{"id":19260,"date":"2026-07-30T02:17:22","date_gmt":"2026-07-30T02:17:22","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=19260"},"modified":"2026-07-30T02:17:22","modified_gmt":"2026-07-30T02:17:22","slug":"tahun-2024-pemanasan-global-masih-berlanjut-karena-hal-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=19260","title":{"rendered":"Tahun 2024 Pemanasan Global Masih Berlanjut Karena Hal Ini"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia &#8211;&nbsp;<\/strong>Pemanasan global dan perubahan iklim saat ini masih berlangsung. Diperkirakan kondisi terus berlanjut walaupun berbagai upaya mengurangi pemanasan global telah dilakukan.<\/p>\n<p>&#8220;Pemanasan global mencapai rekor baru pada 2023, melampaui rekor tahun 2016. Tahun 2024 diperkirakan akan lebih panas lagi,&rdquo; ujar&nbsp;Deputi Bidang Klimatologi&nbsp; Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG),&nbsp;Ardhasena Sopaheluwakan seperti yang dilansir Antaranews. <\/p>\n<p> Ardhasena menjelaskan hal tersebut terjadi karena adanya kombinasi El Nino dan perubahan iklim sehingga memicu peningkatan suhu pada paruh kedua tahun 2023.<\/p>\n<p> Menurut dia, rata-rata suhu global tahunan pada 2023 sekitar 1,45 &plusmn; 0,12 derajat celsius lebih hangat dibandingkan dengan level pra-industri.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24682374\/riset-pemanasan-global-akibatkan-separuh-danau-di-dunia-mengering\">Baca: Pemanasan global sebabkan danau mengering<\/a><\/p>\n<p> &#8220;Saat ini dunia semakin mendekati batas yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris,&#8221; ucapnya merujuk pada batas peningkatan suhu.<\/p>\n<p> Perjanjian Paris, yang telah diadopsi oleh hampir 200 negara, utamanya ditujukan untuk menjaga peningkatan suhu rata-rata global di bawah 2 derajat celsius di atas level pra-industri.<\/p>\n<p>Selain itu, Perjanjian Paris untuk membatasi kenaikan suhu tidak lebih dari 1,5 derajat celsius di atas level pra-industri.<\/p>\n<p> Berdasarkan laporan Organisasi Meteorologi Dunia, tahun 2023 kondisi panas ekstrem telah berdampak pada kesehatan manusia dan memicu kebakaran hutan di berbagai lokasi.<\/p>\n<p> &#8220;Permasalahan pemanasan global dan perubahan iklim merupakan tanggung jawab bersama setiap umat manusia. Oleh sebab itu kita perlu berupaya untuk menahan lajunya dan mengurangi dampaknya,&#8221; paparnya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243105437\/masalah-lingkungan-terbesar-di-tahun-2023-pemanasan-global-1\">Baca: Pemanasan global menjadi masalah lingkungan terbesar<\/a><\/p>\n<p>Pemerintah Indonesia saat ini membatasi kenaikan suhu rata-rata permukaan bumi di bawah 1,5 derajat celsius.<\/p>\n<p>Tak hanya itu, pemerintah juga menurunkan&nbsp;emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen dengan upaya sendiri dan 41 persen dengan dukungan internasional pada 2030.<\/p>\n<p> Upaya sendiri tersebut diantaranya adalah dengan pengurangan laju deforestasi dan degradasi hutan, pengelolaan hutan lestari.<\/p>\n<p>Melakukan rehabilitasi hutan, pengelolaan lahan gambut dan&nbsp;mangrove, dan peningkatan konservasi keanekaragaman hayati juga sebagai upaya yang dilakukan pemerintah saat ini.&nbsp;<\/p>\n<p>Pemerintah juga berupaya mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, meningkatkan penggunaan energi baru dan terbarukan.<\/p>\n<p>Upaya lainnya dengan meningkatkan pengelolaan sampah dan limbah, menerapkan sistem pertanian rendah karbon, serta menekan emisi karbon di sektor transportasi.<\/p>\n<p>Reporter: Nurakhmayani<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Pemanasan global dan perubahan iklim saat ini masih berlangsung. Diperkirakan kondisi terus berlanjut walaupun berbagai upaya mengurangi pemanasan global telah dilakukan. &#8220;Pemanasan global mencapai rekor baru pada 2023, melampaui rekor tahun 2016. Tahun 2024 diperkirakan akan lebih panas lagi,&rdquo; ujar&nbsp;Deputi Bidang Klimatologi&nbsp; Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG),&nbsp;Ardhasena Sopaheluwakan seperti yang dilansir Antaranews. Ardhasena [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":19261,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[5019,956],"class_list":["post-19260","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-el-nino-2023","tag-pemanasan-global"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19260","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=19260"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19260\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/19261"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=19260"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=19260"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=19260"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}