{"id":18941,"date":"2026-07-30T02:15:17","date_gmt":"2026-07-30T02:15:17","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=18941"},"modified":"2026-07-30T02:15:17","modified_gmt":"2026-07-30T02:15:17","slug":"menjadi-solopreneur-siapa-takut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=18941","title":{"rendered":"Menjadi Solopreneur, Siapa Takut?"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Istilah solo entrepreneur yang kemudian disingkat menjadi solopreneur belakangan makin sering terdengar dan diucapkan oleh gen Z dan milenial.&nbsp;<\/p>\n<p>Istilah solopreneur merujuk pada seseorang yang menjalankan peran ganda dalam kegiatan usahanya, menjadi pemilik sekaligus karyawan satu-satunya dalam menjalankan bisnis.<\/p>\n<p>Mungkin, banyak dari kita yang pernah melihat atau bahkan menjalani fakta soal solopreneur ini. Hanya saja kita belum familier dengan istilah yang tergolong baru ini.<\/p>\n<p>Jadi segera saja kita menggali lebih jauh apa itu solopreneur dan apa bedanya dengan entrepeneur.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam Buku Putih &#8220;Solopreneur: Potensi Kekuatan Baru Ekonomi Indonesia&#8221; yang diterbitkan oleh Segara Research Institute dan Bank Saqu memproyeksikan 117 juta jiwa bisnis timbul di Indonesia pada 2030<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/gaya-hidup\/243102178\/menikmati-hidup-ala-slow-living-hargai-apa-yang-kita-miliki-saat-ini\">Baca: Menikmati hidup ala slow living<\/a><\/p>\n<p>Ini artinya satu dari tiga orang Indonesia diproyeksikan menjadi solopreneur. Wow, angka yang tidak sedikit bukan?&nbsp;<\/p>\n<p>Studi tersebut memperkirakan bahwa kontribusi solopreneur kepada produk domestik bruto (PDB) adalah sebesar 36 persen pada 2030.<\/p>\n<p>Namun, dalam studi tersebut terungkap bahwa wirausahawan tersebut sering kali menghadapi tantangan seperti pendapatan yang tidak konsisten dan lain-lain.<\/p>\n<p>Dilansir Indeed, solopreneur&nbsp;akan bertanggung jawab mengerjakan setiap pekerjaan untuk membangun bisnis seorang diri.<\/p>\n<p>Saat bisnis berkembang pesat, maka ia akan mendapatkan keuntungannya seorang diri. Pun demikian, dia sendiri yang akan menanggung jika bisnisnya berjalan lamban atau malah merugi<\/p>\n<p>Umumnya seorang&nbsp;solopreneur&nbsp;memulai bisnisnya karena memiliki suatu ide bisnis yang bagus dan&nbsp;<em>skill<\/em>&nbsp;yang mumpuni untuk menjalankannya sendiri.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/gaya-hidup\/243033524\/kiat-menghabiskan-malam-ala-slow-living-buang-pikiran-untuk-selalu-produktif\">Baca: Kamu nggak harus berpikir untuk selalu produktif<\/a><\/p>\n<p>Selain itu, biasanya mereka juga ingin memiliki fleksibilitas dalam bekerja dan ingin menjadi bos bagi dirinya sendiri.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Menurut&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.prnewswire.com\/news-releases\/solopreneurs-are-on-the-rise-300921088.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">PRNewswire<\/a>, setiap tahunnya minat dan jumlah individu yang menjalani&nbsp;profesi ini akan meningkat.<\/p>\n<p>Tepatnya, sebanyak 82 persen pekerja yang bekerja sendiri merasa lebih bahagia daripada bekerja di perusahaan.<\/p>\n<p>Kepuasan yang tinggi saat bekerja sendirian membuat&nbsp;solopreneur&nbsp;semakin banyak dilirik orang.<\/p>\n<p>Menjadi solopreneur juga tak membutuhkan banyak modal, modal utama adalah gagasan, kemauan dan kerja keras.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/gaya-hidup\/243028068\/10-prinsip-gaya-hidup-slow-living-kamu-bisa-berproses-bersamanya\">Baca: 10 prinsip slow living<\/a><\/p>\n<p>Jika kamu tertarik menjadi solopreneur, berikut beda solopreneur dengan entrepeneur, seperti dilansir Glints:<\/p>\n<p><strong>1. Tugas<\/strong><\/p>\n<p>Perbedaan&nbsp;<em>solopreneur<\/em>&nbsp;dan&nbsp;<em>entrepreneur<\/em>&nbsp;yang pertama bisa dilihat dari tugas yang diembannya sehari-hari.<\/p>\n<p>Khususnya bagi mereka yang ingin menciptakan dan menjalankan bisnis yang sesuai dengan kemampuan atau menciptakan bisnis sesuai dengan hobinya.<\/p>\n<p>Seorang&nbsp;<em>solopreneur<\/em>&nbsp;memiliki tanggung jawab atas semua aspek bisnis. Setiap pekerjaan akan dilakukan seorang diri demi mencapai tujuan bisnis.<\/p>\n<p>Berbeda dengan seorang&nbsp;<em>entrepreneur<\/em>&nbsp;karena mereka bertugas untuk mendelegasikan dan mengelola bisnisnya.<\/p>\n<p>Sebenarnya saat seorang&nbsp;<em>entrepreneur<\/em>&nbsp;baru memulai bisnis, seringkali mereka juga melakukan semua pekerjaan sendiri.<\/p>\n<p>Namun, seiring berkembangnya bisnis akhirnya ia mempekerjakan orang lain dan bertanggung jawab untuk mengelola bisnisnya agar semakin maju.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/gaya-hidup\/241811983\/cara-sederhana-memulai-slow-living-jangan-salah-mengartikan-dengan-bermalas-malasan\">Baca: Cara sederhana memulai slow living<\/a><\/p>\n<h3><strong>2.&nbsp;<\/strong><strong>Ukuran bisnisnya<\/strong><\/h3>\n<p>Seorang&nbsp;<em>solopreneur<\/em>&nbsp;tidak ingin membangun &ldquo;kerajaan&rdquo; bisnis.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Ia lebih menyukai bertahan dengan ukuran bisnis yang bisa dikelolanya dengan mudah karena semua keputusan menjadi tanggung jawabnya sendiri.<\/p>\n<p>Itu sebabnya jika ingin bekerja mandiri, kamu harus paham dengan&nbsp;<a href=\"https:\/\/glints.com\/id\/lowongan\/business-model\/#.YnmE_uhBw2w\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">model bisnis<\/a>&nbsp;yang paling sesuai dengan kemampuanmu. Lalu, pahami juga cara memanfaatkan&nbsp;<em>tools<\/em>&nbsp;agar mempermudah pekerjaan.<\/p>\n<p>Di sisi lain, seorang&nbsp;<em>entrepreneur<\/em>&nbsp;akan terus membangun bisnisnya. Karena itu, ia membutuhkan kehadiran orang lain untuk membantunya menggapai tujuan bisnis.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/gaya-hidup\/241807308\/kurangi-tekanan-hidup-di-kota-yang-sibuk-dengan-slow-living\">Baca: Menjalani slow living di kota yang sibuk<\/a><\/p>\n<h3><strong>3.&nbsp;<\/strong><strong>Fokus bisnis yang dijalankan<\/strong><\/h3>\n<p>Fokus bisnis dari&nbsp;<em>solopreneur<\/em>&nbsp;hanya satu dan tidak bercabang karena mereka ingin menjaga skala bisnis tetap dalam jangkauannya.<\/p>\n<p>Meskipun harus berkutat pada satu model bisnis dalam jangka waktu yang lama, tapi ia tidak mudah bosan apalagi menyerah. Hal itu disebabkan, bisnis yang digeluti sesuai dengan&nbsp;<em>passion<\/em>-nya.<\/p>\n<p>Sementara itu,&nbsp;<em>entrepreneur<\/em>&nbsp;bisa memiliki banyak fokus bisnis. Mereka adalah tipe orang yang selalu memiliki ide baru dan menarik.<\/p>\n<p>Dengan kemampuan dan sumber daya yang dimilikinya,&nbsp;<em>entrepreneur<\/em>&nbsp;akan selalu mencoba peluang yang berbeda dan merintis bisnis baru.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/241768964\/perubahan-iklim-jadi-momentum-tuk-jalani-gaya-hidup-frugal-living\">Baca: Mengapa orang berpaling ke frugal living<\/a><\/p>\n<h3><strong>4.&nbsp;<\/strong><strong>Pengelolaan keuangan<\/strong><\/h3>\n<p>Ukuran bisnis juga akan memengaruhi pengelolaan keuangannya. Semakin besar suatu bisnis, tentu saja akan semakin besar tanggung jawab keuangannya.<\/p>\n<p><em>Entrepreneur<\/em>&nbsp;yang memiliki banyak pekerja bisa menugaskan karyawan yang khusus menangani keuangan.<\/p>\n<p>Namun, ruang lingkup tanggung jawabnya pun semakin luas mulai dari gaji karyawan, tunjangan, hingga pajak.<\/p>\n<p>Berbeda dengan&nbsp;<em>solopreneur<\/em>&nbsp;yang ukuran bisnisnya lebih kecil sehingga pengelolaan keuangannya akan lebih sederhana karena bekerja seorang diri.<\/p>\n<p><strong>Esti Utami, dari berbagai sumber<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Istilah solo entrepreneur yang kemudian disingkat menjadi solopreneur belakangan makin sering terdengar dan diucapkan oleh gen Z dan milenial.&nbsp; Istilah solopreneur merujuk pada seseorang yang menjalankan peran ganda dalam kegiatan usahanya, menjadi pemilik sekaligus karyawan satu-satunya dalam menjalankan bisnis. Mungkin, banyak dari kita yang pernah melihat atau bahkan menjalani fakta soal solopreneur ini. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":18942,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[4971],"class_list":["post-18941","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-solopreneur"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18941","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=18941"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18941\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18942"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=18941"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=18941"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=18941"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}