{"id":17480,"date":"2026-07-30T02:06:55","date_gmt":"2026-07-30T02:06:55","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=17480"},"modified":"2026-07-30T02:06:55","modified_gmt":"2026-07-30T02:06:55","slug":"banjir-di-banyak-tempat-waspada-11-penyakit-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=17480","title":{"rendered":"Banjir di Banyak Tempat, Waspada 11 Penyakit Ini"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia &#8211;&nbsp;<\/strong>Curah hujan yang tinggi mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah. Akibatnya aktivitas terganggu dan berbagai penyakit pun timbul. Diantaranya muntah dan diare.<\/p>\n<p>Melansir klikdokter, ada 11 penyakit yang bisa muncul akibat banjir. Penyakit tersebut disebabkan oleh air banjir yang kotor terkontaminasi limbah dan kotoran yang mengandung bakteri, virus dan parasit.<\/p>\n<p>Berikut ini 11 penyakit yang kerap muncul di saat banjir.<\/p>\n<p><strong>1. Muntah dan Diare<\/strong><br \/>Air banjir yang kotor mengandung beberapa kuman seperti Cryptosporidium, Giardia, E. coli, hingga Salmonella yang bisa menyebabkan gangguan pencernaan.<br \/>Jika terkontaminasi ke dalam makanan atau minuman, maka dapat memicu muntah dan diare.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/kesehatan\/243734227\/musim-hujan-waspada-penyakit-kulit\">Baca:Waspada penyakit kulit pada musim hujan<\/a><\/p>\n<p><strong>2. Asam Lambung Naik<\/strong><br \/>Penyakit ini banyak dialami korban banjir berusia produktif dan lansia. Penyebabnya korban banjir tidak makan tepat waktu serta tidak mengonsumsi makanan sesuai kebutuhan gizi.<\/p>\n<p><strong>3. Demam Tifoid<\/strong><br \/>Penyakit lainnya yang sering dialami korban banjir adalah demam tifoid. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi.<\/p>\n<p>Biasanya bakteri ini masuk saat makanan atau minuman terkontaminasi air banjir. Apalagi saat banjir ada banyak tumpukan sampah dan kotoran yang terbawa masuk ke dalam rumah dan menempel di tubuh.<\/p>\n<p><strong>4. Leptospirosis<\/strong><br \/>Kotoran dari tikus mengandung bakteri leptospira dan dapat menyebabkan penyakit leptospirosis.<\/p>\n<p>Berdasarkan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, penularan bakteri ini dapat terjadi melalui kontak tubuh dengan air atau tanah.<\/p>\n<p>Bakteri dapat masuk ke dalam tubuh lewat selaput lendir mata atau luka lecet.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/kesehatan\/243724290\/musim-hujan-orangtua-harus-waspada-penyakit-yang-sering-menyerang-anak\">Baca: Penyakit yang sering menyerang anak di musim hujan<\/a><\/p>\n<p><strong>5. Kolera<\/strong><br \/>Kolera adalah diare akut yang disebabkan oleh infeksi bakteri Vibrio cholerae. Penularannya bisa karena mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri tersebut.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Gejala kolera biasanya muncul sekitar 12 jam hingga lima hari setelah seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi Vibrio cholerae.<\/p>\n<p>Bakteri kemudian menginfeksi usus kecil sehingga menyebabkan diare parah. Diare bisa memicu dehidrasi berat. Jika tidak segera ditangani, maka dapat merenggut nyawa.<\/p>\n<p><strong>6. Penyakit Kulit<\/strong><br \/>Ruam dan gatal-gatal adalah masalah kulit yang kerap disebabkan oleh banjir. Menurut dokter Nadia Octavia, masalah kulit ini terjadi akibat adanya infeksi bakteri, parasit, dan virus.<\/p>\n<p>&ldquo;Untuk mencegah infeksi kulit, gunakan sepatu boot ketika melakukan aktivitas di area banjir atau saat membersihkan rumah. Tak lupa, bersihkan tubuh dengan air dan sabun antiseptik agar terhindar dari penyakit,&rdquo; jelas Nadia.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/kesehatan\/244484294\/kasus-dbd-di-indonesia-naik-dua-kali-lipat-pada-musim-hujan\">Baca: Musim hujan, kasus DBD naik 2 kali lipat<\/a><\/p>\n<p><strong>7. DBD dan Chikungunya<\/strong><br \/>Banjir menimbulkan genangan di berbagai tempat sehingga nyamuk dengan mudah berkembang biak.<\/p>\n<p>Akibatnya banyak korban banjir yang terkena penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan chikungunya.<\/p>\n<p>Baik DBD dan chikungunya sama-sama bisa menimbulkan gejala, berupa demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot dan tulang, hingga ruam kulit kemerahan.<\/p>\n<p>Agar terhindar dari gigitan nyamuk, gunakan losion anti nyamuk, serta kenakan pakaian berlengan dan bercelana panjang.<\/p>\n<p><strong>8. Hepatitis A dan E<\/strong><br \/>Banyak anggapan bahwa hepatitis ditularkan melalui penggunaan narkoba atau hubungan seks.<\/p>\n<p>Namun ada beberapa jenis penyakit radang hati ini bisa menyerang karena mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi virus hepatitis.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/kesehatan\/244485661\/kasus-dbd-melonjak-lima-daerah-menetapkan-status-kejadian-luar-biasa-dan-banyak-pasien-tak-terlayani\">Baca: Lima wilayah tetapkan status KLB DBD<\/a><\/p>\n<p>Hasil riset yang dimuat Iranian Journal of Microbiology, hepatitis A dan E merupakan jenis hepatitis yang rentan dialami oleh korban banjir. Penularannya terjadi melalui makanan dan air yang terkontaminasi virus.<\/p>\n<p>Apalagi jika kebersihan yang buruk, minimnya pasokan air bersih, serta limbah yang mengontaminasi banjir. Hal ini dapat meningkatkan terjadinya hepatitis A dan E.<\/p>\n<p><strong>9. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)<\/strong><br \/>Penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) juga berisiko dialami oleh korban banjir. Hal ini akibat udara dingin dan lembap serta lingkungan yang kotor setelah dilanda banjir. Korban banjit juga rentan menderita flu.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><strong>10. Konjungtivitis<\/strong><br \/>Konjungtivitis alias peradangan konjungtiva juga berpotensi dialami oleh para korban banjir. <br \/>Dokter Nadia mengatakan bahwa kebiasaan buruk menggosok mata menggunakan tangan atau handuk yang kotor bisa jadi penyebab meradangnya konjungtiva.<\/p>\n<p>Konjungtiva adalah selaput bening yang melapisi bagian terdepan mata. &ldquo;Karena itu, cuci tangan secara teratur. Apabila area mata terasa gatal, jangan menggosok atau mengucek mata secara langsung pakai tangan,&rdquo; kata Nadia.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/kesehatan\/244412315\/puncak-dbd-diperkirakan-april-masyarakat-diimbau-bersihkan-rumah\">Baca: Puncak DBD bulan April<\/a><\/p>\n<p><strong>11. Terganggunya Kesehatan Mental<\/strong><br \/>Bencana banjir tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan mental korban. Rutinitas para korban banjir biasanya terganggu dan terpisah dari keluarga.<\/p>\n<p>Apalagi jika korban sampai pindah ke tempat pengungsian. Hal ini bisa jadi faktor pemicu masalah mental.<\/p>\n<p>Gejala yang dialami, di antaranya kecemasan, pola tidur tidak teratur, mudah marah dan cenderung menyendiri.<\/p>\n<p>Reporter: Nurakhmayani<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Curah hujan yang tinggi mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah. Akibatnya aktivitas terganggu dan berbagai penyakit pun timbul. Diantaranya muntah dan diare. Melansir klikdokter, ada 11 penyakit yang bisa muncul akibat banjir. Penyakit tersebut disebabkan oleh air banjir yang kotor terkontaminasi limbah dan kotoran yang mengandung bakteri, virus dan parasit. Berikut ini 11 penyakit yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":17481,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[408],"class_list":["post-17480","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-banjir"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/17480","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=17480"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/17480\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/17481"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=17480"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=17480"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=17480"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}