{"id":17134,"date":"2026-07-30T02:05:17","date_gmt":"2026-07-30T02:05:17","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=17134"},"modified":"2026-07-30T02:05:17","modified_gmt":"2026-07-30T02:05:17","slug":"bmkg-perkirakan-permukaan-laut-indonesia-naik-12-centimeter-per-tahun-sebagai-dampak-perubahan-iklim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=17134","title":{"rendered":"BMKG Perkirakan Permukaan Laut Indonesia Naik 1,2 Centimeter Per Tahun Sebagai Dampak Perubahan Iklim"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong>&nbsp;&#8211;&nbsp;Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan permukaan laut di Indonesia mengalami kenaikan 0,8-1,2 centimeter (cm) per tahun karena dampak perubahan iklim.<\/p>\n<p>Kenaikan&nbsp;permukaan&nbsp;laut&nbsp;ini&nbsp;harus&nbsp;menjadi&nbsp;perhatian&nbsp;serius karena berdampak kepada hilangnya beberapa pulau kecil di wilayah Indonesia atau daerah kota di pesisir,&rdquo;<\/p>\n<p>Naiknya&nbsp;permukaan laut&nbsp;ini&nbsp;disampaikan&nbsp;Koordinator Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Klimatologi Pusat Litbang BMKG Donaldi Permana dalam seminar virtual terkait iklim berkelanjutan di Denpasar, Bali, Kamis&nbsp;(18\/4\/2024).<\/p>\n<p>Dalam pemaparannya, Donaldi juga menyebutkan situasi secara nasional yang terdampak akibat perubahan iklim, yakni meningkatnya suhu 0,45 hingga 0,75 derajat celcius.<\/p>\n<p>Selain itu, diperkirakan 5,8 juta kilometer persegi wilayah perairan Indonesia berbahaya kepada kapal nelayan khususnya yang berukuran kurang dari 10 gross tonage (GT).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kemudian, sebanyak 18 ribu kilometer garis pantai diperkirakan masuk kategori rentan akibat perubahan iklim itu dan perubahan curah hujan sekitar 75 milimeter per bulan.<\/p>\n<p>Sementara itu, suhu rata-rata global juga meningkat selama 10 tahun terakhir yakni 2014-2023 mencapai 1,20 plus minus 0,12 derajat celcius di atas periode tahun 1850-1900.<\/p>\n<p>Dia menjelaskan peningkatan suhu itu menyebabkan pemanasan global terutama akibat tingginya konsentrasi karbon dioksida karena masifnya&nbsp;penggunaan&nbsp;energi fosil seperti batubara&nbsp;dan minyak bumi.<\/p>\n<p>Selain itu, deforestasi yang salah satunya untuk pembukaan lahan karena dikaitkan dengan tingginya kebutuhan setelah pertumbuhan penduduk dunia.<\/p>\n<p>Suhu yang meningkat itu turut membuat pencairan es di kutub utara dan selatan yang mendorong kenaikan permukaan laut secara global mencapai sekitar 4,72 milimeter per tahun pada periode Januari 2013-Desember 2022.<\/p>\n<p>&ldquo;Yang terdampak lebih awal kenaikan tinggi muka laut adalah negara di wilayah iklim tropis dibandingkan negara di belahan bumi utara dan selatan,&rdquo; katanya.<\/p>\n<p>Untuk menekan pemanasan global itu ia mengungkapkan perlu dilakukan upaya mitigasi di antaranya dengan mengurangi penggunaan BBM fosil, beralih menggunakan energi bersih atau energi baru terbarukan.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Selain itu, gerakan penghijauan, hemat penggunaan listrik, hingga mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia&nbsp;&#8211;&nbsp;Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan permukaan laut di Indonesia mengalami kenaikan 0,8-1,2 centimeter (cm) per tahun karena dampak perubahan iklim. Kenaikan&nbsp;permukaan&nbsp;laut&nbsp;ini&nbsp;harus&nbsp;menjadi&nbsp;perhatian&nbsp;serius karena berdampak kepada hilangnya beberapa pulau kecil di wilayah Indonesia atau daerah kota di pesisir,&rdquo; Naiknya&nbsp;permukaan laut&nbsp;ini&nbsp;disampaikan&nbsp;Koordinator Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Klimatologi Pusat Litbang BMKG Donaldi Permana dalam seminar virtual terkait [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":17135,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[3374,173],"class_list":["post-17134","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-permukaan-laut","tag-perubahan-iklim"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/17134","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=17134"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/17134\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/17135"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=17134"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=17134"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=17134"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}