{"id":17943,"date":"2026-07-30T02:09:26","date_gmt":"2026-07-30T02:09:26","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=17943"},"modified":"2026-07-30T02:09:26","modified_gmt":"2026-07-30T02:09:26","slug":"jejak-islam-di-kalimantan-timur-kerajaan-kutai-kertanegara-menjadi-pintu-masuk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=17943","title":{"rendered":"Jejak Islam di Kalimantan Timur: Kerajaan Kutai Kertanegara Menjadi Pintu Masuk"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Kerajaan Kutai Kertanegara yang semula bercorak Hindu, diyakini sebagai salah satu kerajaan tertua di tanah Nusantara.<\/p>\n<p>Berada di tepian Sungai Mahakam di Kalimantan Timur, Kutai Kertanegara&nbsp; menyimpan kisah pergeseran keyakinan dari kerajaan hindu kemudian menjadi kerajaan Islam.&nbsp;<\/p>\n<p>Perubahan di Kutai Kertanegara terjadi pada abad 16, atau sekitar tahun 1575. Pada era itulah, Raja Kutai memeluk Islam, menandai transisi dari monarki Hindu ke era baru.<\/p>\n<p>Kutai Kertanegara menganut Hindu hingga akhir abad ke-13 hingga pertengahan abad ke-16.<\/p>\n<p>Pengaruh Islam di Kutai Kertanegara mulai terasa pada masa pemerintahan Raja Makota (1525-1600), ketika kerajaan-kerajaan Islam di Jawa, Sumatera, dan Melayu mulai menjalin hubungan perdagangan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/244439670\/brin-rampungkan-riset-soal-candi-borobudur-ancaman-pencabutan-status-world-heritage-teratasi\">Baca: Status world heritage Candi Borobudur terancam dicabut<\/a><\/p>\n<p>Dilansir Kompas.com, interaksi ini membawa budaya baru, termasuk pemberian nama bernuansa Islam pada putra-putra raja, seperti Maharaja Sultan (1360-1420) dan Raja Mandarsyah (1420-1475).<\/p>\n<p>Menurut analisis ahli sastra Melayu Constantinus Alting Mees, momen penting peralihan agama terjadi pada 1575.<\/p>\n<p>Kedatangan seorang mubalig Islam di Tepian Batu, Kutai Lama, membuka jalan bagi rakyat Kutai Kertanegara untuk mengenal Islam. Raja Kutai saat itu, yakni Raja Makota (1525-1600), memeluk Islam.<\/p>\n<p>&#8220;Keputusan ini menandakan awal era baru bagi Kutai Kertanegara. Islam menjadi agama resmi kerajaan, dengan corak religiusitas yang inklusif dan akomodatif serta mengusung toleransi antar-umat beragama,&#8221; ujar Sejarawan Kaltim, Muhammad Sarip.<\/p>\n<p>Dalam buku berjudul Histori Kutai: Peradaban Nusantara di Timur Kalimantan dari Zaman Mulawarman hingga Era Republik, Sarip menulis pergolakan politik tak terhindarkan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/wisata\/243105240\/menghidupkan-relief-candi-borobudur-ke-dalam-seni-dan-budaya-masyarakat\">Baca: Menghidupkan relief Candi Borobudur dalam kehidupan sehari-hari<\/a><\/p>\n<p>Sekitar 60 tahun setelah transisi Islam, Kerajaan Kutai Martapura dinasti Mulawarman di Muara Kaman runtuh.&nbsp;Tak lama kemudian, utusan maskapai dagang Belanda, VOC, datang ke Kutai.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Situasi semakin memanas. Maka timbul gejolak dengan serangan pasukan koalisi Sulu dan Bugis ke ibu kota Kutai di penghujung abad ke-17 atau awal abad ke-18.<\/p>\n<p>Akibatnya, ibu kota kerajaan berpindah beberapa kali. Ibu kota Kerajaan Kutai berpindah ke Jembayan pada 1732, dan kemudian ke Tenggarong pada 1782.<\/p>\n<p>Di bawah kepemimpinan Sultan Aji Muhammad Idris, Kutai Kertanegara terlibat konflik dengan VOC di Sulawesi.<\/p>\n<p>Jejak dakwah Pada abad ke-16, Kesultanan Aceh Darussalam, pusat peradaban Islam di ujung Pulau Sumatera, menerima permintaan dari Raja Tanete di Sulawesi Selatan untuk meredakan perselisihan akibat perbedaan keyakinan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/24569236\/mengenal-uniknya-tradisi-seba-masyarakat-badui-tahun-ini-singgung-hak-politik\">Baca: Mengenal tradisi Seba masyarakat adat Badui<\/a><\/p>\n<p>Kesultanan Aceh pun mengutus tiga ulama yakni Abdullah Makmur (Datuk Ri Bandang), Sulaiman (Datuk Ri Pattimang), dan Abdul Jawad (Datuk Ri Tiro).<\/p>\n<p>Saat tiba di Gresik, Jawa Timur, mereka bertemu dengan Tuan Tunggang Parangan, ulama yang memiliki misi serupa.<\/p>\n<p>Keempatnya sepakat untuk berdakwah bersama di Pulau Sulawesi. Kedatangan mereka di Kerajaan Tanete membawa angin segar. Misi dakwah mereka berhasil.<\/p>\n<p>Datuk Ri Bandang dan Tuan Tunggang Parangan kemudian melanjutkan perjalanan ke Makassar, dan kembali menuai kesuksesan dalam mengislamkan penduduk.<\/p>\n<p>Tuan Tunggang Parangan dan Datuk Ri Bandang kemudian menyeberangi Selat Makassar, menapaki jejak dakwah di Pulau Kalimantan.<\/p>\n<p>&#8220;Mereka memasuki muara Sungai Mahakam, menuju Pelabuhan Kutai,&#8221; ujar Sarip.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sorotan\/24560519\/makna-tradisi-mudik-lebaran-tak-sekadar-sungkeman\">Baca: Tradisi mudik ada sejak zaman Majapahit<\/a><\/p>\n<p>Namun, di tengah perjalanan, mereka dikejutkan dengan kabar dari orang Makassar. Sebagian penduduk Makassar yang telah memeluk Islam kembali ke kepercayaan asalnya. Situasi ini menuntut solusi cepat.&nbsp;<\/p>\n<p>Kedua ulama berunding dan memutuskan untuk membagi tugas. Datuk Ri Bandang kembali ke Makassar untuk meyakinkan penduduk agar kembali memeluk Islam.<\/p>\n<p>Sementara Tuan Tunggang Parangan melanjutkan dakwahnya di Kalimantan dan berhasil menapaki Pelabuhan Kutai Lama, melangkah menuju istana Raja Kutai.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Raja Makota menyambutnya dengan hangat, membuka pintu bagi penyebaran Islam di tanah Kutai.<\/p>\n<p>Kisah Tuan Tunggang Parangan, seorang ulama Minangkabau, menjadi legenda dalam penyebaran agama Islam di Tanah Kutai, Kalimantan Timur.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/244422108\/kemendikbud-berhasil-identifikasi-718-bahasa-daerah-di-indonesia\">Baca: Kemendikbud identifikasi 718 bahasa lokal di Nusantara<\/a><\/p>\n<p>Kedatangan Tuan Tunggang Parangan menjadi babak baru dalam sejarah Islam di Kutai. Misi dakwahnya bukan hanya membawa perubahan spiritual, tetapi juga membuka jalan bagi kemajuan dan peradaban di tanah Kalimantan.<\/p>\n<p>Tuan atau Habib Tunggang Parangan merupakan salah satu tokoh penyebar agama Islam pertama di Kerajaan Kutai pada abad ke-16. Ia dikenal sebagai seorang ulama yang kharismatik dan memiliki ilmu agama yang tinggi.<\/p>\n<p>Dakwahnya yang penuh kelembutan dan kasih sayang berhasil menarik hati banyak penduduk Kutai untuk memeluk agama Islam.<\/p>\n<p>Kini, makam Habib Tunggang Parangan menjadi salah satu destinasi wisata religi yang populer di Kalimantan Timur.<\/p>\n<p>Makamnya kini kerap dikunjungi masyarakat setempat sebagai ziarah religius.&nbsp;<\/p>\n<p>Esti Utami, dari berbagai sumber<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Kerajaan Kutai Kertanegara yang semula bercorak Hindu, diyakini sebagai salah satu kerajaan tertua di tanah Nusantara. Berada di tepian Sungai Mahakam di Kalimantan Timur, Kutai Kertanegara&nbsp; menyimpan kisah pergeseran keyakinan dari kerajaan hindu kemudian menjadi kerajaan Islam.&nbsp; Perubahan di Kutai Kertanegara terjadi pada abad 16, atau sekitar tahun 1575. Pada era itulah, Raja [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":17944,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[4815,2273,4816],"class_list":["post-17943","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-hindu","tag-islam","tag-kutai-kertanegara"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/17943","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=17943"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/17943\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/17944"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=17943"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=17943"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=17943"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}