{"id":17214,"date":"2026-07-30T02:05:41","date_gmt":"2026-07-30T02:05:41","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=17214"},"modified":"2026-07-30T02:05:41","modified_gmt":"2026-07-30T02:05:41","slug":"museum-subak-jatiluwih-bakal-jadi-tujuan-kunjungan-delegasi-world-water-forum-ke-10","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=17214","title":{"rendered":"Museum Subak Jatiluwih Bakal Jadi Tujuan Kunjungan Delegasi World Water Forum ke-10"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong>&nbsp;&#8211;&nbsp;Delegasi&nbsp;World Water Forum ke-10 dijadwalkan mengunjungi beberapa Daerah Tujuan Wisata (DTA) seperti Museum Air di Tabanan, Situs Warisan Dunia UNESCO Jatiluwih, Danau Batur di Kintamani, dan Desa Budaya Ubud.<\/p>\n<p>World Water Forum ke-10 sendiri&nbsp;dijadwalkan akan&nbsp;berlangsung pada 18-25 Mei 2024 di Bali.<\/p>\n<p>I Ketut Purna, Pengelola Kawasan Tujuan Wisata (DTA) Jatiluwih, menyatakan Pemerintah Pusat dan Pemda Bali telah melakukan pembenahan infrastruktur transportasi dan mempercantik alam sekitar Desa Wisata Jatiluwih.<\/p>\n<p>Jatiluwih&nbsp;merupakan&nbsp;salah&nbsp;satu&nbsp;wujud&nbsp;tata&nbsp;kelola&nbsp;air&nbsp;berkelanjutan&nbsp;yang&nbsp;dikenal&nbsp;dengan&nbsp;istilah&nbsp;Subak.&nbsp;Koordinasi dengan pimpinan Subak juga terus dilakukan keluar.<\/p>\n<p>Sebagai negara tuan rumah Forum Air Dunia ke-10, Indonesia bertujuan menjadikan sawah yang terletak di kaki Gunung Batukaru sebagai contoh pengelolaan air berkelanjutan.<\/p>\n<p>Sistem subak berakar pada filosofi Tri Hita Karana yang menciptakan keharmonisan antar manusia. alam, dan yang ilahi.<\/p>\n<p>Subak Jatiluwih merupakan simbol kearifan lokal dalam pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan dan juga merupakan destinasi wisata yang menawarkan jalur trekking dan hiking bagi pengunjungnya.<\/p>\n<p>Warisan Budaya UNESCO<\/p>\n<p>UNESCO menetapkan sawah terasering Jatiluwih sebagai situs Warisan Budaya Dunia sejak tahun 2012.<\/p>\n<p>Sejumlah&nbsp;pejabat&nbsp;dan&nbsp;pimpinan&nbsp;mancanegara&nbsp;seperti&nbsp;Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama juga pernah&nbsp;mengunjungi kawasan ini dan menekankan pentingnya Subak Jatiluwih dalam budaya global.<\/p>\n<p>Kunjungan World Water Forum ke-10&nbsp;ke&nbsp;museum&nbsp;Subak Jatiluwih diharapkan tidak hanya meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan air berkelanjutan.<\/p>\n<p>Kunjungan&nbsp;dan&nbsp;pengenalan&nbsp;sistem&nbsp;Subak&nbsp;diharapkan&nbsp;juga menginspirasi komitmen global terhadap konservasi air dan warisan budaya.<\/p>\n<p>&ldquo;Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, memberikan dorongan bagi perekonomian lokal, dan memperkuat pemahaman global akan pentingnya melestarikan sistem subak dan warisan budaya Bali,&rdquo; kata I Ketut Purna.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Mempromosikan Kearifan Lokal<\/p>\n<p>Melalui Desa Wisata Jatiluwih, Indonesia dapat menunjukkan komitmen yang kuat terhadap diplomasi air, mengedepankan semangat perdamaian dan kolaborasi dalam menyelesaikan permasalahan air.<\/p>\n<p>Sebagai negara tuan rumah, Indonesia bertujuan untuk memberikan contoh yang baik dan menginspirasi masyarakat global.<\/p>\n<p>Selain itu, Forum Air Dunia ke-10 yang dihadiri oleh delegasi dari 250 negara merupakan peluang emas untuk mempromosikan kearifan lokal dan keindahan alam Bali sekaligus menegaskan peran Indonesia dalam diplomasi air global.<\/p>\n<p>I Ketut purna berharap kunjungan ke Jatiluwih dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat dan meningkatkan kesadaran global akan pentingnya pengelolaan sumber daya air berkelanjutan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia&nbsp;&#8211;&nbsp;Delegasi&nbsp;World Water Forum ke-10 dijadwalkan mengunjungi beberapa Daerah Tujuan Wisata (DTA) seperti Museum Air di Tabanan, Situs Warisan Dunia UNESCO Jatiluwih, Danau Batur di Kintamani, dan Desa Budaya Ubud. World Water Forum ke-10 sendiri&nbsp;dijadwalkan akan&nbsp;berlangsung pada 18-25 Mei 2024 di Bali. I Ketut Purna, Pengelola Kawasan Tujuan Wisata (DTA) Jatiluwih, menyatakan Pemerintah Pusat dan Pemda [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":17215,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[3433,4490],"class_list":["post-17214","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-jatiluwih","tag-world-water-forum"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/17214","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=17214"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/17214\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/17215"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=17214"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=17214"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=17214"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}