{"id":18122,"date":"2026-07-30T02:10:32","date_gmt":"2026-07-30T02:10:32","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=18122"},"modified":"2026-07-30T02:10:32","modified_gmt":"2026-07-30T02:10:32","slug":"penetapan-1-ramadhan-di-indonesia-kembali-berbeda-adakah-jalan-tengahnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=18122","title":{"rendered":"Penetapan 1 Ramadhan di Indonesia Kembali Berbeda, Adakah Jalan Tengahnya?"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Bagi umat Islam, penentuan awal bulan Ramadhan dan bulan 1 Syawal cukup krusial.<\/p>\n<p>Pasalnya, hukum Islam mewajibkan ibadah puasa sejak 1 Ramadhan (hari pertama puasa). Islam pun mengharamkan Muslim berpuasa pada 1 Syawal.<\/p>\n<p>Syawal adalah bulan kesepuluh dalam kalender Islam, yang datang tepat setelah bulan suci Ramadhan. Hari pertama di bulan Syawal inilah yang kita rayakan sebagai Hari Raya Idulfitri.<\/p>\n<p>Penentuan tanggal 1 Syawal yang tepat dan akurat menjadi penting untuk memastikan ibadah sesuai dengan waktunya.<\/p>\n<p>Selama ini, sebagian besar umat Muslim merujuk pada penentuan awal dan akhir Ramadhan dari dua sumber mainstream, yakni pemerintah &ndash; yang diikuti oleh organisasi Nahdlatul Ulama (NU) &ndash; dan organisasi Muhammadiyah.<\/p>\n<p>Baca: 1 Ramadhan 1445 Hijriah di Indonesia kemungkinan tidak dirayakan berbarengan&nbsp; &nbsp;<\/p>\n<p>NU dan Muhammadiyah merupakan dua organisasi Islam terbesar di Indonesia. Keduanya sering menetapkan tanggal awal dan akhir Ramadan yang berbeda karena memiliki metode penentuan yang tidak sama.<\/p>\n<p>Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang mengusung upaya&nbsp;<em>tajdid<\/em>&nbsp;(pembaruan) hukum Islam menggunakan metode Hisab. Sedangkan NU menerapkan metode rukyat.<\/p>\n<p>Untuk tahun ini, Muhammadiyah telah menentukan 1 Ramadhan jatuh pada 11 Maret 2024. Sementara Kemenag menyatakan baru akan melakukan sidang isbat pada Minggu (10\/3\/2024).<\/p>\n<p>Lantas adakah jalan tengah untuk dua hal ini?&nbsp;Dalam salah satu tulisannya, ahli hukum Islam terkemuka di Indonesia, Afifuddin Muhajir, mengutip pendapat dari pakar hukum Islam klasik yakni Taqiyuddin as-Subki.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24565654\/sering-terjadi-perbedaan-penentuan-1-syawal-adakah-jalan-tengahnya\">Baca: Mengapa sering terjadi perbedaan pendapat dalam menentukan awal Ramadhan<\/a><\/p>\n<p>Dia menyatakan bahwa ada kemungkinan untuk mencari jalan tengah (al-manhaj al-wasathi) antara pengadopsi metode Hisab dan Rukyat.<\/p>\n<p>Jalan tengah yang dapat ditempuh adalah pemerintah mengakomodasi ide Hisab dengan mempertimbangkan posisi ilmu astronomi yang bisa divalidasi secara saintifik dan matematis ketimbang metode Rukyat.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Ketika mencapai derajat kepastian yang lebih tinggi, Hisab bisa menggeser Rukyat sebagai metode yang valid.<\/p>\n<p>Di beberapa negara mayoritas Muslim lain, seperti Turki, pemerintahnya melakukan penyatuan kalender Hijriah.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/24560725\/tradisi-buka-puasa-indonesia-mampu-satukan-tokoh-tiga-agama-di-as\">Baca: Tradisi buka puasa bersama di Indonesia<\/a><\/p>\n<p>Dalam beberapa tahun belakangan, Turki mengadakan Konferensi Internasional Penyatuan Kalender Hijriah sebagai upaya mengembangkan metode Hisab yang universal dan bisa diterima oleh otoritas Muslim sedunia.<\/p>\n<p>Terlepas dari segala macam ketidaksepakatan, ada satu kaidah hukum Islam yang perlu diingat umat Muslim sedunia dalam perbedaan kalender Hijriah, yakni &ldquo;la yunkaru mukhtalaf fihi, wa innama yunkarul mujma&rsquo; &lsquo;alaihi &rdquo; .<\/p>\n<p>Dalam hal Hisab dan Rukyat, kaidah tersebut bermakna bahwa perbedaan itu niscaya sehingga tidak boleh diingkari sampai muncul kesepakatan yang bisa diterima oleh otoritas Muslim sedunia.<\/p>\n<p><strong>Zuliyan M. Rizky dari Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Islam Indonesia (UII) ikut berkontribusi dalam penulisan artikel ini.<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Bagi umat Islam, penentuan awal bulan Ramadhan dan bulan 1 Syawal cukup krusial. Pasalnya, hukum Islam mewajibkan ibadah puasa sejak 1 Ramadhan (hari pertama puasa). Islam pun mengharamkan Muslim berpuasa pada 1 Syawal. Syawal adalah bulan kesepuluh dalam kalender Islam, yang datang tepat setelah bulan suci Ramadhan. Hari pertama di bulan Syawal inilah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":18123,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2981,4733],"class_list":["post-18122","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-puasa","tag-ramadhan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18122","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=18122"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18122\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18123"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=18122"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=18122"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=18122"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}