{"id":18154,"date":"2026-07-30T02:10:40","date_gmt":"2026-07-30T02:10:40","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=18154"},"modified":"2026-07-30T02:10:40","modified_gmt":"2026-07-30T02:10:40","slug":"kemendikbud-berhasil-identifikasi-718-bahasa-daerah-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=18154","title":{"rendered":"Kemendikbud Berhasil Identifikasi 718 Bahasa Daerah di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia&nbsp;mengidentifikasi dan memvalidasi 718 bahasa daerah dan 778 dialek di Indonesia.<\/p>\n<p>&#8220;Saat ini Indonesia memiliki 718 bahasa daerah,&#8221; kata Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek,&nbsp;Hafidz Muksin Kamis malam.<\/p>\n<p>Berbicara&nbsp;&nbsp;saat membuka rapat koordinasi (Rakor) Revitalisasi Bahasa Daerah Pulau Bangka,&nbsp;Ia mengatakan bahasa daerah di Indonesia yang telah diidentifikasi dan divalidasi dalam pemetaan sebanyak 718 bahasa.<\/p>\n<p>Kemendikbud juga mengidentifikasi ada 778 dialek, 43 subdialek dan 248 kamus bahasa daerah dari 2.560 daerah pengamatan di Indonesia.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/sosial-budaya\/243319345\/bahasa-indonesia-ditetapkan-sebagai-bahasa-resmi-di-unesco-ini-dia-keuntungannya\">Baca: Bahasa Indonesia telah ditetapkan menjadi bahasa resmi oleh UNESCO<\/a><\/p>\n<p>&#8220;Saat ini kondisi bahasa daerah di Indonesia memprihatinkan, karena hari ini sudah ada 11 bahasa daerah yang punah,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Menurut dia, kepunahan bahasa daerah ini karena sikap penutur bahasa daerah jati atau setempat.<\/p>\n<p>Penutur jati atau orang tua dalam bertutur bahasa daerah di dalam keluarga, tetangga dan lingkungan sekitarnya yang sudah berkurang.<\/p>\n<p>Selain itu, kepunahan bahasa daerah ini karena adanya imigrasi atau tuntutan era perkembangan dunia yang mengglobal yang menjadikan bahasa daerah semakin terancam.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24571410\/separuh-dari-sekitar-6000-bahasa-di-dunia-terancam-punah\">Baca: Separuh dari 6000 bahasa lokal di dunia terancam punah<\/a><\/p>\n<p>Kepunahan bahasa daerah,ujarnya, juga dikarenakan adanya perkawinan campur sehingga kemudian anak-anaknya menggunakan bahasa Indonesia.<\/p>\n<p>&#8220;Misalnya,&nbsp;bapaknya orang Medan dan ibu orang Jawa, sehingga anaknya tidak bisa berbahasa Medan maupun Jawa,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Menurut dia, kepunahan bahasa daerah ini juga sebagai dampak&nbsp;perkembangan modernisasi. Orang yang ingin mengikuti modernisasi lebih ingin belajar bahasa asing.<\/p>\n<p>&#8220;Saat ini anak-anak di taman kanak-kanak (TK) sudah belajar bahasa Inggris ketimbang bahasa daerah, padahal bahasa ibu atau daerah ini harus lebih diutamakan agar bisa diwariskan ke anak cucu kita semua,&#8221; katanya.&nbsp;<\/p>\n<p class=\"text-muted mt-2 small\">Pewarta: Aprionis, Sumber: Antaranewscom<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia&nbsp;mengidentifikasi dan memvalidasi 718 bahasa daerah dan 778 dialek di Indonesia. &#8220;Saat ini Indonesia memiliki 718 bahasa daerah,&#8221; kata Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek,&nbsp;Hafidz Muksin Kamis malam. Berbicara&nbsp;&nbsp;saat membuka rapat koordinasi (Rakor) Revitalisasi Bahasa Daerah Pulau Bangka,&nbsp;Ia mengatakan bahasa daerah di Indonesia yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":18155,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[3481],"class_list":["post-18154","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-bahasa-daerah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18154","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=18154"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18154\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18155"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=18154"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=18154"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=18154"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}