{"id":16928,"date":"2026-07-30T02:04:00","date_gmt":"2026-07-30T02:04:00","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=16928"},"modified":"2026-07-30T02:04:00","modified_gmt":"2026-07-30T02:04:00","slug":"cuaca-panas-ekstrem-landa-asia-selatan-dan-tenggara-30-orang-tewas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=16928","title":{"rendered":"Cuaca Panas Ekstrem Landa Asia Selatan dan Tenggara, 30 Orang Tewas"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia &#8211;&nbsp;<\/strong>Cuaca panas ekstrem kembali menerjang sejumlah negara di Asia Selatan dan Tenggara. Bahkan 30 orang meninggal akibat suhu udara hampir mencapai 50 derajat celsius.<\/p>\n<p>Sejak 1 Januari hingga 17 April, sengatan panas atau heatstroke di Thailand telah menewaskan 30 orang.<\/p>\n<p>Jika dibandingkan dengan tahun 2023, jumlah orang yang meninggal ini tergolong tinggi.<\/p>\n<p>Melansir AFP pada Kamis (25\/4\/2024), otoritas kota Bangkok mengeluarkan peringatan panas ekstrem untuk wilayah ibu kota setelah indeks panas wilayah itu diperkirakan akan meningkat di atas 52 derajat celsius.<\/p>\n<p>Suhu udara di Bangkok dilaporkan mencapai 40,1 derajat Celsius pada Rabu (24\/4) waktu setempat, dan level serupa diperkirakan akan tercatat pada Kamis (25\/4) waktu setempat.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/kesehatan\/244052879\/panas-ekstrem-diperkirakan-akan-berlanjut-di-tahun-2024-ini-cara-mengantisipasinya\">Baca: Cuaca panas ekstrem berlanjut pada 2024<\/a><\/p>\n<p>Departemen lingkungan hidup ibu kota Thailand menyatakan indeks panas kota Bangkok berada pada level &#8220;sangat berbahaya&#8221;.<\/p>\n<p>Sementara itu, otoritas di Provinsi Udon Thani, area pedesaan di timur laut Thailand, juga memperingatkan suhu sangat panas pada Kamis (25\/4) waktu setempat.<\/p>\n<p>Sementara itu di Filipina, pemerintah setempat meliburkan sekolah-sekolah akibat adanya cuaca panas dengan suhu yang mencapai 47 derajat celsius. &nbsp;<\/p>\n<p>Departemen Pendidikan Filipina, yang mengawasi lebih dari 47.600 sekolah, mengatakan hampir 6.700 sekolah menangguhkan kelas tatap muka pada hari Rabu.<\/p>\n<p>&#8220;Ada juga kemungkinan 50 persen peningkatan suhu panas dalam beberapa hari mendatang,&#8221; ujar Ana Solis, kepala ahli klimatologi di lembaga peramal cuaca negara bagian, kepada AFP.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/daerah\/243693882\/suhu-panas-hingga-35-derajat-celsius-di-kota-ini-meski-cuaca-hujan\">Baca: Meski hujan, cuaca panas landa kota ini<\/a><\/p>\n<p>Selanjutnya Ana mengimbau masyarakat agar membatasi waktu yang mereka habiskan di luar ruangan, minum banyak air.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Selain itu, masyarakat juga diimbau membawa payung serta topi saat pergi ke luar ruangan untuk menghindari serangan panas yang bisa berujung fatal bahkan kematian.<\/p>\n<p>Suhu udara yang tinggi hingga menyengat juga diungkapkan oleh salah seorang pekerja di resor tepi laut Filipina, Provinsi Cavite, Selatan Manila, Elin Tumaron, 60 tahun.<\/p>\n<p>&#8220;Panas sekali sehingga Anda tidak bisa bernapas,&#8221; kata Erlin Tumaron.<\/p>\n<p>&#8220;Mengejutkan bahwa kolam kami masih kosong. Anda pasti mengira orang akan datang dan berenang, tapi tampaknya mereka enggan meninggalkan rumah karena panas.&#8221; lanjutnya lagi. Suhu panas di tempat ini mencapai 47 derajat Celcius pada Selasa (23\/4) lalu.<\/p>\n<p>Sementara itu di Bangladesh, ribuan orang di ibu kota Dhaka melakukan doa meminta hujan, karena udara panas yang ekstrem memaksa pemerintah menutup seluruh sekolah.<\/p>\n<p>Biro cuaca Banglades mengatakan, rata-rata temperatur maksimum di Dhaka dalam beberapa pekan terakhir naik 4-5 derajat celcius, dibandingkan rata-rata temperatur 30 tahun terakhir.<\/p>\n<p>Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) PBB mengatakan suhu global mencapai rekor tertinggi pada tahun lalu.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243351516\/wmo-kenaikan-suhu-global-picu-bencana-akan-lebih-sering-terjadi\">Baca: Kenaikan suhu global picu bencana<\/a><\/p>\n<p>WMO mencatat wilayah Asia mengalami pemanasan dengan sangat cepat, dan dampak gelombang panas di wilayah tersebut menjadi lebih parah. <\/p>\n<p> Laporan State of the Climate in Asia 2023 dari WMO menemukan bahwa Asia mengalami pemanasan lebih cepat dibandingkan rata-rata global, dengan suhu tahun lalu hampir 2 derajat Celcius di atas rata-rata pada tahun 1961 hingga 1990.<\/p>\n<p>&#8220;Banyak negara di kawasan ini mengalami rekor tahun terpanas pada 2023, bersamaan dengan serangkaian kondisi ekstrem, mulai dari kekeringan dan gelombang panas hingga banjir dan badai,&#8221; kata Ketua WMO Celeste Saulo, yang menggambarkan laporan tersebut sebagai hal yang serius.<\/p>\n<p>&#8220;Panas ekstrem semakin menjadi pembunuh diam-diam yang terbesar,&#8221; beber Wakil Sekretaris Jenderal WMO, Ko Barrett.<\/p>\n<p> Laporan tersebut menyoroti percepatan indikator-indikator utama perubahan iklim seperti suhu permukaan, penyusutan gletser, dan kenaikan permukaan laut.<\/p>\n<p>Hal-hal tersebut akan berdampak serius bagi masyarakat, perekonomian, dan ekosistem di wilayah tersebut.<\/p>\n<p>Reporter: Nurakhmayani<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Cuaca panas ekstrem kembali menerjang sejumlah negara di Asia Selatan dan Tenggara. Bahkan 30 orang meninggal akibat suhu udara hampir mencapai 50 derajat celsius. Sejak 1 Januari hingga 17 April, sengatan panas atau heatstroke di Thailand telah menewaskan 30 orang. Jika dibandingkan dengan tahun 2023, jumlah orang yang meninggal ini tergolong tinggi. Melansir AFP [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":16929,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[4551,50,84],"class_list":["post-16928","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-asia","tag-cuaca","tag-panas"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16928","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=16928"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16928\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/16929"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=16928"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=16928"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=16928"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}