{"id":18462,"date":"2026-07-30T02:12:35","date_gmt":"2026-07-30T02:12:35","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=18462"},"modified":"2026-07-30T02:12:35","modified_gmt":"2026-07-30T02:12:35","slug":"sensus-burung-air-di-ancol-berhasil-mengidentifikasi-40-jenis-burung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=18462","title":{"rendered":"Sensus Burung Air di Ancol Berhasil Mengidentifikasi 40 Jenis Burung"},"content":{"rendered":"<p> <!--img1--> <\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Ancol Taman Impian menggandeng Jakarta Birdwatcher&rsquo;s Society dan Belantara Foundation&nbsp;menggelar sensus burung air di empat kawasan Ancol pada Minggu (25\/02\/2024).<\/p>\n<p>Sensus burung air ini dimulai sejak pukul 07.00 pagi di Ecopark, Putri Duyung Resort, Dermaga Marina dan Pantai Timur Ancol, Jakarta.&nbsp;Kegiatan ini dalam rangka meramaikan Asian Waterbird Census (AWC) atau sensus burung air&nbsp;se-Asia.<\/p>\n<p>Ancol Taman Impian dipilih menjadi lokasi kegiatan sensus burung air se-Asia tahun ini karena lokasi&nbsp;yang berada di pesisir Jakarta, terdapat hutan bakau tersisa dan merupakan daerah tujuan wisata.<\/p>\n<p>Lokasi wisata yang memiliki luas sekitar 150 hektare ini merupakan salah satu lokasi penting bagi&nbsp;pelestarian burung air di Jakarta dan diharapkan dapat menjadi percontohan bagi daerah wisata&nbsp;pantai lainnya di Indonesia.<\/p>\n<p>Tujuan utama kegiatan sensus burung air ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis burung air yang terdapat di&nbsp;kawasan Ancol sekaligus menumbuhkan kesadaran (awareness) warga terhadap spesies burung air.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244042216\/pengamatan-belantara-foundation-temukan-tiga-burung-langka-di-lapangan-banteng\">Baca: Pengamatan burung oleh Belantara Foundation<\/a><\/p>\n<p>Berdasarkan sensus burung air yang telah dilakukan di empat kawasan Ancol tahun 2024 ini,&nbsp;berhasil diidentifikasi 40 jenis burung dengan total 337 individu.<\/p>\n<p>Dari 40 jenis burung&nbsp;tersebut, terdapat 10 Jenis burung air dengan total berjumlah 93 individu.<\/p>\n<p>10 Jenis burung tersebut yaitu&nbsp;blekok sawah (Ardeola speciosa), kuntul kecil (Egretta garzetta), kokokan laut (butorides&nbsp;striatus), pecuk ular asia (Anhinga melanogaster),<\/p>\n<p>Juga ditemukan kuntul perak (Ardea intermedia), kowak&nbsp;malam abu (Nycticorax nycticorax), trinil pantai (Actitis hypoleucos), cangak abu (Ardea&nbsp;cinerea), pecuk padi hitam (Phalacrocorax sulcirostris) dan kareo padi (Amaurornis&nbsp;phoenicurus).<\/p>\n<p>Dari 10 jenis burung air yang berhasil diidentifikasi dalam sensus ini, terdapat satu jenis burung migran yaitu trinil&nbsp;pantai (Actitis hypoleucos).<\/p>\n<p>Berdasarkan status keterancaman, terdapat satu jenis burung air yang masuk ke dalam daftar&nbsp;merah International Union for Conservation of Nature (IUCN), yaitu burung pecuk ular asia&nbsp;(Anhinga melanogaster) berstatus hampir terancam punah \/ Near Threatened (NT).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244032764\/bksda-maluku-lepasliarkan-burung-nuri-sitaan-perdagangan-satwa-liar\">Baca: Mengintip keberadaan burung nuri di Maluku<\/a><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Hasil sensus burung air se-Asia 2024 di Ancol ini akan dilaporkan kepada Wetlands International&nbsp;Indonesia sebagai koordinator AWC Indonesia dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.<\/p>\n<p>Hasil sensus burung air ini dapat menjadi pengayaan data burung air Pemprov DKI Jakarta.<\/p>\n<p>Sebelumnya, pada Januari 2020, Ancol Taman Impian bersama Biodiversity Warriors juga pernah melakukan&nbsp;kegiatan serupa di kawasan Ecopark Ancol dan berhasil mengidentifikasi 14 jenis burung dengan&nbsp;total 132 individu.<\/p>\n<p>Dari 14 jenis burung tersebut, terdapat empat jenis burung air dengan total<br \/>19 individu.<\/p>\n<p>Jenis-jenis burung air tersebut yaitu blekok sawah (Ardeola speciosa), pecuk ular<br \/>Asia (Anhinga melanogaster), kokokan laut (Butorides striata), dan kareo padi (Amaurornis&nbsp;phoenicurus).<\/p>\n<p>Setelah itu, kegiatan AWC di kawasan Ancol belum dilakukan kembali karena<br \/>pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243299315\/lima-burung-kakatua-maluku-dilepasliarkan-populasinya-terus-menurun-akibat-perburuan-liar\">Baca: Populasi burung kakatua terus menurun<\/a><\/p>\n<p>Burung air memiliki populasi di lahan basah. Keberadaannya memiliki peran penting bagi manusia&nbsp;dan alam sekitar.<\/p>\n<p>Populasi burung air telah menjadi indikator lingkungan yang penting dalam<br \/>pengelolaan lahan basah.<\/p>\n<p>Di beberapa daerah persawahan dan hutan mangrove, burung air&nbsp;bermanfaat sebagai agen pengendali hama alami dan indikator kualitas lingkungan.<\/p>\n<p>Secara global, burung air menghadapi ancaman seperti kehilangan habitat, perburuan dan&nbsp;perdagangan secara ilegal, pencemaran air, perubahan iklim, serta kerusakan ekosistem yang&nbsp;berdampak pada produktivitas dan kesehatan habitat mereka.<\/p>\n<p>Direktur PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Eddy Prasetyo menyatakan bahwa Ancol tidak hanya&nbsp;merupakan kawasan wisata akan tetapi juga merupakan rumah bagi keanekaragaman hayati flora dan&nbsp;fauna ekosistem pesisir.<\/p>\n<p>&ldquo;Sejalan dengan salah satu fungsi kami&nbsp;sebagai lembaga konservasi dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati, keberadaan ini&nbsp;terus kami monitor dan evaluasi bersama Jakarta Birdwatcher Society,&rdquo; ujarnya<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243704921\/mengenal-elang-jawa-yang-dijadikan-lambang-negara-indonesia\">Baca Mengenal elang Jawa<\/a><\/p>\n<p>Sementara itu, Koordinator Jakarta Birdwatcher&rsquo;s Society, Ady Kristanto mengatakan bahwa&nbsp;keberadaan burung, khususnya burung air di Jakarta juga menghadapi ancaman serius.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Ancaman itu seperti hilangnya habitat akibat urbanisasi, pencemaran air di Teluk Jakarta, perburuan, dan tekanan&nbsp;dari aktivitas manusia.<\/p>\n<p>Upaya konservasi sangat dibutuhkan untuk melindungi burung air dan<br \/>habitat mereka.<\/p>\n<p>&ldquo;Memang disadari kesadaran masyarakat akan pentingnya burung di alam masih sangat rendah,&nbsp;sehingga banyak masyarakat yang acuh terhadap peran dari burung air bahkan memburunya.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, kegiatan pengamatan burung sebagai upaya penyadartahuan warga perlu&nbsp;ditingkatkan dan kegiatan sensus burung air ini adalah salah satunya&rdquo;, ujar Ady.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/242951738\/pameran-konservasi-melestarikan-binatang-langka-tak-berarti-harus-memiliki\">Baca: Melestarikan satwa liar tanpa harus memiliki<\/a><\/p>\n<p>Terpisah, Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna&nbsp;mengatakan, pelibatan masyarakat khususnya generasi muda, merupakan salah-satu&nbsp;kunci keberhasilan pelestarian satwa liar, termasuk burung air beserta habitatnya.<\/p>\n<p>&ldquo;Banyak cara untuk terlibat dalam pelestarian burung air beserta habitatnya, salah&nbsp;satunya yaitu berpartisipasi aktif dalam melakukan sensus burung air yang ada sekitar tempat&nbsp;tinggal mereka.<\/p>\n<p>Aksi tersebut diunggah di media sosial sehingga dapat menjadi motivasi dan<br \/>inspirasi bagi masyarakat khususnya generasi muda untuk terlibat aktif dalam menjaga dan&nbsp;melindungi burung air di daerah mereka&rdquo;, tandas Dolly.<\/p>\n<p>AWC adalah kegiatan kesukarelawanan untuk memantau burung air yang<br \/>dilakukan setiap tahun di setiap minggu ke-2 dan ke-3 di bulan Januari.<\/p>\n<p>Kegiatan tersebut&nbsp;dilakukan serentak secara internasional, meliputi wilayah Afrika, Amerika, dan Eropa, dan&nbsp;Australasia (Australia, Selandia Baru, Kepulauan Papua New Guinea, dan Kepulauan Pasifik).<\/p>\n<p>Di&nbsp;Indonesia, AWC 2024 sensus burung air dilakukan sepanjang bulan Januari dan Februari.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Ancol Taman Impian menggandeng Jakarta Birdwatcher&rsquo;s Society dan Belantara Foundation&nbsp;menggelar sensus burung air di empat kawasan Ancol pada Minggu (25\/02\/2024). Sensus burung air ini dimulai sejak pukul 07.00 pagi di Ecopark, Putri Duyung Resort, Dermaga Marina dan Pantai Timur Ancol, Jakarta.&nbsp;Kegiatan ini dalam rangka meramaikan Asian Waterbird Census (AWC) atau sensus burung air&nbsp;se-Asia. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":18463,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[245,4580],"class_list":["post-18462","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-burung-air","tag-sensus"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18462","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=18462"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18462\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18463"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=18462"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=18462"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=18462"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}