{"id":18226,"date":"2026-07-30T02:11:21","date_gmt":"2026-07-30T02:11:21","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=18226"},"modified":"2026-07-30T02:11:21","modified_gmt":"2026-07-30T02:11:21","slug":"pemprov-diy-tutup-tpa-piyungan-per-april-2024-selanjutnya-pengelolaan-sampah-diserahkan-ke-masing-masing-pemda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=18226","title":{"rendered":"Pemprov DIY Tutup TPA Piyungan per April 2024, Selanjutnya Pengelolaan Sampah Diserahkan ke Masing-masing Pemda"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta akan secara penuh menutup&nbsp; Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Piyungan yang berada di Kabupaten Bantul pada akhir April 2024.<\/p>\n<p>Rencana penutupan TPA Piyungan diawali dengan peletakan batu pertama pembuatan pagar, Selasa (5\/3\/2024). Selanjutkan lokasi TPA Piyungan akan dijadikan lahan terbuka hijau.<\/p>\n<p>Pasca penutupan, pengelolaan sampah yang semula dibuang ke TPA Piyungan akan diserahkan kepada masing-massng Pemkab\/Pemkot.&nbsp;<\/p>\n<p>Bersamaan dengan ditutupnya TPA Piyungan,&nbsp;Pemprov DIY juga akan melakukan antisipasi pembukaan TPS liar di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.<\/p>\n<p>Usai melakukan peletakan batu pertama, Sekda DIY Beny Suharsono mengatakan, penutupan dilakukan karena daya tampung TPA Piyungan sudah mendekati ambang batas.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/241824608\/dosen-ugm-usulkan-sistem-pengelolaan-sampah-berbayar-tuk-atasi-masalah-tpa-piyungan\">Baca: Atasi penutupan TPA Piyungan, dosen UGM usulkan pengelolaan sampah berbayar<\/a><\/p>\n<p>Diperkirakan, TPA Piyungan hanya bisa menampung sampah sampai akhir April 2024 nanti. Melihat itu, sejumlah OPD menyarankan ditutup total.<\/p>\n<p>&#8220;Sehingga kita akan proses ini menjadi pengolahan,&#8221; kata Beny di TPA Regional Piyungan Selasa (5\/3\/2024) seperti dikutip Kompas.com.<\/p>\n<p>Pemda DIY akan melakukan penanaman vegetasi, sehingga lingkungan di bekas TPA Piyungan ini bisa kembali hijau. Saat ini tumpukan sampah di TPA Piyungan sudah menggunung, seperti bukit batu.<\/p>\n<p>Dilansir Kompas.com, tumpukan sampah di TPA Piyungan sudah ditutup dengan tanah, dan sekitarnya sudah berubah menjadi hijau.<\/p>\n<p>Beny menyebut, setelah penutupan tidak akan ditinggalkan, nantinya pihak Pemda DIY akan tetap melakukan pengolahan lindi atau air resapan sampah.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/242801289\/gerakan-mbah-dirjo-di-kota-yogyakarta-mampu-turunkan-sampah-hingga-50-persen\">Baca: Gerakan Mbah Dirjo mampu kurangi sampah di Yogya hingga 50 persen<\/a><\/p>\n<p>Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral DIY juga sudah membeli tanah di sekitar lokasi, nantinya akan dibuat ruang terbuka hijau.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">&#8220;Lahan yang sudah dibeli Pemda DIY tanda kutip melalui Dinas PU yang lahan kita siapkan untuk lingkungan hijau,&#8221; kata dia.&nbsp;<\/p>\n<p>Ia menambahkan, Pemprov DIY mengajak Sleman, Kota Yogyakarta, dan Bantul berkomitmen untuk pengelolaan sampah mandiri. Sehingga setelah April tidak ada lagi pembuangan sampah di Piyungan.<\/p>\n<p>Adapun skenarionya, jika sampai akhir April belum bisa, pengelolaan sampah di Sleman dan Bantul dilakukan oleh rumah tangga masing-masing.<\/p>\n<p>Sementara, untuk Kota Yogyakarta, dipersiapkan lahan di sekitar TPA Regional Piyungan, yang saat ini tengah dilakukan pembahasan terkait pengolahan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/242707412\/darurat-sampah-di-yogyakarta-lahirkan-inovasi-pengelolaan-sampah-mbah-dirjo\">Baca: Mengenal inovasi pengelolaan sampah Mbah Dirjo yang dikembangkan Pemerintah kota Yogyakarta<\/a><\/p>\n<p>Benny menambahkan, Pemerintah Kota Yogyakarta saat sedang menggodog proses kerjasama yang menggunakan lahan di bawah itu segera bisa selesai.<\/p>\n<p>&#8220;Sehingga skenarionya pertengahan April itu sudah bisa diolah dan berdiri pemrosesan, tinggal klik dengan perangkat daerah karena izin sudah dikeluarkan, alat sudah ada tinggal berproses,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>Dalam sambutannya, Beny meminta komitmen semua pihak, agar pengelolaan sampah dilakukan secara maksimal sehingga tidak memicu masalah baru.<\/p>\n<p>Ia mengingatkan, persoalan sampah di Yogyakarta, meski menggunung sebentar menggegerkan nasional. Kondisinya berbeda dengan kota lain.<\/p>\n<p>&#8220;Saat ini penanganan sampah tidak lagi berkonsep mengumpulkan, diangkut lalu dibuang ke TPS. Penanganan sampah harus dimulai dari hulu hingga hilir,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/244073063\/perkenalkan-kamikatsu-kota-tanpa-sampah-yang-menjadikan-tempat-daur-ulang-sebagai-pusat-komunitas\">Baca: Kota di Jepang ini nyaris tidak menghasilkan sampah<\/a><\/p>\n<p>Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY, Kusno Wibowo mengatakan, penutupan TPA regional Piyungan untuk desentralisasi pengelolaan sampah di Sleman, Bantul, dan Kota Yogyakarta berjalan.<\/p>\n<p>Adapun lahan untuk transisi di TPA Piyungan saat ini sekitar 2,5 hektar. Sedangkan kuota sampai hari ini masih 370 ton per hari.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi nanti di akhir April, atau awal Mei sudah ditutup penuh 100 persen,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>Saat disinggung mengenai potensi TPS liar setelah penutupan, pihaknya mengakui potensi itu sudah ada. Pihaknya berupaya berkomunikasi dengan pihak terkait.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">&#8220;Kita sudah komunikasikan semoga ke depan tidak jadi persoalan. Yang jelas kami bersama teman-teman DLH Kabupaten bekerjasama dalam hal ini untuk bagaimana TPS yang ilegal ini bisa kita koordinasikan,&#8221; kata Kusno.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta akan secara penuh menutup&nbsp; Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Piyungan yang berada di Kabupaten Bantul pada akhir April 2024. Rencana penutupan TPA Piyungan diawali dengan peletakan batu pertama pembuatan pagar, Selasa (5\/3\/2024). Selanjutkan lokasi TPA Piyungan akan dijadikan lahan terbuka hijau. Pasca penutupan, pengelolaan sampah yang semula dibuang ke [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":18227,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[10,37,4866],"class_list":["post-18226","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-kota","tag-sampah","tag-tpa-piyungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18226","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=18226"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18226\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18227"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=18226"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=18226"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=18226"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}