{"id":1708,"date":"2026-07-30T00:27:57","date_gmt":"2026-07-30T00:27:57","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=1708"},"modified":"2026-07-30T00:27:57","modified_gmt":"2026-07-30T00:27:57","slug":"berita-terpopuler-pekan-ini-sejarah-provinsi-jawa-barat-hingga-perluasan-kawasan-rendah-emisi-di-jakarta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=1708","title":{"rendered":"Berita Terpopuler Pekan Ini: Sejarah Provinsi Jawa Barat hingga Perluasan Kawasan Rendah Emisi di Jakarta"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Artikel mengenai sejarah provinsi Jawa Barat atau jugavdikenal dengan bumi Pasundan menjadi berita yang paling banyak dibaca atau berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia.<\/p>\n<p>Artikel ini menjadi berita terpopuler bersama sejumlah artikel mengenai kondisi sosial budaya seperti para perempuan pahlawan nasional dan perubahan besar di dunia kerja<\/p>\n<p>Artikel terkait isu lingkungan seperti peran pemulung untuk kebersihan lingkungan dan perluasan kawasan rendah emisi di Jakarta juga masuk dalam daftar berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia<\/p>\n<p>Berikut lima berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia:<\/p>\n<p><strong>1. Sejarah tatar Sunda<\/strong><br \/>Berabad silam, Tatar Sunda, merupakan wilayah yang terdiri dari banyak kerajaan, seperti Kerajaan Jampang Manggung, Kerajaan Agrabintapura, Kerajaan Tanjung Singuru, Kerajaan Kendan, Kerajaan Galuh.<\/p>\n<p>Kerajaan lain di Jawa Barat kala itu adalah Salakanagara, Kerajaan Tarumanagara, Kerajaan Sunda, Kerajaan Talaga Manggung, Kerajaan Galunggung, Kerajaan Sunda Galuh, Kerajaan Pajajaran, Kerajaan Tembong Agung, dan Kerajaan Sumedang Larang.<\/p>\n<p>Meski memiliki banyak kerajaan, ada satu tokoh yang terkenal sebagai pemimpin tatar Sunda atau Jawa Barat saat itu, yaitu Sri Baduga Maharaja atau dikenal sebagai Raja Siliwangi.<\/p>\n<p>Baca berita selengkapnya <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/242759739\/mengenal-sejarah-tatar-sunda-atau-jawa-barat\">di sini<\/a><\/p>\n<p><strong>2. Para perempuan yang diangkat menjadi Pahlawan Nasional<\/strong><br \/>&ldquo;Sejauh mana perjuangan Kartini mampu mempengaruhi pola pikir perempuan saat itu, sehingga mendorong gerakan kesetaraan di masa penjajahan tersebut?&ldquo; demikian pertanyaan yang terlontar<\/p>\n<p>Pelontar pertanyaan beralasan, meski jauh ke depan, pemikiran Kartini hanya dituangkan dalam surat-suratnya kepada JH Abendanon dan tidak dipublikasikan secara luas.&nbsp;Pun, belum ada kajian yang menyebutkan Kartini mensosialisasikan pemikirannya secara masif kepada masyarakat luas.<\/p>\n<p>&ldquo;Atau pemikiran Kartini sebenarnya hanya menentang sistem feodalistik di Jawa yang menempatkan perempuan sebagai warga kelas dua. Sebab, di luar Jawa ada banyak perempuan yang ikut mengangkat senjata melawan penjajah Belanda,&ldquo; lanjutnya.<\/p>\n<p>Baca berita selengkapnya <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosok\/244561169\/16-perempuan-yang-diangkat-menjadi-pahlawan-nasional-tak-hanya-kartini-dan-ada-sejumlah-panglima-perang\">di sini<\/a><\/p>\n<p><strong>3. Potret&nbsp;dunia kerja: Perusahaan enggan rekrut Gen Z<\/strong> <br \/>Stigma terhadap generasi Z (Gen Z) melekat di dunia kerja. Mereka sering dianggap kurang loyal, cepat berpindah tempat kerja, tidak tahan tekanan, hingga dinilai beretika kerja lebih lemah dibanding generasi sebelumnya.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Padahal, setiap generasi memiliki karakter dan gaya kerja masing-masing. Sejarah dan pengalaman menunjukkan bahwa dunia kerja-lah yang pada akhirnya harus beradaptasi dari generasi ke generasi.<\/p>\n<p>Oleh karenanya, kondisi dunia kerja saat ini pun perlu cepat dibenahi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka kelompok usia muda (15 &ndash; 24 tahun) secara konsisten menjadi yang tertinggi dibanding kelompok usia lainnya.<\/p>\n<p>Baca berita selengkapnya <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/gaya-hidup\/247353876\/potret-dunia-kerja-perusahaan-khawatir-gen-z-lembek-tapi-enggan-rekrut-senior-yang-tahan-banting\">di sini<\/a><\/p>\n<p><strong>4. Peran pemulung untuk lingkungan masih diabaikan<\/strong><br \/>Studi di lima kota besar di Indonesia menujukkan pemulung individu (79 persen), diikuti pengepul skala kecil (15 persen), dan pengepul skala menengah atau bandar (6 persen), secara rata-rata mampu menyelamatkan hampir 44 kilogram material bernilai daur ulang setiap harinya.<\/p>\n<p>Produktivitas kolektif ini menyumbang sekitar 10-15 persen dari total tingkat daur ulang kota, mengungguli banyak program daur ulang yang secara nasional diperkirakan hanya mampu menyerap kurang dari 5 persen.<\/p>\n<p>Namun, kontribusi besar ini sering tidak dianggap. Para pengepul sampah ini terjebak dalam kondisi yang sangat rentan. Jaminan sosial belum menyentuh mereka, sementara sistem sosial, ekonomi, dan tata ruang kota terus meminggirkan mereka.<\/p>\n<p>Baca berita selengkapnya <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/247357209\/peran-besar-para-pemulung-untuk-menjaga-lingkungan-masih-diabaikan\">di sini<\/a><\/p>\n<p><strong>5. Kawasan rendah emisi efektif turunkan polusi udara<\/strong><br \/>Berdasarkan kajian <em>Feasibility Assessment of Low Emission Zon<\/em>e (LEZ) oleh Breathe Jakarta tahun 2025, implementasi kawasan rendah emisi secara luas dan terintegrasi dapat menurunkan konsentrasi PM2.5 hingga 30 persen.<\/p>\n<p>Pembahasan kebijakan kawasan rendah emisi mengemuka dalam penyusunan Rancangan Peraturan Gubernur tentang Kawasan Rendah Emisi, yang melibatkan peneliti dari Universitas Indonesia serta mitra internasional dari C40 melalui program Breathe Cities.<\/p>\n<p>City Advisor Breathe Jakarta dari C40, Fadhil Firdaus mengatakan, penerapan kawasan rendah emisi pada satu kawasan Transit Oriented Development (TOD) saja sudah mampu menurunkan kadar PM2.5 skala kawasan sebesar 8 hingga 11 persen dan 3 persen di seluruh wilayah Jakarta.<\/p>\n<p>Baca berita selengkapnya <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/247356058\/efektif-turunkan-polusi-udara-kawasan-rendah-emisi-di-jakarta-akan-terus-diperluas\">di sini<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Artikel mengenai sejarah provinsi Jawa Barat atau jugavdikenal dengan bumi Pasundan menjadi berita yang paling banyak dibaca atau berita terpopuler pekan ini di 7cloud.asia. Artikel ini menjadi berita terpopuler bersama sejumlah artikel mengenai kondisi sosial budaya seperti para perempuan pahlawan nasional dan perubahan besar di dunia kerja Artikel terkait isu lingkungan seperti peran [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":1709,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[35],"class_list":["post-1708","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-berita-terpopuler"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1708","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1708"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1708\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1709"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1708"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1708"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1708"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}