni sirup pala.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/242748569\/food-estate-sudah-ada-sejak-era-soeharto-mengapa-gagal-dan-apa-dampaknya-bagi-lingkungan\">Baca:&nbsp;Food-estate-ada-sejak-era-Soeharto-mengapa-gagal-dan-apa-dampaknya-bagi-lingkungan<\/a><\/p>\n<p>Produk tersebut menjadi unggulan pemerintah Nagari Kapujan dan berhasil menjuarai Kompetisi Produk UMKM tingkat Kabupaten Pesisir Selatan.<\/p>\n<p>&#8220;Sebelumnya, kulit palanya dibuang, tidak tahu kalau itu bisa diolah. Sekarang, sirup palanya sudah kami olah, dan itu sudah dipakai untuk welcome drink di hotel-hotel, memberdayakan ibu-ibu petani yang kini semuanya bisa bekerja,&#8221; kata Sri.<\/p>\n<p>Program ekonomi Nusantara yang digagas oleh Walhi tersebut sejalan dengan salah satu misi yang dibawa dalam World Water Forum 2024, yakni ketahanan pangan dan energi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) bekerja sama dengan Ford Foundation berdayakan masyarakat lokal&nbsp;di 28 provinsi Indonesia lewat model ekonomi restoratif. Model yang disebut ekonomi Nusantara ini mengedepankan kedaulatan masyarakat lokal dalam mengelola lingkungan atau sumber daya alam. &#8220;Skema ekonomi Nusantara mendukung praktik-praktik ekonomi lokal yang berkelanjutan dan menyatukan nilai-nilai ekologi, sosial, serta ekonomi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":16770,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[306,4601,2369],"class_list":["post-16769","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-ekonomi","tag-masyarakat-lokal","tag-nusantara"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16769","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=16769"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16769\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/16770"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=16769"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=16769"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=16769"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}