{"id":1748,"date":"2026-07-30T00:28:07","date_gmt":"2026-07-30T00:28:07","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=1748"},"modified":"2026-07-30T00:28:07","modified_gmt":"2026-07-30T00:28:07","slug":"brin-beberkan-catatan-untuk-daerah-yang-akan-membangun-pltsa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=1748","title":{"rendered":"BRIN Beberkan Catatan untuk Daerah yang Akan Membangun PLTSa"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Sejak 2017, BRIN telah mengembangkan fasilitas pilot Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Bantargebang, Bekasi Jawa Barat.<\/p>\n<p>Peneliti Pusat Riset Teknologi Lingkungan dan Teknologi Bersih BRIN, Wiharja dalam acara <em>Media Lounge Discussion<\/em> (MELODI) di Jakarta, Kamis (16\/4\/2026) menerangkan bahwa secara sederhana, PLTSa bekerja dengan memanfaatkan sampah kota sebagai bahan bakar.<\/p>\n<p>Sampah yang masuk terlebih dahulu melalui proses pemilahan dan pengeringan untuk meningkatkan nilai kalor atau energi panas.<\/p>\n<p>Selanjutnya, sampah dibakar pada tungku pembakaran untuk menghasilkan panas. Panas ini digunakan untuk menghasilkan uap yang kemudian menggerakkan turbin dan generator untuk menghasilkan listrik.<\/p>\n<p>Gas hasil pembakaran sampah juga di-filter melalui serangkaian alat penyaring pencemaran udara yang telah sesuai dengan baku mutu yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.<\/p>\n<p>&ldquo;Pendekatan ini mampu mengolah dan mengurangi volume sampah secara cepat dan signifikan hingga 80 persen sekaligus mengkonversinya menjadi energi,&rdquo; tandas Wiharja.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/247049936\/walhi-percepatan-psel-bukan-solusi-tepat-untuk-atasi-krisis-sampah\">Baca: Pembangunan PLTSa bukan solusi tepat untuk atasi krisis sampah<\/a><\/p>\n<p>Menurut Wiharja, pilot project PLTSa Merah Putih yang telah dikembangkan BRIN di TPST Bantargebang masih berada pada skala demonstratif.<\/p>\n<p>Pilot project ini dibangun dengan kapasitas pengolahan sampah 100 ton per hari, yang sejak tahun 2018-2022 pengelolaannya bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.<\/p>\n<p>Kapasitas listrik yang dihasilkan sebesar 700kilowatt (KW) yang digunakan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan internal. Hal itu karena fasilitas ini masih berstatus pilot project dan belum berada pada skala komersial.<\/p>\n<p>&ldquo;Dalam skala pengembangan penuh, potensi energi dari sampah perkotaan di kota besar seperti Jakarta dapat mencapai puluhan megawatt, tergantung pada volume dan karakteristik sampah,&rdquo; ungkap Wiharja.<\/p>\n<p>Wiharja mengatakan, PLTSa ini dirancang sebagai proof of concept teknologi konversi sampah menjadi energi untuk menjawab keraguan masyarakat terhadap implementasi Peraturan Presiden No 18\/2016 mengenai Percepatan Pembangunan PLTSa di 7 Kota.<\/p>\n<p>Selanjutnya diperbaharui melalui Peraturan Presiden No 109\/2025 mengenai Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/247272031\/pelajaran-dari-pltsa-benowo-harus-dibarengi-dengan-kebijakan-pengurangan-dan-pemilahan-sampah\">Baca: Pembangunan PLTSa harus dibarengi kebijakan pengurangan dan pemilahan sampah<\/a><\/p>\n<p>Wiharja memaparkan, teknologi yang dikembangkan BRIN memiliki beberapa keunggulan karena dirancang sebagai pembuktian bahwa sampah domestik di Indonesia bisa diolah dengan menggunakan teknologi dalam negeri.<\/p>\n<p>Selain itu, teknologinya juga adaptif terhadap karakteristik sampah Indonesia, yang umumnya memiliki kadar air tinggi dan belum terpilah dengan baik. Efisiensi proses yang ditingkatkan, melalui integrasi pra-perlakuan sampah.<\/p>\n<p>Bisa ditingkatkan pada skala yang lebih besar sesuai dengan timbulan sampah Kabupaten Kota di Indonesia.<\/p>\n<p>Secara teknologi, sistem pengoahan waste to energy melalui proses insinerasi merupakan sebuah pendekatan yang telah terbukti dan teruji secara luas.<\/p>\n<p>Negara-negara maju seperti Jerman, Perancis, China, Jepang, Singapura, dll, telah lama menggunakan pendekatan ini untuk mengolah sampah kota. Berdasarkan data World Bank, UNEP program WtE global teknologi insinerasi, menguasai pasar 78-79 persen.<\/p>\n<p>&ldquo;Dengan teknologi proven tersebut kami adaptasi dengan menggunakan sampah Indonesia. Ke depan jika Kabupaten Kota di Indonesia ingin mengadopsi proses tersebut diperlukan beberapa catatan,&ldquo; ujarnya.<\/p>\n<p>Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah ketersediaan dan kualitas pasokan sampah, Kebutuhan investasi awal dan biaya operasinya (Capex dan Opex), serta Penerimaan sosial dan isu lingkungan.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, keberhasilan implementasi PLTSa memerlukan kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat.<\/p>\n<p>PLTSa ini diproyeksikan menjadi salah satu pilar penting dalam sistem pengelolaan sampah terpadu di Indonesia. Teknologi ini tidak hanya mampu mengurangi ketergantungan pada landfill, tetapi juga berkontribusi dalam penyediaan energi terbarukan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Sejak 2017, BRIN telah mengembangkan fasilitas pilot Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Bantargebang, Bekasi Jawa Barat. Peneliti Pusat Riset Teknologi Lingkungan dan Teknologi Bersih BRIN, Wiharja dalam acara Media Lounge Discussion (MELODI) di Jakarta, Kamis (16\/4\/2026) menerangkan bahwa secara sederhana, PLTSa bekerja dengan memanfaatkan sampah kota sebagai bahan bakar. Sampah yang masuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":1749,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[156,37],"class_list":["post-1748","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-pltsa","tag-sampah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1748","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1748"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1748\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1749"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1748"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1748"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1748"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}