{"id":18847,"date":"2026-07-30T02:14:36","date_gmt":"2026-07-30T02:14:36","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=18847"},"modified":"2026-07-30T02:14:36","modified_gmt":"2026-07-30T02:14:36","slug":"menata-kampung-pesisir-yang-adaptif-terhadap-perubahan-iklim-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=18847","title":{"rendered":"Menata Kampung Pesisir yang Adaptif Terhadap Perubahan Iklim (2)"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Fakultas Desain Universitas Pelita Harapan pernah menjadi mitra pemerintah DKI Jakarta dalam program CAP di Kelurahan Sukapura, Jakarta Utara pada 2021.<\/p>\n<p>Dalam praktiknya mereka menggunakan metode Desain sebagai Generator (Design as Generator), yang menggabungkan aktivitas penelitian&ndash;desain&ndash;aksi dalam pemberdayaan masyarakat.<\/p>\n<p>Kombinasi ini memungkinkan pembangunan kota yang hidup, lestari, dan berkeadilan dengan landasan ilmiah (theoretically informed practice) dan di saat yang sama turut pembangunan penghuninya.<\/p>\n<p>Dalam CAP, Tim UPH berhasil menggali keinginan warga untuk mempercantik kampung dan mengatasi banjir akibat sungai mengalami pendangkalan.<\/p>\n<p>&#8220;Kami kemudian membuat ruang dialog virtual antara warga dengan pemilik-pemilik bangunan, petugas kelurahan, perusahaan di sekitar Sukapura, hingga DPRD,&#8221; tulis Ruth Euselfvita Oppusunggu (Lecturer of Interior Design, UPH yang menjadi anggota tim UPH tersebut.<\/p>\n<p>Bersama Martin Luqman Katoppo, Dekan School of Design, Universitas Pelita Harapan UPH menangani proyek ini.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/244141374\/menata-kampung-pesisir-yang-adaptif-terhadap-perubahan-iklim-1\">Baca: Menata kampung pesisir yang adaptif terhadap perubahan lingkungan<\/a><\/p>\n<p>Dalam artikel yang dimuat di The Conversation, Ruth menulis kondisi RW 10 Sukapura tahun 2023 setelah warga mundur secara sukarela sejauh 3 meter dari pinggir kali hasil CAP 2021.&nbsp;<\/p>\n<p>Singkat cerita, dialog itu memicu perencanaan aksi pemulihan sungai yang kemudian berhasil mencegah banjir saat musim hujan. Warga pun terlibat dengan merenovasi rumahnya secara sukarela agar menjauh dari sempadan sungai.<\/p>\n<p>Solusi ini berlangsung tanpa adanya konflik sosial karena memang datang dari dialog warga bersama pemangku kepentingan.<\/p>\n<p>Contoh lainnya yang bisa dijadikan rujukan adalah program penataan Kampung Akuarium di Jakarta Utara yang berhasil memulihkan kehidupan warga pesisir sekaligus menjaga situs Cagar Budaya.<\/p>\n<p>Program ini juga disusun dengan skema CAP &#8211; CIP dengan pendampingan oleh kelompok relawan lainnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243717089\/masyarakat-pesisir-paling-rentan-terdampak-perubahan-iklim-tapi-sering-diabaikan\">Baca: Warga daerah pesisir paling terdampak perubahan iklim tetapi sering diabaikan<\/a><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Mengukur kesiapan<br \/>Memberdayakan kampung pesisir bukanlah langkah mudah karena memakan waktu, pikiran, dan tenaga masyarakat dan pemberdaya. Kesiapan warga berpartisipasi untuk menata kampungnya kemungkinan juga tak merata.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, agar program lebih efisien (waktu, biaya, tenaga) dan efektif (tepat sasaran), perlu diukur kesiapan partisipasi masyarakat pesisir secara:<\/p>\n<p>1. Hukum untuk memetakan kepastian legalitas kepemilikan lahan dan gedung hunian, mengingat anggaran pembangunan pemerintah hanya bisa untuk yang legal;<\/p>\n<p>2. Psikologis untuk merekam level kebahagiaan masyarakat dan keharmonisan hubungan masyarakat dan pemerintah. Ketika masyarakat bahagia, masyarakat akan percaya kepada pemerintah dan relasi keduanya akan lebih baik;<\/p>\n<p>3. Level partisipasi masyarakat yang memperlihatkan karakteristik partisipasi, sehingga dapat mengantisipasi atau meniadakan partisipasi transaksional demi menumbuhkan partisipasi berkelanjutan;<\/p>\n<p>4. Ekonomi yang mengelompokkan kelas ekonomi masyarakat sehingga dapat mengurai kendala ekonomi demi partisipasi aktif;<\/p>\n<p>5. Lainnya terkait dengan kondisi dan dampak terhadap kesehatan, keselamatan, kenyamanan, kemudahan kehidupan masyarakat. Misalnya, kondisi pengurukan pantai, dampaknya terhadap biota laut, dan tangkapan ikan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24565643\/ribuan-desa-pesisir-di-indonesia-timur-terancam-krisis-akibat-perubahan-iklim\">Baca: Ribuan desa pesisir terancam hilang akibat perubahan iklim<\/a><\/p>\n<p>Hasil pengukuran ini dapat menjadi bekal masyarakat pesisir, pemberdaya, dan pemerintah untuk melihat, apakah program prioritas pemerintah dapat langsung dilaksanakan, ataukah perlu program pendahuluan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.<\/p>\n<p>Temuan juga bisa menjawab soal siapa mitra ahli atau kalangan profesional yang perlu terlibat.<\/p>\n<p>Bagaimana tahapannya?<br \/>Setelah pengukuran kesiapan rampung, pemerintah dapat segera menyiapkan kajian program bersama akademisi dan lembaga negara terkait seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah.<\/p>\n<p>Kajian ini menjadi bekal penyusunan rencana induk dan tahap-tahap CAP. Ini juga termasuk perumusan kesepakatan terutama terkait keterlibatan, target, ukuran keberhasilan, pemantauan, dan evaluasi.<\/p>\n<p>Proses ini dilakukan bersama masyarakat agar mereka bisa menyepakati pemantauan dan evaluasi sesuai kemampuan.<\/p>\n<p>Setelah CAP, pemerintah dan masyarakat pesisir dapat memulai pelaksanaan program pemberdayaan. Program ini juga bisa melibatkan swasta dengan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24988339\/kebijakan-ekspor-pasir-laut-mengancam-kehidupan-nelayan-dan-ekosistem-pesisir\">Baca: Kebijakan ekspor pasir laut dinilai ancam ekosistem pesisir<\/a><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Langkah bersama<br \/>Pemerintah perlu menyadari iklim sudah berubah. Warga kampung pesisir membutuhkan pendampingan agar lebih tangguh menghadapinya.<\/p>\n<p>&#8220;Waktu kita tidak banyak. Kita membutuhkan cara &lsquo;luar biasa&rsquo; mempertahankan kampung pesisir selain program tahunan yang direncanakan dalam Musrenbang,&#8221; imbuh Ruth.<\/p>\n<p>Masyarakat pesisir juga perlu aktif menggalang inisiatif untuk bertahan dan berbenah di tengah ancaman kenaikan muka air laut, kehilangan biodiversitas laut, dan cuaca ekstrem.<\/p>\n<p>Tim UPH juga mengajak para akademisi untuk terlibat langsung membangun masyarakat pesisir. Keterlibatan para pakar dapat meningkatkan peluang program pemberdayaan yang berkelanjutan dan berlandaskan sains.<\/p>\n<p><strong>Artikel ini telah terbit di The Conversation, Pemulis:&nbsp;Ruth Euselfvita Oppusunggu (Lecturer of Interior Design, UPH) dan Martin Luqman Katoppo, (Dekan School of Design, UPH)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Fakultas Desain Universitas Pelita Harapan pernah menjadi mitra pemerintah DKI Jakarta dalam program CAP di Kelurahan Sukapura, Jakarta Utara pada 2021. Dalam praktiknya mereka menggunakan metode Desain sebagai Generator (Design as Generator), yang menggabungkan aktivitas penelitian&ndash;desain&ndash;aksi dalam pemberdayaan masyarakat. Kombinasi ini memungkinkan pembangunan kota yang hidup, lestari, dan berkeadilan dengan landasan ilmiah (theoretically [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":18848,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[260],"class_list":["post-18847","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-pesisir"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18847","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=18847"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18847\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18848"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=18847"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=18847"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=18847"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}