{"id":19065,"date":"2026-07-30T02:15:53","date_gmt":"2026-07-30T02:15:53","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=19065"},"modified":"2026-07-30T02:15:53","modified_gmt":"2026-07-30T02:15:53","slug":"pro-kontra-penghentian-alokasi-anggaran-lpdp-untuk-dialihkan-ke-pembiayaan-riset","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=19065","title":{"rendered":"Pro Kontra Penghentian Alokasi Anggaran LPDP untuk Dialihkan ke Pembiayaan Riset"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) berencana menghentikan sementara alokasi anggaran Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).<\/p>\n<p>LPDP dilakukan ini demi memperkuat pengembangan riset. Anggota Komisi X DPR Ledia Hanifa Amaliah menilai rencana pemerintah untuk menghentikan sementara alokasi LPDP tidak memiliki argumentasi yang kuat.<\/p>\n<p>Ia menilai alokasi anggaran LPDP dialihkan untuk pengembangan riset, sebagai hal yang tidak masuk akal.<\/p>\n<p>Sebab, berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Pemerintah Indonesia berkewajiban untuk mengalokasikan dana abadi riset.<\/p>\n<p>Maka, jelasnya, alokasi anggaran pendidikan, salah satunya digunakan untuk kebutuhan beasiswa, dan alokasi dana abadi riset yang telah ditetapkan secara terpisah.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/pendidikan\/244044588\/yayasan-plan-internasional-perubahan-iklim-akibatkan-jutaan-anak-putus-sekolah\">Baca: Perubahan iklim sebabkan jutaan anak putus sekolah<\/a><\/p>\n<p>Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2021 tercantum bahwa LPDP memperoleh mandat untuk mengelola seluruh Dana Abadi di Bidang Pendidikan.<\/p>\n<p>Dana ini terdiri dari Dana Abadi Pendidikan, Dana Abadi Penelitian, Dana Abadi Perguruan Tinggi, dan Dana Abadi Kebudayaan.<\/p>\n<p>Selanjutnya, dalam penyaluran dan penerapannya, LPDP bersinergi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kementerian Agama (Kemenag), dan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN).&nbsp;&nbsp;<\/p>\n<p>Ia khawatir pengalihan dana LPDP dialokasikan untuk membiayai riset asal-asalan saja. Jika dana beasiswa ditarik ke dana abadi riset, tidak realistis.<\/p>\n<p>&#8220;Pemerintah ini seharusnya membuat kebijakan anggaran pendidikan yang sistematis dan terukur,&#8221; ucap Ledia melalui pesan suara kepada&nbsp;<strong><em>Parlementaria<\/em><\/strong>, di Jakarta, Sabtu (27\/1\/2023).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/pendidikan\/243711347\/fakta-dari-turunnya-skor-pisa-2022-jumlah-gurutidak-merata-dan-fasilitas-tak-memadai\">Baca: Skor PISA Indonesia turun, ini sebabnya<\/a><\/p>\n<p>Ia menambahkan, jika pemerintah ingin menguatkan sektor riset di Indonesia seharusnya bukan mengalihkan anggaran LPDP, melainkan dengan menyusun rencana induk riset nasional.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Langkah ini dinilai krusial, karena akan menentukan prioritas program-program riset yang akan diupayakan oleh negara. Diketahui, BRIN belum menuntaskan tugas tersebut sampai saat ini.<\/p>\n<p>&#8220;Jika tidak didasarkan pada rencana induk riset nasional, semua (anggaran) akan menjadi sia-sia, mubazir,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Selain menyelesaikan rencana induk riset nasional, Ledia mengusulkan agar pemerintah pusat melalui LPDP untuk membuka formasi beasiswa magister dan doktoral khusus riset yang menjadi prioritas negara.<\/p>\n<p>Solusi ini, menurutnya, akan mujarab diterapkan dibandingkan mengalihkan sepenuhnya untuk riset.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/pendidikan\/243684245\/skor-pisa-indonesia-turun-drastis-ini-respon-dpr\">Baca: Skor PISA Indonesia turun, DPR Minta pemerintah lakukan evaluasi<\/a><\/p>\n<p>Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda mengusulkan agar&nbsp;pemerintah membuat kebijakan untuk menambah kuota penerimaan beasiswa.<\/p>\n<p>Usulan ini perlu dipertimbangkan agar generasi muda bangsa semakin mudah memperoleh akses pendidikan hingga ke perguruan tinggi.<\/p>\n<p>&#8220;Kami menolak penghentian kucuran dana APBN untuk LPDP. Dalam pandangan kami justru kucuran dana untuk LPDP ditambah agar kuota mahasiswa penerima beasiswa dari program ini makin banyak,&#8221; tutur Huda.<\/p>\n<p>Pada kesempatan berbeda, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menyampaikan bahwa Kementerian Keuangan akan tetap mengalokasikan anggaran dana abadi program LPDP.<\/p>\n<p>Pasalnya, alokasi anggaran untuk LPDP tersebut telah dimuat APBN 2024. Dalam APBN 2024, pemerintah mengalokasikan anggaran senilai Rp25 triliun untuk dana abadi klaster pendidikan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/pendidikan\/244034540\/satu-keluarga-miskin-satu-sarjana-cara-ganjar-mahfud-entaskan-kemiskinan\">Baca: Pendidikan jadi sarana untuk entaskan kemiskinan<\/a><\/p>\n<p>Anggaran tersebut dialokasikan untuk peningkatan akses masyarakat terhadap pendidikan dan keberlanjutan pengembangan pendidikan, termasuk Dana Abadi Pesantren dan untuk pengembangan riset dan teknologi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Berdasarkan data yang ada, kuota penerima beasiswa LPDP di kisaran 9.000-10.000 mahasiswa dalam satu tahun.<\/p>\n<p>Setiap tahun, APBN dikucurkan sebesar Rp20 triliun untuk Dana Abadi Pendidikan. Di mana, dana tersebut digunakan untuk membiayai Program LPDP.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Diketahui, kini Dana Abadi Pendidikan (DAP) telah terkumpul sebanyak Rp140 triliun dengan nilai manfaat per tahun digunakan untuk membiayai keperluan beasiswa pada kisaran Rp5 triliun.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) berencana menghentikan sementara alokasi anggaran Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). LPDP dilakukan ini demi memperkuat pengembangan riset. Anggota Komisi X DPR Ledia Hanifa Amaliah menilai rencana pemerintah untuk menghentikan sementara alokasi LPDP tidak memiliki argumentasi yang kuat. Ia menilai alokasi anggaran LPDP dialihkan untuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":19066,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1011,818],"class_list":["post-19065","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-lpdp","tag-riset"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19065","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=19065"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19065\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/19066"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=19065"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=19065"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=19065"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}