{"id":18997,"date":"2026-07-30T02:15:34","date_gmt":"2026-07-30T02:15:34","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=18997"},"modified":"2026-07-30T02:15:34","modified_gmt":"2026-07-30T02:15:34","slug":"grace-natalie-bilang-lumbung-pangan-perlu-dibuat-masif-analisis-data-bilang-tidak-tepat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=18997","title":{"rendered":"Grace Natalie Bilang Lumbung Pangan Perlu Dibuat Masif, Analisis Data Bilang Tidak Tepat"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Penduduk tiap tahun nambah 3 juta orang. Per orang, butuh 120 kilogram beras per tahun. Sedangkan luas lahan pertanian berkurang 100 ribu hektare (ha) per tahun.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi, kita cepat atau lambat kalau enggak menambah secara masif atau membuat lumbung pangan, kita pasti akan krisis pangan,&#8221; ujar&nbsp;Grace Natalie, Wakil Ketua Umum Tim Kampanye Nasional pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka,&nbsp; yang tayang di kanal YouTube TVOneNews pada 23 Januari 2024.<\/p>\n<p>Benarkah?&nbsp;Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertambahan penduduk setiap tahun memang mencapai 3 juta jiwa.<\/p>\n<p>Adapun rincian jumlah penduduk dari tahun ke tahun adalah: 2020 sebanyak 270 juta jiwa, 2021 sebanyak 272 juta, 2022 sebanyak 275 juta, dan 2023 mencapai 278 juta jiwa.<\/p>\n<p>Sementara, luas panen padi pada 2022 mencapai sekitar 10,45 juta ha, naik 40,87 ribu ha atau 0,39% dibandingkan luas panen padi di 2021 yang sebesar 10,41 juta ha.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/ekbis\/243094112\/alih-fungsi-lahan-pertanian-picu-krisis-harga-pangan\">Baca: Alih fungsi lahan ancam produksi pangan<\/a><\/p>\n<p>Kenaikan menyebabkan produksi beras untuk konsumsi pangan penduduk pada 2022 mencapai 31,54 juta ton, bertambah 184,50 ribu ton atau 0,59% dibandingkan produksi beras pada 2021 yang sebesar 31,36 juta ton.<\/p>\n<p>Jika dikaitkan dengan konsumsi beras di tahun yang sama, menurut data Kementerian Pertanian,konsumsi beras di tahun 2022 sekitar 30.6 juta ton.<\/p>\n<p>Ini lebih besar dibanding konsumsi di tahun 2021 yang berkisar 30.04 juta ton. Namun hal ini masih setara dengan kenaikan produksi beras di tahun 2022.<\/p>\n<p>Jadi dapat disimpulkan bahwa produksi dan konsumsi beras sampai tahun 2022 masih mencukupi kebutuhan konsumsi Masyarakat.<\/p>\n<p>Adapun luas panen padi pada 2023 menjadi 10,20 juta hektare, menurun sebanyak 255,79 ribu ha atau 2,45% dibandingkan 2022 sebesar 10,45 juta ha.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/242752820\/mentan-perkirakan-indonesia-bisa-kekurangan-beras-hingga-12-juta-ton-akibat-el-nino\">Baca: Kekeringan akibat El Nino pengaruhi produksi pangan<\/a> &nbsp;<\/p>\n<p>Akibatnya, produksi beras untuk konsumsi pangan penduduk menurun sebanyak 645,09 ribu ton atau 2,05% menjadi 30,90 juta ton, dibandingkan produksi tahun 2022 sebesar 31,54 juta ton.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Fenomena cuaca kering El Nino yang terjadi pada 2023 diduga menjadi penyebab penurunan produksi beras.<\/p>\n<p>Hasil analisis:<br \/>Benar bahwa setiap tahun pertambahan penduduk mencapai 3 juta jiwa, tapi luasan panen padi juga bertambah&mdash;kecuali pada 2023, yang mungkin menurun karena El Nino.<\/p>\n<p>Data-data di atas juga menunjukkan bahwa produksi dan konsumsi beras sampai tahun 2022 masih mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat.<\/p>\n<p>Walaupun begitu, mengatasi krisis pangan bukan hanya dengan menambah produksi dan menambah luas lahan pertanian, tetapi juga meningkatkan akses masyarakat pada pangan yang sudah tersedia.<\/p>\n<p>Jadi pernyataan Grace Natalie kurang tepat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Penduduk tiap tahun nambah 3 juta orang. Per orang, butuh 120 kilogram beras per tahun. Sedangkan luas lahan pertanian berkurang 100 ribu hektare (ha) per tahun. &#8220;Jadi, kita cepat atau lambat kalau enggak menambah secara masif atau membuat lumbung pangan, kita pasti akan krisis pangan,&#8221; ujar&nbsp;Grace Natalie, Wakil Ketua Umum Tim Kampanye Nasional [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":18998,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1799,25],"class_list":["post-18997","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-beras","tag-petani"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18997","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=18997"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/18997\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/18998"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=18997"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=18997"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=18997"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}