{"id":16990,"date":"2026-07-30T02:04:22","date_gmt":"2026-07-30T02:04:22","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=16990"},"modified":"2026-07-30T02:04:22","modified_gmt":"2026-07-30T02:04:22","slug":"menelaah-perpres-publisher-rights-studi-kasus-australia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=16990","title":{"rendered":"Menelaah Perpres Publisher Rights: Studi Kasus Australia"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong>&nbsp;&#8211; Pemerintah&nbsp;mengesahkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 32 Tahun 2024 tentang Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas.<\/p>\n<p>Perpres&nbsp;ini&nbsp;kemudian&nbsp;dikenal sebagai Perpres publisher rights.&nbsp;Presiden Jokowi mengatakan bahwa aturan yang disebut publisher rights ini&nbsp;bertujuan untuk mengatur hubungan bisnis perusahaan media dan platform digital.<\/p>\n<p>Adapun&nbsp;misi&nbsp;atau&nbsp;semangat di&nbsp;balik&nbsp;Perpres&nbsp;Publisher&nbsp;Rights&nbsp;ini&nbsp;adalah&nbsp;untuk meningkatkan jurnalisme berkualitas&rdquo;.<\/p>\n<p>Ada beberapa catatan kritis yang&nbsp;disampaikan&nbsp;Wisnu Prasetya Utomo&nbsp;(PhD student at the School of Journalism, Media, and Communication, University of Sheffield)&nbsp;terkait&nbsp;Perpres&nbsp;Publisher&nbsp;Rights&nbsp;ini.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sorotan\/244566415\/publisher-rights-tingkatkan-atau-hambat-jurnalisme-berkualitas\">&lsquo;Publisher Rights&rsquo;: Tingkatkan atau Hambat Jurnalisme Berkualitas?<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dari&nbsp;berbagai&nbsp;catatan&nbsp;kritis&nbsp;yang&nbsp;dibuatnya,&nbsp;Wisnu&nbsp;merekomendasikan&nbsp;agar Indonesia perlu belajar dari implementasi News Media and Digital Platforms Mandatory Bargaining Code di Australia.<\/p>\n<p>Aturan ini,&nbsp;menurut&nbsp;Wisnu,&nbsp;merupakan&nbsp;aturan&nbsp;pertama di dunia yang secara spesifik mengatur tanggung jawab platform digital untuk keberlangsungan jurnalisme.<\/p>\n<p>Wisnu&nbsp;melihat,&nbsp;setelah dua tahun diimplementasikan, aturan tersebut bisa dibilang berhasil.<\/p>\n<p>&#8220;Ukuran utamanya, jumlah perusahaan media yang menjalin kontrak kerja sama dengan platform digital semakin banyak dengan kontrak bervariasi antara tiga hingga lima tahun,&#8221;&nbsp;demikian&nbsp;Wisnu&nbsp;dalam&nbsp;ulasannya&nbsp;yang&nbsp;terbit&nbsp;di&nbsp;The&nbsp;Conversation.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/241812164\/amsi-aji-dan-ida-desak-presiden-jokowi-kaji-ulang-perpres-publisher-rights\">AMSI, AJI dan IDA Desak Presiden Jokowi Kaji Ulang Perpres Publisher Rights <\/a><\/strong><\/p>\n<p>Wisnu&nbsp;memaparkan,&nbsp;selama&nbsp;dua&nbsp;tahun&nbsp;itu&nbsp;total ada 30 kontrak kerja sama antara Meta dan Google dengan perusahaan media di Australia baik kecil maupun besar.<\/p>\n<p>Perusahaan-perusahaan media ini juga berhasil menambah jumlah pekerja medianya dan melakukan ekspansi pasar.<\/p>\n<p>The Australian Broadcasting Corporation (ABC), misalnya, bisa menambah 57 posisi pekerjaan termasuk reporter di 19 lokasi dengan 10 lokasi baru yang sebelumnya tidak mereka miliki.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Namun, di balik itu, Australia juga masih menghadapi beberapa masalah&nbsp;terkait&nbsp;publisher&nbsp;rights&nbsp;ini.<\/p>\n<p><strong class=\"read__others\">Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/244500584\/komisi-i-dpr-desak-segera-dibentuk-komite-independen-publisher-rights-untuk-jembatani-perusahaan-pers-dan-platform-digital\">Komisi I DPR Desak Segera Dibentuk Komite Independen Publisher Rights untuk Jembatani Perusahaan Pers dan Platform Digital<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Meta, misalnya, tidak akan memperbarui kontrak dengan perusahaan media di Australia dengan alasan tidak akan lagi fokus pada konten-konten berita.<\/p>\n<p>Artinya, sewaktu-waktu platform bisa melepaskan diri dari tanggung jawab jika memang sudah tidak memiliki perhatian pada jurnalisme atau konten pemberitaan.<\/p>\n<p>Pada akhirnya, masyarakat&nbsp;pers&nbsp;Indonesia&nbsp;harus menyambut keberadaan publisher&rsquo;s rights dengan hati-hati mengingat karakter ekosistem digital industri media yang terus berubah dan serba tidak pasti.<\/p>\n<p>Kita,&nbsp;ujar&nbsp;Wisnu, perlu meletakkan aturan tersebut sebagai fondasi, bukan satu-satunya solusi dalam krisis jurnalisme di era digital ini.<\/p>\n<p>&#8220;Jangan sampai hadirnya peraturan baru ini justru menghambat kehadiran jurnalisme yang berkualitas,&#8221;demikian&nbsp;Wisnu&nbsp;menyudahi&nbsp;tulisannya.<\/p>\n<p>Sumber:&nbsp;The&nbsp;Conversation<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia&nbsp;&#8211; Pemerintah&nbsp;mengesahkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 32 Tahun 2024 tentang Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas. Perpres&nbsp;ini&nbsp;kemudian&nbsp;dikenal sebagai Perpres publisher rights.&nbsp;Presiden Jokowi mengatakan bahwa aturan yang disebut publisher rights ini&nbsp;bertujuan untuk mengatur hubungan bisnis perusahaan media dan platform digital. Adapun&nbsp;misi&nbsp;atau&nbsp;semangat di&nbsp;balik&nbsp;Perpres&nbsp;Publisher&nbsp;Rights&nbsp;ini&nbsp;adalah&nbsp;untuk meningkatkan jurnalisme berkualitas&rdquo;. Ada beberapa catatan kritis yang&nbsp;disampaikan&nbsp;Wisnu Prasetya Utomo&nbsp;(PhD student [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":16991,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1965,3723],"class_list":["post-16990","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-jurnalisme","tag-publisher-rights"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16990","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=16990"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16990\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/16991"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=16990"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=16990"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=16990"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}