{"id":19233,"date":"2026-07-30T02:17:11","date_gmt":"2026-07-30T02:17:11","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=19233"},"modified":"2026-07-30T02:17:11","modified_gmt":"2026-07-30T02:17:11","slug":"stres-sejak-kecil-lebih-berisiko-terkena-penyakit-jantung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=19233","title":{"rendered":"Stres Sejak Kecil Lebih Berisiko Terkena Penyakit Jantung"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia &#8211;&nbsp;<\/strong>Seseorang yang secara konsisten sejak kecil mengalami stres tinggi, lebih rentan terhadap tekanan darah tinggi, obesitas, dan faktor risiko kardiometabolik lainnya.<\/p>\n<p>Hal ini berdasarkan hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of American Heart Association.<\/p>\n<p>Dilansir dari Medical Daily, Kamis (18\/01\/2024) para peneliti melibatkan penilaian terhadap 276 peserta dari Southern California Children&#8217;s Health Study, Amerika Serikat.<\/p>\n<p>Mereka menggunakan Perceived Stress Scale (PSS), sebuah alat untuk menilai persepsi stres di kalangan partisipan.<\/p>\n<p> PSS mengukur sejauh mana individu menilai situasi dalam kehidupan mereka sebagai stres.<\/p>\n<p> Untuk anak usia dini hingga sekitar usia 6 tahun, PSS diperoleh dari respon yang diberikan oleh orangtua peserta. Kemudian, para peserta sendiri melaporkan tingkat stres mereka.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/gaya-hidup\/244008779\/meski-berlemak-tinggi-tapi-makanan-ini-menyehatkan-lho\">Baca: Makanan yang menyehatkan meski berlemak tinggi<\/a><\/p>\n<p>Para peserta kemudian dikelompokkan menjadi empat kelompok berdasarkan risiko yaitu stres tinggi secara konsisten, stres menurun, stres meningkat, dan stres rendah secara konsisten dari waktu ke waktu.<\/p>\n<p> Skor risiko kardiometabolik mereka diukur menggunakan faktor-faktor seperti ketebalan arteri leher, tekanan darah sistolik dan diastolik, berat badan, persentase lemak tubuh dan distribusi lemak serta hemoglobin A1c.<\/p>\n<p>Setelah melakukan analisis, para peneliti mencatat bahwa tingkat stres yang dirasakan lebih tinggi dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terhadap kondisi kesehatan kardiometabolik.<\/p>\n<p> Dari penelitian tersebut terungkap jika seseorang mengalami stres yang lebih besar sejak remaja hingga dewasa, cenderung memiliki kesehatan pembuluh darah lebih buruk.<\/p>\n<p>Selain itu, total lemak tubuh lebih tinggi, lebih banyak lemak di sekitar perut dan risiko obesitas lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang stresnya berkurang seiring berjalannya waktu.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/kesehatan\/243072392\/malas-gerak-penyakit-jantung-mengintai\">Baca: Malas gerak, awas penyakit jantung<\/a><\/p>\n<p>Secara umum, tingkat stres yang dirasakan lebih tinggi juga dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terhadap kondisi kesehatan kardiometabolik.<\/p>\n<p> &#8220;Misalnya, orang dewasa yang mengalami tingkat stres yang lebih tinggi cenderung memiliki kesehatan pembuluh darah yang lebih buruk serta tekanan darah sistolik dan diastolik yang lebih tinggi,&rdquo; jelas peneliti.<\/p>\n<p> Namun, penelitian ini memiliki jumlah peserta yang relatif kecil, yang dapat dianggap sebagai batasan.<\/p>\n<p> Penulis studi Fangqi Guo dari University of Southern California, Los Angeles, Amerika Serikat, berpendapat pentingnya memahami dampak stres yang dirasakan pada masa kanak-kanak.<\/p>\n<p>Hal ini untuk mencegah, mengurangi atau mengelola faktor risiko kardiometabolik yang lebih tinggi pada orang dewasa.<\/p>\n<p> &ldquo;Temuan kami menunjukkan bahwa pola stres yang dirasakan dari waktu ke waktu memiliki dampak luas pada berbagai tindakan kardiometabolik termasuk distribusi lemak, kesehatan pembuluh darah, dan obesitas,&#8221; paparnya.<\/p>\n<p>Reporter: Nurakhmayani<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Seseorang yang secara konsisten sejak kecil mengalami stres tinggi, lebih rentan terhadap tekanan darah tinggi, obesitas, dan faktor risiko kardiometabolik lainnya. Hal ini berdasarkan hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of American Heart Association. Dilansir dari Medical Daily, Kamis (18\/01\/2024) para peneliti melibatkan penilaian terhadap 276 peserta dari Southern California Children&#8217;s Health Study, Amerika [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":19234,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-19233","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19233","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=19233"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19233\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/19234"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=19233"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=19233"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=19233"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}