{"id":17504,"date":"2026-07-30T02:07:07","date_gmt":"2026-07-30T02:07:07","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=17504"},"modified":"2026-07-30T02:07:07","modified_gmt":"2026-07-30T02:07:07","slug":"dua-warga-kepulauan-seribu-masuk-daftar-nominasi-pemenang-penghargaan-lingkungan-kalpataru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=17504","title":{"rendered":"Dua warga Kepulauan Seribu Masuk Daftar Nominasi Pemenang Penghargaan Lingkungan Kalpataru"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>ruangkotacom<\/strong> &#8211; Dua warga Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta masuk dalam daftar nominasi penerima penghargaan di bidang lingkungan Kalpataru 2024 yang diselenggarakan&nbsp;Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Ada dua orang yang masuk nominasi yaitu Saini yang bertugas di Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu dan Mahariah yang berprofesi sebagai guru di Pulau Panggang,&rdquo; kata Kepala Seksi Peran serta Masyarakat Suku Dinas LHK Kepulauan Seribu, Riza Lestari Ningsih di Jakarta, Sabtu.<\/p>\n<p>Riza mengatakan untuk Saini masuk nominasi penerima penghargaan lingkungan Kalpataru sebagai kategori pengabdi dan Mahariah masuk dalam kategori penyelamat.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244500360\/hari-tanpa-sampah-internasional-beberapa-contoh-baik-pengelolaan-sampah-di-sejumlah-negara\">Baca: Hari Tanpa Sampah Sedunia<\/a><\/p>\n<p>Menurut dia Saini merupakan seorang penggiat konservasi karang dan Mangrove di Pulau Kelap. Sejak 2007, dia aktif sebagai pelestarian lingkungan ekosistem perairan dan pemandu wisata.<\/p>\n<p>&ldquo;Dia juga mengembangkan edu wisata, penanaman Mangrove, dan pelestarian terumbu karang dengan metode transplantasi karang (rocklife), sejak tahun 2017,&#8221; kata Riza.<\/p>\n<p>Sementara itu Mahariah merupakan pemilik Rumah Literasi Hijau yang merupakan kelompok yang bergerak dalam pengelolaan sampah plastik di Pulau Panggang dan Pulau Pramuka.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243717089\/masyarakat-pesisir-paling-rentan-terdampak-perubahan-iklim-tapi-sering-diabaikan\">Baca: Warga pesisir paling terdampak perubahan iklim, tetapi sering diabaikan<\/a><\/p>\n<p>Nahariah juga pelopor gerakan Pulau Ku Nol Sampah, dengan menanam dan menghijaukan hutan mangrove seluas delapan hektare (ha).<\/p>\n<p>Mahariah sehari-hari juga mengabdi sebagai guru di Madrsah Ibtidaiyah Nenger (MIN) 17 Kampus B, Pulau Panggang.<\/p>\n<p>Berkat berbagai kegiatan itu, Kepulauan Seribu pada tahun 2021 mendapatkan penghargaan proklim dan dinobatkan sebagai kampung iklim utama.<\/p>\n<p>&ldquo;Kami patut bangga dengan dedikasi dua warga ini dan masuk menjadi nominasi&nbsp;Kalpataru tahun ini,&#8221; kata Saini.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244141359\/menata-kampung-pesisir-yang-adaptif-terhadap-perubahan-iklim-2\">Baca: Menata kampung pesisir yang adaptif terhadap perubahan iklim<\/a><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Proklim merupakan program yang memberikan penguatan pelaksanaan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim serta kelembagaan masyarakat.<\/p>\n<p>Sedangkan program Kampung Iklim berlingkup nasional yang dikembangkan KLHK untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dan seluruh pihak dalam melaksanakan aksi lokal untuk meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim.<\/p>\n<p>Selain pengelolaan sampah, proklim juga mendorong pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) untuk mengantisipasi krisis iklim yang sudah menjadi ancaman nyata bagi keseharian masyarakat terutama masyarakat pesisir.&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber: Antaranews.com<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ruangkotacom &#8211; Dua warga Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta masuk dalam daftar nominasi penerima penghargaan di bidang lingkungan Kalpataru 2024 yang diselenggarakan&nbsp;Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.&nbsp;&nbsp; &#8220;Ada dua orang yang masuk nominasi yaitu Saini yang bertugas di Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu dan Mahariah yang berprofesi sebagai guru di Pulau Panggang,&rdquo; kata Kepala [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":17505,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2233,17],"class_list":["post-17504","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-kepulauan-seribu","tag-lingkungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/17504","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=17504"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/17504\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/17505"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=17504"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=17504"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=17504"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}