{"id":18337,"date":"2026-07-30T02:11:59","date_gmt":"2026-07-30T02:11:59","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=18337"},"modified":"2026-07-30T02:11:59","modified_gmt":"2026-07-30T02:11:59","slug":"indonesia-jadi-surga-penelitian-biodiversitas-brin-targetkan-temukan-50-spesies-baru-per-tahun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=18337","title":{"rendered":"Indonesia Jadi Surga Penelitian Biodiversitas, BRIN Targetkan Temukan 50 Spesies Baru Per Tahun"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> =&nbsp; Penemuan 49 spesies atau taksa baru pada tahun 2023, adalah bukti bahwa tanah Indonesia sangat kaya dan menjadi &ldquo;surga&rdquo; bagi penelitian biodiversitas atau keanekaragamanhayati.&nbsp;<\/p>\n<p>Kepala Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Bayu Adjie mengatakan bahwa pengungkapan biodiversitas Nusantara, khususnya melalui penemuan spesies baru, menjadi salah satu prioritas utama BRIN.<\/p>\n<p>Meskipun hanya sebagian kecil dari cakupan riset biosistematika dan evolusi, penemuan jenis baru memiliki dampak besar dalam asesmen biodiversitas serta menarik perhatian publik dan media massa.<\/p>\n<p>Untuk itu, BRIN menarget jumlah penemuan spesies baru setiap tahunnya. Tahun 2024, BRIN menargetkan penemuan 50 jenis baru, termasuk dari hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme.<\/p>\n<p>Dalam mendukung upaya itu, berbagai skema pendanaan diluncurkan, seperti Rumah Program dan Riset dan Inovasi Indonesia Maju (RIIM) Ekspedisi.<\/p>\n<p>&ldquo;Kami saat ini sedang mempersiapkan RIIM Invitasi Strategis Ekspedisi Biodiversitas Terestrial yang akan difokuskan di pulau Kalimantan,&rdquo; ujar Bayu&nbsp; seperti dilansir di laman resmi BRIN.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244386319\/brin-mulai-jalankan-program-ekspedisi-untuk-mengeksplorasi-biodiversitas-di-kalimantan-tahun-ini\">Baca: BRIN luncurkan ekpedisi untuk eksplorasi keragaman biodiversitas di Kalimantan<\/a><\/p>\n<p>Menurut Bayu, sekitar 96 persen dari spesies baru yang ditemukan merupakan spesimen asal Indonesia.<\/p>\n<p>Ini terjadi karena fokus penelitian yang kuat pada spesies-spesies di Indonesia, yang terkenal dengan kekayaan keanekaragaman hayatinya yang luar biasa.<\/p>\n<p>Meskipun sudah dieksplorasi sejak zaman kolonial, masih banyak yang belum terungkap di negeri ini, karena luasnya wilayah Indonesia dengan beragam ekosistem yang menjadi tempat penelitian biodiversitas.<\/p>\n<p>Lebih jauh, Bayu menjelaskan bahwa Indonesia demikian luas, terestrial maupun akuatik. Dengan demikian banyak tipe ekosistem, pulau-pulau, menjadi surga bagi penelitian biodiversitas.<\/p>\n<p>Menurutnya, negara-negara maju, rata-rata memiliki keanekaragaman hayati yang relatif rendah. Dengan SDM periset, anggaran dan infrastruktur yang maju bisa dianggap riset biodiversitas selesai di negaranya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243223153\/mengenal-keanekaragaman-hayati-tanah-papua\">Baca: Mengenal biodiversitas tanah Papua<\/a><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Sehingga mereka mengincar negara-negara dengan biodiversitas tinggi yang kebanyakan adalah negara berkembang untuk bekerja sama dalam riset biodiversitas.<\/p>\n<p>Untuk riset biodiversitas ini BRIN menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, baik dalam maupun luar negeri, seperti lembaga riset, universitas, dan NGO.<\/p>\n<p>&ldquo;Kolaborasi menjadi kunci untuk mengatasi kendala-kendala seperti SDM, anggaran, dan infrastruktur dalam riset biodiversitas,&rdquo; tandas Bayu.<\/p>\n<p>Di sisi lain, setelah penemuan spesies tersebut, Bayu menjelaskan langkah selanjutnya yang dilakukan oleh BRIN adalah melakukan identifikasi dan studi lebih lanjut terhadap spesies baru tersebut.<\/p>\n<p>Hal ini meliputi studi biologinya, pemanfaatan atau bioprospeksi, serta upaya konservasi jika diperlukan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/242765101\/klhk-sejumlah-spesies-baru-ditemukan-di-hutan-indonesia\">Baca: KLHK temukan spesies baru dari hutan Indonesia&nbsp;<\/a><\/p>\n<p>Penemuan jenis baru membuka potensi baru dalam pemahaman kita akan keanekaragaman hayati dan mendesak perlunya perlindungan dan pelestarian spesies-spesies tersebut mengingat berbagai ancaman yang mereka hadapi.<\/p>\n<p>Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Amir Hamidy menjelaskan proses pencarian dan identifikasi 49 taksa baru yang baru-baru ini diumumkan.<\/p>\n<p>Penemuan itu melalui serangkaian eksplorasi sebelumnya dan validasi spesimen yang ada, peneliti BRIN berhasil mengungkapkan keberadaan taksa-taksa baru yang mengagumkan.<\/p>\n<p>Dalam menentukan apakah sebuah taksa atau spesies merupakan taksa baru, Amir menekankan beberapa kriteria utama, termasuk karakter morfologi, molekuler, fisiologi, dan ekologi.<\/p>\n<p>&ldquo;Pengamatan mendalam terhadap ciri-ciri ini membantu para peneliti dalam mengklasifikasikan dan mengidentifikasi spesies baru dengan akurat,&rdquo; ungkapnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24681919\/hari-spesies-terancam-punah-kapan-dan-mengapa-diperingati\">Baca: Mengenal Hari Spesies Terancam Punah Sedunia<\/a><\/p>\n<p>Waktu yang dibutuhkan untuk menentukan sebuah&nbsp;spesies baru sangat bervariasi, bisa kurang dari satu tahun atau bahkan lebih dari 30 tahun.<\/p>\n<p>Hal ini tergantung pada sejauh mana penelitian manusia telah mempelajari taksa atau spesies tersebut.<\/p>\n<p>Amir menerangkan dalam proses identifikasi, metode DNA Barcoding menjadi alat yang sangat berguna. Dengan menggunakan data sekuen DNA terkait, peneliti dapat dengan cepat membandingkan dan mem-validasi keberadaan spesies baru.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Amir juga membagikan pengalamannya yang berkesan dalam penelitian dan eksplorasi biodiversitas di Indonesia.<\/p>\n<p>Menurutnya, setiap pengamatan menawarkan keunikan dan kekayaan keanekaragaman alam Nusantara yang memukau para peneliti.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia =&nbsp; Penemuan 49 spesies atau taksa baru pada tahun 2023, adalah bukti bahwa tanah Indonesia sangat kaya dan menjadi &ldquo;surga&rdquo; bagi penelitian biodiversitas atau keanekaragamanhayati.&nbsp; Kepala Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Bayu Adjie mengatakan bahwa pengungkapan biodiversitas Nusantara, khususnya melalui penemuan spesies baru, menjadi salah satu prioritas utama BRIN. Meskipun hanya sebagian kecil [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":18338,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1102,477,413],"class_list":["post-18337","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-biodiversitas","tag-brin","tag-spesies"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18337","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=18337"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18337\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18338"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=18337"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=18337"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=18337"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}