{"id":17264,"date":"2026-07-30T02:05:54","date_gmt":"2026-07-30T02:05:54","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=17264"},"modified":"2026-07-30T02:05:54","modified_gmt":"2026-07-30T02:05:54","slug":"seperti-ini-penjelasannya-mengapa-ketupat-menjadi-hidangan-wajib-saat-idul-fitri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=17264","title":{"rendered":"Seperti Ini Penjelasannya Mengapa Ketupat menjadi Hidangan Wajib Saat Idul Fitri"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Bagi umat Islam di Indonesia, ketupat merupakan hdangan wajib saat Lebaran atau Idul Fitri tiba.<\/p>\n<p>Saat Idul Fitri yang sering disebut sebagai hari kemenangan, Ketupat hadir di meja makan dengan varian yang berbeda di masing-masing daerah.<\/p>\n<p>Secara harafiah, ketupat adalah&nbsp;makanan dari bahan dasar beras yang dibungkus dengan anyaman daun kelapa muda (janur), atau ada juga yang menggunakan daun palma.<\/p>\n<p>Ketupat diyakini berasal dari Indonesia, yang dalam perkembangannya menyebar ke negara lain, seperti; Brunei, Malaysia, Singapura, dan Thailand selatan.&nbsp;<\/p>\n<p>Dilansir dari berbagai sumber, ketupat&nbsp;berasal dari kata &#8220;kupat&#8221; yang merupakan gabungan kata ngaku dan lepat, frasa dalam bahasa Jawa yang berarti mengakui kesalahan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244518136\/yuk-sambut-idul-fitri-dengan-cara-yang-lebih-ramah-lingkungan\">Baca: Tidak berlebihan soal makanan menjadi salah satu kiat Idul Fitri ramah lingkungan<\/a><\/p>\n<p>Tapi ada juga yang menyebut kupat merupakan simbol dari laku papat (empat tindakan) yakni papat menggambarkan empat tindakan, yaitu luberan (melimpah), leburan (melebur dosa), lebaran (pintu ampunan terbuka lebar), dan laburan (menyucikan diri).<\/p>\n<p>Sedangkan ngaku lepat menggambarkan sesama umat muslim harus lapang dalam mengakui kesalahan dan saling memaafkan. Sedangkan, laku&nbsp;<\/p>\n<p>Di sisi lain, isian beras pada ketupat memiliki lambang sebagai hawa nafsu. Sedangkan, janur sebagai kulit ketupat tersebut berasal dari kata jatining nur yang berarti cahaya sejati (hati nurani).<\/p>\n<p>Sehingga, ketupat memiliki melambangkan manusia yang menahan nafsu dengan mengikuti hati nuraninya.<\/p>\n<p>Dilansir dari detik.com, ketupat sudah dikenal sejak era Kerajaan Demak, yaitu pada abad ke-15 atau pada saat penyebaran Islam di Pulau Jawa.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/gaya-hidup\/244503451\/7-langkah-sederhana-mudik-ramah-lingkungan\">Baca: Tidak nyampah menjadi cara mudik Lebaran yang ramah lingkungan<\/a><\/p>\n<p>Seorang ahli sejarah dari Belanda, Hermanus Johannes de Graaf, dalam bukunya yang berjudul Malay Annual, ketupat pertama kali muncul di daerah jawa, tepatnya ketika kepemimpinan Kerajaan Demak.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Kemunculan ketupat tersebut merupakan bagian dari penyebaran agama Islam yang dibawa oleh Sunan Kalijaga.<\/p>\n<p>Ketupat digunakan untuk melakukan pendekatan dakwah dalam sistem budaya. Karena, ketupat dipercaya dapat menjadi alat yang lebih familiar bagi masyarakat jawa yang kental pada saat itu.<\/p>\n<p>Hingga akhirnya, ketika agama Islam mulai diterima secara luas, ketupat akhirnya melekat sebagai hidangan yang khas saat perayaan Islam, seperti Idul Fitri.<\/p>\n<p>Terdapat beberapa macam jenis ketupat sesuai bentuk, bahan baku, dan jenis pembungkusnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/gaya-hidup\/244524278\/langkah-sederhana-menuju-shalat-ied-yang-ramah-lingkungan\">Baca: Seperti ini cara shalat ied ramah lingkungan<\/a><\/p>\n<p>Berikut lima jenis ketupat yang dikenal di berbagai daerah di Indonesia:<\/p>\n<p>1. Ketupat Pulut<\/p>\n<p>Ketupat pulut merupakan ketupat yang terbuat dari beras ketan. Ketupat ini merupakan hidangan yang berasal dari Medan, biasanya dimakan dengan lauk rendang atau gulai kambing.<\/p>\n<p>2. Ketupat Kapau<\/p>\n<p>Ketupat kapau merupakan ketupat yang dibuat dari daun kapau. Ketupat ini merupakan ikon Kota Pekanbaru. Penggunaan daun kapau tersebut diyakini dapat membuat ketupat bertahan lebih lama.<\/p>\n<p>3. Ketupat Palas<\/p>\n<p>Ketupat palas adalah ketupat yang dibuat dari daun palas atau daun lontar muda. Ketupat ini juga dibuat menggunakan beras ketan, dihidangkan bersama rendang dan aneka kari.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/244512843\/menggali-makna-mudik-lebaran-ternyata-sudah-dikenal-lama\">Baca: Makna mudik tak sekadar pulang kampung<\/a><\/p>\n<p>4. Ketupat Landan<\/p>\n<p>Ketupat landan berasal dari Banjarnegara. Untuk memasak ketupat landan biasanya menggunakan air rendaman abu pelepah kelapa.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">5. Ketupat Pandan<\/p>\n<p>Ketupat pandan dibuat dari daun pandan, daun pandan yang digunakan adalah daun yang berukuran besar dan memiliki duri.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Bagi umat Islam di Indonesia, ketupat merupakan hdangan wajib saat Lebaran atau Idul Fitri tiba. Saat Idul Fitri yang sering disebut sebagai hari kemenangan, Ketupat hadir di meja makan dengan varian yang berbeda di masing-masing daerah. Secara harafiah, ketupat adalah&nbsp;makanan dari bahan dasar beras yang dibungkus dengan anyaman daun kelapa muda (janur), atau [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":17265,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2993,4673],"class_list":["post-17264","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-idul-fitri","tag-ketupat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/17264","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=17264"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/17264\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/17265"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=17264"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=17264"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=17264"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}