{"id":18305,"date":"2026-07-30T02:11:50","date_gmt":"2026-07-30T02:11:50","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=18305"},"modified":"2026-07-30T02:11:50","modified_gmt":"2026-07-30T02:11:50","slug":"hujan-ekstrem-picu-banjir-200-rumah-di-perbatasan-indonesia-malaysia-tergenang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=18305","title":{"rendered":"Hujan Ekstrem Picu Banjir, 200 Rumah di Perbatasan Indonesia-Malaysia Tergenang"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia &#8211;&nbsp;<\/strong>Sebanyak 200 rumah terdampak banjir yang terjadi di kawasan perbatasan Indonesia &#8211; Malaysia, di Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, sejak Jumat (1\/3\/2024) lalu.<\/p>\n<p>Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat (Kalbar) menyebut banjir ini terjadi akibat curah hujan tinggi (hujan ekstrem) yang mengguyur wilayah yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia itu.<\/p>\n<p>&#8220;Dari kejadian banjir pada 1 Maret 2024 di daerah perbatasan tepatnya di Kecamatan Sajingan Besar, total ada 200 rumah terdampak banjir itu termasuk Pos Pamtas dan Wisma Indonesia PLBN Aruk serta fasilitas lainnya,&#8221; jelas Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar,&nbsp;Daniel di Pontianak, Minggu (03\/03\/2024).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/244371961\/banjir-bandang-terjang-tanah-datar-pemerintah-tetapkan-masa-tanggap-darurat-14-hari\">Baca: Banjir di Tanah Datar, pemerintah tetapkan status tanggap darurat<\/a><\/p>\n<p>Melansir Antaranews, 200 rumah tersebut tersebar di dua desa yang terdampak banjir, yaitu desa Sebunga dan Kaliau.<\/p>\n<p>Berdasarkan data BPBD Kalbar, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Sedangkan ketinggian air bervariasi, hingga mencapai 120 centimeter.<\/p>\n<p>Dalam menangani banjir ini, Daniel menjelaskan BPBD telah mengambil sejumlah langkah yang dilakukan sejak Sabtu (02\/03\/2024) yaitu penanganan dan pemantauan di lapangan.<\/p>\n<p> &#8220;Sejumlah pihak turun tangan mulai BPBD, pemerintah desa, kecamatan, Tagana dan lainnya. Kondisi sudah surut kemarin,&#8221; katanya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/daerah\/244370802\/sempat-setinggi-semeter-lebih-banjir-yang-menggenangi-bandar-lampung-mulai-surut\">Baca: Banjir yang menggenangi Bandar Lampung mulai surut<\/a><\/p>\n<p>Sementara itu, Camat Sajingan Besar, Obertus mengungkapkan banjir kali ini merusak Jembatan Berkemajuan di Desa Kaliu&#8217; berupa peretakan.<\/p>\n<p> &#8220;Kemudian SDN 03 Sajingan Besar pagar roboh, perabot dan buku terendam akibat banjir bandang tersebut. Kami terus berkoordinasi atas dampak dan penanganannya, meski saat ini airnya sudah surut,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p> Tak hanya itu, banjir juga merusak sejumlah ruas jalan serta merobohkan pagar SDN 03 Sajingan Besar sekaligus perabot dan buku buku terendam.<\/p>\n<p> Banjir di perbatasan menyusul curah hujan tinggi yang terjadi pada Jumat (1\/3) sejak pukul 22.00 WIB.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244079130\/brin-cuaca-ekstrem-makin-sering-terjadi-sehingga-perlu-dibentuk-tim-khusus-untuk-menangani\">Baca: Cuaca ekstrem makin sering terjadi akibat perubahan iklim<\/a><\/p>\n<p>Kemudian banjir mulai menenggelamkan sebagian rumah warga pada Sabtu (2\/3\/2024) pukul 04.00 WIB &#8211; 09.00 WIB.<\/p>\n<p>Selanjutnya air surut dan tidak ada penambahan lokasi yang dilanda banjir.<\/p>\n<p>Reporter: Nurakhmayani<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Sebanyak 200 rumah terdampak banjir yang terjadi di kawasan perbatasan Indonesia &#8211; Malaysia, di Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, sejak Jumat (1\/3\/2024) lalu. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat (Kalbar) menyebut banjir ini terjadi akibat curah hujan tinggi (hujan ekstrem) yang mengguyur wilayah yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia itu. &#8220;Dari kejadian banjir [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":18306,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[408,404,1059],"class_list":["post-18305","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-banjir","tag-indonesia","tag-malaysia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18305","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=18305"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18305\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18306"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=18305"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=18305"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=18305"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}