{"id":17756,"date":"2026-07-30T02:08:30","date_gmt":"2026-07-30T02:08:30","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=17756"},"modified":"2026-07-30T02:08:30","modified_gmt":"2026-07-30T02:08:30","slug":"yuk-ubah-gaya-hidup-untuk-tangkal-dan-memitigasi-dampak-perubahan-iklim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=17756","title":{"rendered":"Yuk, Ubah Gaya Hidup untuk Tangkal dan Memitigasi Dampak Perubahan Iklim"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Dampak perubahan iklim telah menjadi ancaman serius bagi kehidupan manusia khususnya anak muda.<\/p>\n<p>Studi yang dilakukan oleh Save the Children pada tahun 2020 menemukan, anak-anak yang lahir pada tahun 2020 mengalami bencana sebanyak 3.4 kali lebih sering daripada kakek-nenek mereka yang lahir pada tahun 1960.<\/p>\n<p>Bencana tersebut melibatkan dampak perubahan iklim seperti gelombang panas, kekeringan, kebakaran hutan, banjir, dan kegagalan panen.<\/p>\n<p>Semua ini memberikan tekanan tambahan pada lingkungan yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perlindungan anak-anak.<\/p>\n<p>Studi lain yang dilakukan oleh UNICEF menyoroti bahwa perubahan iklim merupakan ancaman terbesar terhadap kesehatan, nutrisi, pendidikan, dan masa depan anak-anak.&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/gaya-hidup\/243270579\/milenial-dan-gen-z-bisa-jadi-kekuatan-penekan-produsen-lebih-peduli-lingkungan\">Baca: Milenial dan Gen Z bisa jadi kelompok penekan agar industri lebih ramah lingkungan&nbsp;<\/a><\/p>\n<p>Di sisi lain, perkembangan sektor industri dalam beberapa dekade terakhir telah mengubah gaya hidup masyarakat dari berbagai sisi. Mulai dari barang-barang elektronik hingga pakaian sehari-hari.<\/p>\n<p>Sayangnya, aktivitas produksi dan konsumsi yang tidak berwawasan lingkungan kerap kali memiliki dampak buruk terhadap perubahan iklim.<\/p>\n<p>Misalnya, penggunaan sumber daya alam yang berlebihan, deforestasi akibat aktivitas industri, serta berkembangnya tren&nbsp;<em>fast fashion&nbsp;<\/em>yang mendorong konsumsi yang tidak berkelanjutan.<\/p>\n<p>Bahkan, sektor industri sendiri telah menyumbang 25 persen dari emisi karbon global (<a href=\"https:\/\/www.unepfi.org\/themes\/climate-change\/climate-risks-in-the-industrials-sector\/\">UNEP, 2023<\/a>).<\/p>\n<p>Oleh karena itu, perlu dilakukan perubahan dalam pola pikir dan perilaku sehari-hari, terutama generasi muda, untuk mengurangi dan memitigasi dampak perubahan iklim dari sektor industri dan gaya hidup.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243094306\/riset-antusiasme-anak-muda-indonesia-dalam-gerakan-pro-lingkungan-masih-rendah\">Baca: Riset mengungkap antusiasme generasi muda pada aksi lingkungan masih rendah<\/a><\/p>\n<p>Hal ini menjadi sorotan dalam webinar bertajuk Road to Youth Climate Conference Webinar: Perubahan Iklim, Industri, dan Gaya Hidup yang diikuti secara daring pada Jumat (22\/3\/2024).<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Dalam kesempatan itu, Faricha Hidayati, Koordinator Dekarbonisasi Industri IESR mengatakan setiap aktivitas yang dilakukan akan memicu emisi karbon.<\/p>\n<p>Emisi karbon ini jika berlebihan dan tidak dikurangi akan memicu kenaikan suhu global. Ketika kenaikan suhu sudah melebihi 1,5 derajat celcius, maka manusia mulai menghadapi berbagai masalah.&nbsp; &nbsp;<\/p>\n<p>Lantas, apa yang bisa dilakukan mengantisipasi perubahan iklim disebabkan oleh industri dan gaya hidup masyarakat umum, termasuk yang dilakukan oleh orang muda?&nbsp;<\/p>\n<p>&rdquo;Anak muda sebagai mayoritas&nbsp;dapat membangun gaya hidup yang berkelanjutan serta merumuskan inovasi dalam industri untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan,&rdquo; ujar Faricha.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosok\/24704073\/greta-thunberg-berjuang-untuk-lingkungan-sejak-umur-8-tahun\">Baca: Perempuan ini menjadi pejuang lingkungan sejak usia 8 tahun<\/a><\/p>\n<p>Edukasi juga penting dilakukan, karena anak muda sebagai angkatan kerja masa depan harus dibekali dengan berbagai pengetahuan tentang lingkungan.&nbsp; &nbsp;&nbsp;<\/p>\n<p>Menurut Faricha, ada beberapa yang bisa dilakukan anak muda untuk kurangi dampak negatif lingkungan, yakni dengan menerapkan prinsip-prinsip sirkular ekonomi yang meliputi aspek&nbsp;7R.<\/p>\n<p>Faricha memaparkan 7R itu adalah Rethink, Reduce, Reuse, Repair, Refurbish, Recover, Recycle<\/p>\n<p>Anak muda juga bisa mengambil peran dengan menjadi konsumen yang bijak dengan menerapkan prinsip avoid (hindari), shift (geser), improve (tingkatkan) prinsip-prinsip ramah lingkungan.<\/p>\n<p>Yang tak kalah penting, anak muda juga bisa berperan dengan menggunakan hak konsumen dengan baik (PP no 8\/1999).&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/24574678\/kerja-keras-coldplay-untuk-wujudkan-tur-yang-ramah-lingkungan\">Baca: Upaya Coldplay wujudkan tur ramah lingkungan&nbsp;<\/a><\/p>\n<p>&rdquo;Hak untuk mendapatkan keamanan dan keselamatan atas penggunaan produk;<br \/>hak mendapat produk sesuai harga dan kondisi yang dijanjikan, hak untuk mendapatkan informasi produk yang sejujur-jujurnya,&rdquo; imbuh Faricha.<\/p>\n<p>Dan yang terakhir adalah mengampanyekan ilmu-ilmu terkait produk hijau via media sosial maupun secara&nbsp;langsung.<\/p>\n<p>Agar dapat didengar dengan baik, ujar Faricha, dibutuhkan banyak suara yang lantang&nbsp;menyuarakan pesan yang sama.<\/p>\n<p>&rdquo;Semakin banyak yang bersuara, maka akan lbih didengar,&rdquo; pungkas Faricha.&nbsp;<\/p>\n<h4>&nbsp;<\/h4>\n<p class=\"class-paragraph\">&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Dampak perubahan iklim telah menjadi ancaman serius bagi kehidupan manusia khususnya anak muda. Studi yang dilakukan oleh Save the Children pada tahun 2020 menemukan, anak-anak yang lahir pada tahun 2020 mengalami bencana sebanyak 3.4 kali lebih sering daripada kakek-nenek mereka yang lahir pada tahun 1960. Bencana tersebut melibatkan dampak perubahan iklim seperti gelombang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":17757,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2914,173],"class_list":["post-17756","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-gaya-hidup","tag-perubahan-iklim"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/17756","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=17756"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/17756\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/17757"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=17756"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=17756"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=17756"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}