{"id":18321,"date":"2026-07-30T02:11:55","date_gmt":"2026-07-30T02:11:55","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=18321"},"modified":"2026-07-30T02:11:55","modified_gmt":"2026-07-30T02:11:55","slug":"sulitnya-mengembangkan-raflesia-patma-sejak-ditanam-2004-baru-berbunga-16-kali","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=18321","title":{"rendered":"Sulitnya Mengembangkan Raflesia Patma, Sejak Ditanam 2004 Baru Berbunga 16 Kali"},"content":{"rendered":"<p> <!--img1--> <\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211;&nbsp;&nbsp;Rafflesia patma sebagai kerabat dekat Rafflesia arnoldii merupakan salah satu tumbuhan dilindungi karena keberadaannya di alam sudah langka dan terancam kepunahan.<\/p>\n<p>Peneliti Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi BRIN Yayan Wahyu Kusuma mengatakan pengembangan Rafflesia patma ini dilakukan sejak 2004.<\/p>\n<p>&#8220;Sejak 2004, kami telah berhasil meneliti dan menumbuhkan Rafflesia patma beserta tanaman inangnya. Tumbuhan endemik asal Pangandaran itu setidaknya telah mekar lebih dari 16 kali di Kebun Raya Bogor,&#8221; kata Yayan dalam keterangan di Jakarta, Minggu (3\/3\/2024).<\/p>\n<p>Pemerintah selama ini mendorong upaya konservasi kerabat Rafflesiaceae di habitat asalnya secara in situ di kawasan lindung, maupun di luar habitat asalnya atau secara ex situ seperti kebun raya, arboretum, dan taman kehati.<\/p>\n<p>BRIN meneliti keragaman genetik Rafflesia patma yang berasal dari lima lokasi yang berada di luar kawasan lindung.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244386319\/brin-mulai-jalankan-program-ekspedisi-untuk-mengeksplorasi-biodiversitas-di-kalimantan-tahun-ini\">Baca: BRIN luncurkan ekspedisi untuk mengeksplorasi keragamanhayati di Kalimantan&nbsp;<\/a><\/p>\n<p>Lima lokasi pelestarian Rafflesia patma itu&nbsp;yaitu Kebun Raya Bogor, Leuweung Cipeucang Geopark Ciletuh, Bojong Larang Jayanti, Leuweung Sancang, dan Pangandaran.<\/p>\n<p>Yayan menuturkan hasil penelitian selam dua dekade itu menunjukkan bahwa keragaman genetik Rafflesia patma yang berasal dari Leuweung Cipeucang paling tinggi karena punya poin 0,36 melebih keragaman generik spesies lainnya.<\/p>\n<p>Rafflesia yang berasal dari Kebun Raya Bogor (0,32), Bojong Larang Jayanti (0,08), Leuweung Sancang (0,32), dan Pangandaran (0,04).<\/p>\n<p>Menurutnya, kegiatan konservasi jenis-jenis tumbuhan langka yang tumbuh di luar kawasan lindung perlu terus digalakkan untuk meningkat keragaman genetik.<\/p>\n<p>&#8220;Selain Rafflesia patma, kami juga menemukan data serupa pada jenis tumbuhan langka lainnya yang tumbuh di luar kawasan lindung, seperti Vatica Bantamensis dan Hopea bilitonensis,&rdquo; kata Yayan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243223153\/mengenal-keanekaragaman-hayati-tanah-papua\">Baca: Mengenal keanekargaman hayati tanah Papua<\/a><\/p>\n<p>Sebelumnya, kurator Koleksi Anggrek dan Raflesia Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Sofi Mursidawati mengatakan, sejak awal dilestarikan pada 2004, baru berhasil (tumbuh dan mekar) di 2010.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi selama jangka waktu itu, saya tunggu kan sampai berhasil, berbunga. Dari 2010 sampai saat ini yang berhasil tumbuh hingga mekar bunganya baru ada 16,&#8221; katanya dikutip detik.com Kamis (3\/3\/2022).<\/p>\n<p>Jadi, lanjutnya, kalau pertanyaannya berapa Rafflesia patma yang tumbuh dan mekar, itu sudah 16, terakhir itu berbunga pada 2019.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau &#8216;bayi-bayi&#8217; raflesia sendiri itu ada sejak 2004, tetapi tidak semua tumbuh hingga mekar bunganya,&#8221; tambah Sofi, yang kini terus melakukan penelitian terhadap Rafflesia patma di Kebun Raya Bogor.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/242765101\/klhk-sejumlah-spesies-baru-ditemukan-di-hutan-indonesia\">Baca: KLHK temukan spesies baru di hutan Indonesia<\/a><\/p>\n<p>Mungkin banyak dari kita yang mengenal bunga Rafflesia Arnoldi tetapi kurang familiar dengan Rafflesia patma.&nbsp;<\/p>\n<p>Dua tanaman ini memang masih satu marga yakni dari&nbsp;Rafflesiaceae.&nbsp;Bunga Rafflesia merupakan salah satu tumbuhan dengan sifat unik sekaligus&nbsp;menyimpan misteri bagi ilmu tumbuh-tumbuhan.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Rafflesia sangat unik karena jenis ini&nbsp;hanya berupa kuncup atau bunga mekar, tidak ada batang, daun, dan akar.<\/p>\n<p>Di samping&nbsp;kuncup atau bunga, Rafflesia hanya dilengkapi haustorium, jaringan yang mempunyai&nbsp;fungsi mirip akar yang mengisap sari makanan hasil fotosintesa dari tumbuhan inang.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244396085\/indonesia-jadi-surga-penelitian-biodiversitas-brin-targetkan-temukan-50-spesies-baru-per-tahun\">Baca: Indonesia menjadi surga riset tentang biodiversitas<\/a><\/p>\n<p>Rafflesia dimasukkan dalam kelompok holoparasit, tumbuhan yang tidak bisa melakukan&nbsp;proses fotosintesa sendiri, seperti layaknya tumbuhan berbunga lainnya, dan sangat&nbsp;tergantung kepada inang.<\/p>\n<p>Tumbuhan inang Rafflesia sangat spesifik yaitu pada marga&nbsp;Tetrastigma. Walaupun begitu tidak semua jenis Tetrastigma menjadi inang Rafflesia, dan<br \/>hanya jenis-jenis tertentu dalam marga ini yang menjadi inang Rafflesia.<\/p>\n<p>Banyak orang mengira bahwa bunga rafflesia adalah bunga bangkai (Amorphophallus), padahal sejatinya Rafflesia adalah flora yang berbeda dengan bunga bangkai.<\/p>\n<p>Meskipun sama-sama mengeluarkan bau tak sedap menyerupai bangkai, bunga rafflesia adalah parasit yang hanya bisa hidup bergantung dari pohon inangnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24681919\/hari-spesies-terancam-punah-kapan-dan-mengapa-diperingati\">Baca: Mengenal hari spesies terancam punah sedunia<\/a><\/p>\n<p>Sementara bunga bangkai atau Amorphophallus berasal dari keluarga talas-talasan sehingga memiliki umbi, batang, hingga akar sendiri sehingga bisa mencari makan sendiri.<\/p>\n<p>Saat ini Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah meneliti keragaman genetik bunga Rafflesia patma yang berasal dari lima lokasi yang berada di luar kawasan lindung.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;&nbsp;Rafflesia patma sebagai kerabat dekat Rafflesia arnoldii merupakan salah satu tumbuhan dilindungi karena keberadaannya di alam sudah langka dan terancam kepunahan. Peneliti Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi BRIN Yayan Wahyu Kusuma mengatakan pengembangan Rafflesia patma ini dilakukan sejak 2004. &#8220;Sejak 2004, kami telah berhasil meneliti dan menumbuhkan Rafflesia patma beserta tanaman inangnya. Tumbuhan endemik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":18322,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[477,4883],"class_list":["post-18321","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-brin","tag-rafflesia-patma"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18321","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=18321"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18321\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18322"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=18321"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=18321"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=18321"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}