{"id":17725,"date":"2026-07-30T02:08:21","date_gmt":"2026-07-30T02:08:21","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=17725"},"modified":"2026-07-30T02:08:21","modified_gmt":"2026-07-30T02:08:21","slug":"klhk-perubahan-perilaku-memegang-peran-penting-dalam-mengurangi-volume-sampah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=17725","title":{"rendered":"KLHK: Perubahan Perilaku Memegang Peran Penting dalam Mengurangi Volume Sampah"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Direktur Penanganan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Novrizal Tahar mengatakan perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci upaya pengurangan sampah.<\/p>\n<p>Perubahan perilaku dengan mengurangi plastik\/kemasan sekali pakai akan berdampak signifikan terhadap volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).<\/p>\n<p>Dalam diskusi daring diikuti dari Jakarta, Jumat (22\/3\/2024), Novrizal menyebut pihaknya terus melakukan sosialisasi gerakan minim sampah yaitu mengurangi penggunaan produk sekali pakai.<\/p>\n<p>Masyarakat juga diajak untuk mulai berbelanja tanpa kemasan atau membawa kantung sendiri, memilah sampah di rumah, menghabiskan makanan dan kegiatan kompos di rumah.<\/p>\n<p>&#8220;Kunci utamanya adalah mari kita dorong perubahan perilaku masyarakat. Kita kampanyekan terus menerus habiskan makanan, makan tanpa sisa,&#8221; kata Novrizal.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244461494\/wwf-serukan-earth-hour-secara-serentak-pada-23-maret-2024\">Baca: Jangan lupa hari ini ada Earth Hour<\/a><\/p>\n<p>Dengan melakukan gerakan minim sampah secara konsisten, katanya, maka 90-95 persen sampah dapat diselesaikan di tingkat rumah tangga.<\/p>\n<p>Dengan sisa sampah yang tidak bisa diolah dapat diserahkan kepada pemerintah daerah untuk ditangani atau berakhir di TPA.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Secara khusus, Novrizal menyoroti pentingnya pengurangan sampah sisa makanan mengingat sampah makanan terbukti menjadi penyumbang terbesar gas rumah kaca.<\/p>\n<p>Dengan data KLHK memperlihatkan sampah sisa makanan mendominasi jenis sampah pada 2023 yaitu 41,76 persen dari total timbulan sampah 19,4 juta ton pada tahun lalu.<\/p>\n<p>Padahal, penumpukan sampah organik berupa sisa makanan di TPA berkontribusi terhadap perubahan iklim karena menghasilkan metana yang termasuk dalam gas rumah kaca.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/241066434\/gerakan-sedekah-sampah-cara-berkah-mengelola-sampah\">Baca: Gerakan sedekah sampah cara berkah kelola sampah<\/a><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Tidak hanya itu, gas metana juga mudah terbakar di musim kemarau, menjadi salah satu penyebab terjadinya kebakaran di TPA.<\/p>\n<p>Novrizal mengatakan masalah sampah makanan bukan persoalan sepele. Karena makanan tersisa yang menjadi sampah makanan atau food waste jika dibuang ke TPA bisa memicu masalah.<\/p>\n<p>&#8220;Ketika ita bawa ke landfill itu akan terdekomposisi dan akan mengemisikan gas rumah kaca,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Novrizal menjelaskan satu ton gas metana sama dengan 28 ton karbon dioksida.<\/p>\n<p>&#8220;Ini persoalan serius food waste atau sampah makanan ini,&#8221; demikian Novrizal Tahar.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/24924087\/cara-mudah-memilah-sampah-dari-rumah-tanpa-ribet\">Baca: Cara mudah memilah sampah dari rumah<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Direktur Penanganan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Novrizal Tahar mengatakan perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci upaya pengurangan sampah. Perubahan perilaku dengan mengurangi plastik\/kemasan sekali pakai akan berdampak signifikan terhadap volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Dalam diskusi daring diikuti dari Jakarta, Jumat (22\/3\/2024), Novrizal menyebut pihaknya terus melakukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":17726,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[37],"class_list":["post-17725","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-sampah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/17725","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=17725"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/17725\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/17726"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=17725"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=17725"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=17725"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}