{"id":18855,"date":"2026-07-30T02:14:39","date_gmt":"2026-07-30T02:14:39","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=18855"},"modified":"2026-07-30T02:14:39","modified_gmt":"2026-07-30T02:14:39","slug":"prihatin-dengan-kemunduran-demokrasi-di-ujung-pemerintahan-jokowi-aktivis-jogja-gelar-aksi-jalan-mundur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=18855","title":{"rendered":"Prihatin dengan Kemunduran Demokrasi di Ujung Pemerintahan Jokowi, Aktivis Jogja Gelar Aksi Jalan Mundur"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>radarjogja.com<\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Forum Aktivis Jogja (Aktivis 98) melakukan aksi keprihatinan atas kondisi sekarang dengan prosesi jalan mundur dari Alun-Alun Utara menuju Gedung Agung Kota Jogja.<\/p>\n<p>Diiringi lagu Darah Juang, dengan mengenakan pakaian serba hitam dan membawa obor para peserta melakukan aksi jalan mundur.&nbsp;<\/p>\n<p>Prosesi jalan mundur ini sebagai bentuk rasa keprihatinan atas situasi demokrasi Indonesia yang malah mundur dikarenakan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dinilai melanggar etika.<\/p>\n<p>&#8220;Aksi jalan mundur ini tercetus secara spontan oleh teman-teman aktivis Jogjakarta khususnya aktivis 98 karena keprihatinan atas situasi demokrasi Indonesia belakangan ini,&#8221; ujar Koordinator Aksi, Widihasto Wasana Putra, Kamis (8\/2\/2024) malam.<\/p>\n<p>Dilansir radarjogja.com, para peserta aksi jalan mundur menilai proses demokrasi yang diperjuangkan sejak zaman gerakan reformasi oleh para aktivis 98 tersebut dinilai telah dinodai.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/244137740\/aksi-mahasiswa-tolak-pemilu-curang-dan-tuntut-pemakzulan-jokowi\">Baca: Aksi mahasiswa tuntut pemakzulan Jokowi<\/a><\/p>\n<p>Adanya pemilu multi partai, Pemilu yang Jujur adil dan bermartabat, ada MK dan KPU, Bawaslu dalam situasi hari ini dinilai berkebalikan dengan prinsip demokrasi.&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Mereka ternyata tidak lagi bisa dipercaya untuk melaksanakan proses demokrasi,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Hal tersebut dilihat dari keputusan MK dan KPU yang melanggar etika berat. Maka dari itu mereka menilai proses pemilu 2024 cacat etika dan cacat moral.<\/p>\n<p>&#8220;Setelah kita renungkan, sumber dari konflik ini adalah kepentingan yang dicontohkan oleh presiden Joko Widodo,&#8221; tandas Widi.<\/p>\n<p>Ia menegaskan, sebagai kepala negara, harusnya Jokowi menjaga netralitas justru seakan memaksakan anaknya, Gibran maju menjadi wakil presiden yang terbukti itu melanggar etika.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/244041803\/pakar-jokowi-sudah-memenuhi-syarat-untuk-dimakzulkan\">Baca: Pakar sebut Jokowi sudah layak dimakzulkan<\/a> &nbsp;<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Aksi jalan mundur ini, ujarnya, bertujuan juga untuk mengingatkan Presiden Joko Widodo untuk mengembalikan marwah demokrasi di Indonesia.<\/p>\n<p>Sehingga sesuai cita-cita dalam gerakan reformasi Mei 1998.<\/p>\n<p>&#8220;Kami menginginkan demokrasi yang betul-betul berasal dari rakyat, karena syarat menjadi negara maju adalah dengan adanya demokrasi yang baik,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Widi menambahkan, kalau demokrasinya tidak baik pasti negara itu akan gagal, karena praktik kolusi, korupsi, nepotisme (KKN) akan tambah subur,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>Pemilihan rute aksi di Alun-Alun Utara menuju Gedung Agung juga berdasarkan dari beberapa alasan. Alun-Alun Utara merupakan simbol tempat berkumpulnya rakyat dan kekuatan rakyat.<\/p>\n<p>&#8220;Aksi jalan mundur finish di Gedung Agung karena di gedung tersebut merupakan simbol kekuasaan,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/244083937\/sivitas-akademika-dari-berbagai-perguruan-tinggi-ramai-ramai-kritik-jokowi\">Baca: Sivitas akademika yang mengritik Jokowi terus bertambah<\/a><\/p>\n<p>Widi menegaskan, jika Presiden Joko Widodo tidak mau mendengar suara-suara rakyat, maka ada kemungkinan rakyat akan bergerak bersama menumbangkan pemerintahanya.<\/p>\n<p>Ia menyatakan aksi tersebut tidak terafiliasi oleh partai dan paslon capres-cawapres manapun.<\/p>\n<p>&#8220;Sudah banyak yang mengingatkan (Jokowi) bahwa bisa saja pemerintahannya tumbang, hanya tinggal menunggu waktu saja,&#8221;<\/p>\n<p>Sementara itu, salah seorang aktivis 98 yang hadir dalam aksi tersebut, Titok Hariyanto menambahkan aksi tersebut berawal dari keprihatinan atas potensi Pemilu 2024 yang tidak jujur dan adil.<\/p>\n<p>Aksi tersebut juga bertujuan untuk menunjukan kepada masyarakat bahwa demokrasi saat ini sedang mengalami kemunduran.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/243337452\/seruan-tokoh-bangsa-dari-jembatan-serong-demokrasi-dipertaruhkan-karena-praktik-politik-dinasti-di-pemilu-2024\">Baca: Demokrasi Indonesia dipertaruhkan karena politik dinasti<\/a><\/p>\n<p>&#8220;Jalan mundur itu kan merupakan simbol kemunduran demokrasi. Kita harus waspada dan memanfaatkan momentum Pemilu 2024 untuk memberikan satu pelajaran kepada siapapun yang saat ini menodai demokrasi,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, semangat Reformasi 98 yang dikhianati oleh politik dinasti harus dikembalikan.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Ia menyatakan, Reformasi 98 tidak hanya menurunkan Suharto, tetapi juga membangun nilai-nilai baru.<\/p>\n<p>&#8220;Nilai yang lebih menghargai kebebasan, memberikan ruang yang lebih demokratis kepada masyarakat, menciptakan Pemilu yang Jujur dan Adil,&#8221; tandasnya.<\/p>\n<p>Sumber: RadarJogja<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>radarjogja.com 7cloud.asia &#8211; Forum Aktivis Jogja (Aktivis 98) melakukan aksi keprihatinan atas kondisi sekarang dengan prosesi jalan mundur dari Alun-Alun Utara menuju Gedung Agung Kota Jogja. Diiringi lagu Darah Juang, dengan mengenakan pakaian serba hitam dan membawa obor para peserta melakukan aksi jalan mundur.&nbsp; Prosesi jalan mundur ini sebagai bentuk rasa keprihatinan atas situasi demokrasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":18856,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2253,112,4957],"class_list":["post-18855","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-aksi","tag-demokrasi","tag-jalan-mundur"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18855","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=18855"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18855\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18856"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=18855"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=18855"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=18855"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}