{"id":18587,"date":"2026-07-30T02:13:16","date_gmt":"2026-07-30T02:13:16","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=18587"},"modified":"2026-07-30T02:13:16","modified_gmt":"2026-07-30T02:13:16","slug":"fakta-emisi-co2-global-emisi-dari-energi-fosil-cetak-rekor-tapi-banyak-negara-sukses-turunkan-emisi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=18587","title":{"rendered":"Fakta Emisi CO2 Global: Emisi dari Energi Fosil Cetak Rekor Tapi Banyak Negara Sukses Turunkan Emisi"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Emisi karbon dioksida (CO2) global dari bahan bakar fosil terus meningkat dengan angka kenaikan pada 2023 sebesar 1,1%.<\/p>\n<p>Emisi tersebut mencetak rekor, dengan torehannya sebesar 36,8 miliar ton. Angka ini adalah temuan dari laporan tahunan bujet karbon ke-18 dari Global Carbon Project yang dirilis 5 Desember lalu.<\/p>\n<p>Emisi fosil CO2 berasal dari pembakaran dan penggunaan bahan bakar fosil (batu bara, minyak, dan gas bumi) serta produksi semen.<\/p>\n<p>Jika ditambahkan dengan angka pelepasan dan penyerapan emisi CO2 dari aspek alih fungsi lahan, seperti deforestasi dan reforestasi, kami menaksir aktivitas manusia akan mengeluarkan 40,9 miliar ton CO2 tahun ini.<\/p>\n<p>Vegetasi dunia beserta laut memang terus menyerap sekitar separuh dari CO2 yang terlepas dari permukaan Bumi. Sisanya akan terperangkap di atmosfer kemudian meningkatkan pemanasan planet kita.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244072371\/hilirisasi-nikel-membuat-rating-pengurangan-emisi-indonesia-terpuruk\">Baca: Hilirisasi nikel membuat rating emisi Indonesia terpuruk<\/a><\/p>\n<p>Dengan level emisi saat ini, dan dengan 50% kemungkinan, bujet karbon yang untuk membatasi suhu global 1,5&deg;C akan habis dalam tujuh tahun, dan 15 tahun lagi akan mencapai 1,7&deg;C.<\/p>\n<p>Fakta inilah yang menyebabkan kebutuhan pemangkasan emisi saat ini menjadi amat darurat.<\/p>\n<p>Emisi dari sumber energi fosil terus naik. Emisi CO2 dari sumber energi fosil saat ini mencapai 90% total emisi CO2 dari aktivitas manusia.<\/p>\n<p>Setiap sumber fosil mengalami kenaikan emisi dibanding tahun lalu,&nbsp;batu bara (41% dari emisi CO2 global) naik 1,1%,&nbsp;minyak bumi (32%) naik 1,5%,&nbsp;gas bumi (21%) naik 0,5%,&nbsp;semen (4%) naik 0,8%.<\/p>\n<p>Meskipun emisi global naik, gambaran setiap negara berbeda-beda. Ada beberapa yang menunjukkan kemajuannya dalam dekarbonisasi atau proses pengurangan emisi karbon.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244052637\/5-kabar-baik-untuk-lingkungan-pada-tahun-2023\">Baca: Lima kabar baik untuk lingkungan pada 2023<\/a><\/p>\n<p>Emisi dari Cina (31% dari total emisi global) naik 4% dengan peningkatan di seluruh sumber fosil. Pertumbuhan tertinggi berasal dari emisi minyak bumi.<\/p>\n<p>Kenaikan ini sebagian berasal dari pemulihan sektor transportasi yang sempat tiarap akibat pandemi COVID-19.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Di Amerika Serikat (14% dari total emisi global), emisi justru turun 3%. Usaha pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) mereka adalah penyebab terbesar pengurangan emisi.<\/p>\n<p>Emisi dari batu bara di AS mencapai titik terendah sejak 1903.&nbsp;Sementara itu, emisi India (8% dari total emisi global) naik 8,2%.&nbsp;India saat ini menjadi penyumbang emisi CO2 fosil terbesar ketiga di dunia.<\/p>\n<p>Emisi dari seluruh sumber fosil naik setidaknya 5% atau lebih, dengan kenaikan terbesar berasal dari batu bara (9,5%).&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/241771067\/dunia-sedang-kembangkan-bahan-bakar-hidrogen-dari-air-ini-plus-minusnya\">Baca: Dunia sedang kembangkan energi hidrogen, ini plus minusnya<\/a><\/p>\n<p>Emisi dari Uni Eropa (7% dari total emisi global) turun 7,4%. Penurunan ini disumbang oleh cepatnya penetrasi energi terbarukan dan dampak pasokan energi akibat perang di Ukraina.<\/p>\n<p>Di Indonesia, total emisi energi fosil CO2 melesat sebesar 18% pada 2022. Angka ini merupakan yang tertinggi selama 60 tahun terakhir.<\/p>\n<p>Cepatnya pertumbuhan sebagian terjadi karena usaha Indonesia memulihkan ekonomi pascapandemi.<\/p>\n<p>Sementara, sebagian lainnya adalah karena pertumbuhan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) baru sehingga emisi CO2 dari batu bara naik pesat sebesar 33%.<\/p>\n<p>Selama dekade 2013-2022, ada penurunan emisi fosil CO2 di 26 negara dan perekonomian mereka tetap bertumbuh.<\/p>\n<p>Beberapa di antaranya adalah Brasil, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Portugal, Rumania, Afrika Selatan, Inggris, dan AS.<\/p>\n<p><strong>Artikel ini telah terbit di The Conversation, Penulis: Pep Canadell<\/strong><br \/><strong>Chief Research Scientist, CSIRO Environment; Executive Director, Global Carbon Project, CSIRO dan Tim<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Emisi karbon dioksida (CO2) global dari bahan bakar fosil terus meningkat dengan angka kenaikan pada 2023 sebesar 1,1%. Emisi tersebut mencetak rekor, dengan torehannya sebesar 36,8 miliar ton. Angka ini adalah temuan dari laporan tahunan bujet karbon ke-18 dari Global Carbon Project yang dirilis 5 Desember lalu. Emisi fosil CO2 berasal dari pembakaran [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":18588,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[198],"class_list":["post-18587","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-emisi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18587","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=18587"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18587\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18588"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=18587"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=18587"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=18587"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}