{"id":17764,"date":"2026-07-30T02:08:32","date_gmt":"2026-07-30T02:08:32","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=17764"},"modified":"2026-07-30T02:08:32","modified_gmt":"2026-07-30T02:08:32","slug":"milenial-tinggalkan-bahasa-daerah-dpr-ajak-manfaatkan-media-sosial-jadi-wadah-promosi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=17764","title":{"rendered":"Milenial Tinggalkan Bahasa Daerah, DPR Ajak Manfaatkan Media Sosial Jadi Wadah Promosi"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Sebuah penelitian badan budaya PBB, UNESCO terungkap bahwa setiap dua minggu satu bahasa daerah di dunia punah. Hal juga terjadi di Indonesia&nbsp;<\/p>\n<p>Hal ini sangatlah disayangkan karena bahasa daerah menjadi kekayaan khazanah budaya bangsa Indonesia.<\/p>\n<p>Menyikapi hal ini, Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian mendorong penggunaan media sosial (medsos) sebagai wadah promosi bahasa daerah.&nbsp;<\/p>\n<p>Langkah mempelajari bahasa daerah lewat konten medsos, selain di sekolah formal menurutnya bisa menjadi langkah yang efektif.<\/p>\n<p>&#8220;Kita tadi terpikir bahwa salah satu hal yaitu pengembangan atau pemanfaatan teknologi di dalam kita membudayakan bahasa daerah. Ini mungkin yang masih sangat kurang,&#8221; ujarnya usai kunjungan kerja spesifik (kunspek) Komisi X DPR RI ke Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Kamis (21\/3\/2024).<\/p>\n<p>Terlebih lagi katanya, anak-anak muda kini lebih senang belajar dengan metode yang interaktif. Sebagai contoh, kini tersedia banyak platform digital untuk belajar bahasa inggris.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/244422108\/kemendikbud-berhasil-identifikasi-718-bahasa-daerah-di-indonesia\">Baca: Kemendikbud berhasil identifikasi 718 bahasa di Indonesia<\/a><\/p>\n<p>Bukan cuman kamus yang dibutuhkan tetapi sesuatu yang lebih interaktif, di mana anak-anak muda bisa belajar bahasa yang benar tentang bahasa daerahnya itu.<\/p>\n<p>&#8220;Aplikasi-aplikasi seperti ini yang sangat jauh dibanding dengan bahasa inggris misalnya,&#8221; ujar Hetifah.<\/p>\n<p>Hetifah juga melihat, di media sosial kini ada beberapa anak muda konten kreator yang menggunakan bahasa daerah dalam kontennya.<\/p>\n<p>Di daerah-daerah juga kata dia ada Duta Bahasa. Maka elok menurutnya jika pemerintah merangkul dan mendorong mereka sebagai subjek pelestari bahasa daerah.<\/p>\n<p>Kalau bisa pemerintah, lanjutnya, apakah itu Badan Bahasa atau Balai Bahasa, Kantor-Kantor Bahasa itu libatkan (konten kreator). Sekarang juga setau saya ada Duta-Duta Bahasa.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">&#8220;Jadi anak-anak muda ini menurut saya perlu dilibatkan dan diberikan peran yang lebih besar lagi untuk melestarikan bahasa daerah,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24571410\/separuh-dari-sekitar-6000-bahasa-di-dunia-terancam-punah\">Baca: Separuh dari sekitar 6000 bahasa lokal di dunia terancam punah<\/a><\/p>\n<p>Terpisah, Anggota Komisi X DPR Zainuddin Maliki mengatakan pihaknya ingin memfokuskan bagaimana Pemkot Serang memajukan, mengaktualisasikan, dan merevitalisasi bahasa daerah, khususnya Jawa Serang.<\/p>\n<p>Menurutnya, secara umum, perhatian masyarakat terhadap bahasa daerah ada kecenderungan untuk melemah.<\/p>\n<p>Hal ini terkonfirmasi dari kajian yang dilakukan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud. Bahwa, bahasa daerah itu sebagai suatu bentuk kearifan lokal itu dimiliki oleh orang-orang tua atau generasi kolonial.<\/p>\n<p>Sebaliknya, bagi generasi milenial sudah sangat berkurang memahami dan menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar mereka.<\/p>\n<p>&ldquo;Ini menurut saya harus menjadi perhatian. Karena bahasa daerah sesungguhnya merupakan akar jati diri bangsa kita. Jadi kita jangan sampai mengalami tercerabut dari akar budaya kita,&rdquo; jelas Zainuddin kepada&nbsp;<strong><em>Parlementaria,&nbsp;<\/em><\/strong>di sela-sela pertemuan, di Serang, Banten, Kamis (21\/3\/2024).<\/p>\n<p>Menurut Politisi Fraksi PAN itu, Bahasa merupakan gambaran dari budaya masyarakat.<\/p>\n<p>Jadi, pilihan bahasa yang dipakai mencerminkan budaya. Bahasa Indonesia, misalnya, adalah bahasa yang menggambarkan corak budaya yang egaliter dengan derajat yang sama.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/243319345\/bahasa-indonesia-ditetapkan-sebagai-bahasa-resmi-di-unesco-ini-dia-keuntungannya\">Baca: UNESCO tetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi<\/a><\/p>\n<p>&ldquo;Sehingga kalau sebut orang kedua relatif sama, misalnya dengan istilah&nbsp;<em>engkau, kamu,<\/em>&nbsp;dan&nbsp;<em>anda<\/em>. Ini relatif egaliter. Tapi kalau bahasa daerah, itu hierarkinya lebih jelas,&rdquo; jelas doktor dari Universitas Airlangga tersebut..<\/p>\n<p>Kalau bahasa Jawa yang saya tahu, untuk menyebut diri kita sendiri kalau menggunakan Bahasa Jawa ada&nbsp;<em>kulo<\/em>, itu bahasa yang paling rendah, kromo yang paling rendah. Kemudian ada&nbsp;<em>kawulo<\/em>, kromo madyo.<\/p>\n<p>Kemudian ada&nbsp;<em>dalem<\/em>, kromo yang paling tinggi. Ini mengajarkan kepada kita menghargai orang lain yang lebih tua, senior, dan sebagainya. Ini mengajarkan etika yang sangat bagus<\/p>\n<p>Pembelajaran berbahasa daerah yang menghargai orang lain ini, menurutnya, menjadi relevan ketika masyarakat sedang mengalami krisis etika.<\/p>\n<p>Rasa menghargai martabat orang lain yang sedang hilang dalam situasi seperti ini sangat bermanfaat utnuk merevitalisasi bahasa daerah.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Dari bahasa daerah, ujarnya, kita diperkenalkan untuk menghargai orang lain. Cara menghadapi sesama, menghargai senior, masyarakat dan bernegara ini.<\/p>\n<p>&ldquo;Dengan begitu, akan lahir manusia Pancasila yang akan menerapkan sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab,&rdquo; tutupnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; 7cloud.asia &#8211; Sebuah penelitian badan budaya PBB, UNESCO terungkap bahwa setiap dua minggu satu bahasa daerah di dunia punah. Hal juga terjadi di Indonesia&nbsp; Hal ini sangatlah disayangkan karena bahasa daerah menjadi kekayaan khazanah budaya bangsa Indonesia. Menyikapi hal ini, Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian mendorong penggunaan media sosial (medsos) sebagai wadah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":17765,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[3481,765],"class_list":["post-17764","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-bahasa-daerah","tag-media-sosial"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/17764","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=17764"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/17764\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/17765"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=17764"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=17764"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=17764"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}