{"id":18015,"date":"2026-07-30T02:09:50","date_gmt":"2026-07-30T02:09:50","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=18015"},"modified":"2026-07-30T02:09:50","modified_gmt":"2026-07-30T02:09:50","slug":"brin-cuaca-ekstrem-meningkat-signifikan-ini-dampak-yang-dirasakan-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=18015","title":{"rendered":"BRIN: Cuaca Ekstrem Meningkat Signifikan Ini Dampak yang Dirasakan Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Kajian dengan menggunakan teknik dynamic downscaling resolusi tinggi dari tim periset BRIN mengugkap, cuaca ekstrem berupa kekeringan dan hujan ekstrem meningkat signifikan.<\/p>\n<p>Untuk memberikan pemahaman kepada publik dalam menghadapi cuaca ekstrem,&nbsp;pada akhir Januari lalu BRIN menggelar Media Lounge Discussion (MELODI).&nbsp;<\/p>\n<p>Peneliti Ahli Utama Klimatologi dan Perubahan Iklim, Pusat Riset Iklim dan Atmosfer-BRIN Erma Yulihastin sebagai salah satu narasumber utama mengatakan,&nbsp;cuaca ektrem berdampak di wilayah Sumatra bagian tengah dan selatan.<\/p>\n<p>Dilansir dari laman resmi BRIN, cuaca ekstrem berupa kekeringan ekstrem di masa mendatang diperkirakan juga akan berdampak pada wilayah Kalimantan bagian tengah, timur dan selatan (termasuk IKN).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244079130\/brin-cuaca-ekstrem-makin-sering-terjadi-sehingga-perlu-dibentuk-tim-khusus-untuk-menangani\">Baca: BRIN usul dibentuk tim khusus untuk antisipasi cuaca ekstrem yang makin sering terjadi<\/a><\/p>\n<p>Sedangkan wilayah Kalimantan bagian barat diproyeksikan mengalami hari-hari yang lebih basah.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk Pulau Jawa, sebagian besar wilayah terancam mengalami suhu maksimum yang lebih tinggi dan suhu minimum yang lebih rendah khususnya untuk pantura Jawa Timur,&#8221; sebut Erma.<\/p>\n<p>Selain kajian proyeksi perubahan iklim tersebut, lanjut Erma, kajian klimatologis terkini mengenai karakteristik hujan tahunan dan musiman di Indonesia juga diperlukan.<\/p>\n<p>Hal ini untuk memastikan&nbsp; agar indikasi perubahan iklim yang terjadi secara aktual saat ini di Indonesia dapat dipetakan dengan lebih baik, khususnya dalam hal perubahan pada pola musim dan cuaca ekstrem.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243700260\/dampak-perubahan-iklim-kenali-3-jenis-cuaca-ekstrem-yang-merusak\">Baca: Tiga jenis cuaca ekstrem yang merusak<\/a><\/p>\n<p>Erma mengatakan bahwa kajian mengenai indikasi perubahan hujan diurnal (pola yang terulang karena rotasi bumi) menjadi kunci penting.<\/p>\n<p>Perubahan hujan diurnal ini penting untuk memahami pola cuaca ekstrem yang terjadi di BMI selama dekade terkini sebagai dampak dari pemanasan global.<\/p>\n<p>Pada dasarnya, pola hujan diurnal di BMI mengikuti pola umum hujan di darat yang dipengaruhi oleh angin darat-laut dan gelombang gravitasi sehingga fase kejadian hujan adalah sore hari di atas darat dan pagi hari di atas laut.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Namun demikian, lanjut Erma, terdapat variasi fase hujan diurnal sehingga hujan maksimum di darat terjadi pada dinihari dengan frekuensi yang signifikan (sekitar 20%) untuk wilayah di utara Jawa bagian barat termasuk DKI Jakarta.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/241355029\/bnpb-minta-warga-antisipasi-potensi-bencana-hidrometrologi\">Baca: Perubahan iklim membuat bencana hidrometeorologi makin sering terjadi<\/a><\/p>\n<p>Hujan dinihari yang turun dengan intensitas tinggi atau ekstrem (P99th) tersebut bahkan telah dibuktikan merupakan penyebab banjir besar di Jakarta pada 2007, 2013, 2014, 2020.<\/p>\n<p>Hasil kajian BRIN menunjukkan karakteristik utama hujan dinihari yang terjadi di utara Jawa bagian barat dalam beberapa tahun terakhir, yaitu:<\/p>\n<p>(1) hujan mengalami propagasi (merambat\/bergerak) yang kuat dari laut menuju darat maupun sebaliknya,<\/p>\n<p>(2) keacakan dalam hal fase terjadinya hujan pada rentang waktu dinihari (01.00&ndash;04.00 WIB),<\/p>\n<p>(3) hujan dinihari memiliki keterkaitan yang kuat dengan hujan ekstrem yang memicu banjir besar di Jakarta.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Kajian dengan menggunakan teknik dynamic downscaling resolusi tinggi dari tim periset BRIN mengugkap, cuaca ekstrem berupa kekeringan dan hujan ekstrem meningkat signifikan. Untuk memberikan pemahaman kepada publik dalam menghadapi cuaca ekstrem,&nbsp;pada akhir Januari lalu BRIN menggelar Media Lounge Discussion (MELODI).&nbsp; Peneliti Ahli Utama Klimatologi dan Perubahan Iklim, Pusat Riset Iklim dan Atmosfer-BRIN Erma [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":18016,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[459,24,210],"class_list":["post-18015","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-cuaca-ekstrem","tag-hujan","tag-kekeringan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18015","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=18015"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18015\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18016"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=18015"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=18015"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=18015"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}