{"id":19292,"date":"2026-07-30T02:17:30","date_gmt":"2026-07-30T02:17:30","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=19292"},"modified":"2026-07-30T02:17:30","modified_gmt":"2026-07-30T02:17:30","slug":"gempa-75-sr-yang-melanda-jepang-akibatkan-daratan-bergeser-lebih-1-meter","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=19292","title":{"rendered":"Gempa 7,5 SR yang Melanda Jepang Akibatkan Daratan Bergeser Lebih 1 Meter"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Kekuatan gempa berkekuatan 7,5 SR yang mengguncang Jepang beberapa waktu lalu dapat dilihat dari seberapa besar pergerakan tanahnya.<\/p>\n<p>Di beberapa tempat permukaan tanah naik lebih dari 4 meter (13 kaki) dan bergeser lebih dari satu meter pasca gempa di Jepang tersebut.<\/p>\n<p>Jepang yang rawan gempa sudah sangat maju dalam memantau apa yang terjadi ketika tanah berguncang. Itu sebabnya para ahli di Jpang dapat melakukan pengukuran yang begitu presisi.<\/p>\n<p>Ada jaringan stasiun GPS yang tersebar di titik-titik strategis di seluruh negeri. Saat terjadi gempa bumi, para ilmuwan dapat mengetahui dengan pasti seberapa besar gempa tersebut telah bergerak.<\/p>\n<p>Lalu setelahnya para ahli segera menunjukkan bagaimana bentang alam telah melengkung dan bergeser.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/internasional\/243710197\/seminggu-setelah-gempa-bumi-di-jepang-korban-tewas-capai-161-orang\">Baca: Lebih dari 160 orang tewas akibat gempa Jepang<\/a><\/p>\n<p>Sistem ini menunjukkan bahwa tanah bergerak sejauh 130cm ke arah barat pasca gempa pada hari Senin (1\/1\/2024).<\/p>\n<p>Sementara itu, para ilmuwan juga mengawasi Jepang dari luar angkasa, membandingkan citra satelit yang diambil sebelum dan sesudah gempa.<\/p>\n<p>Pada lintasan terakhirnya, pesawat ruang angkasa ALOS-2 melaporkan bahwa jarak antara dirinya dan tanah telah memendek karena permukaan bumi naik akibat kekuatan getaran.<\/p>\n<p>Tanah paling banyak bergerak di sisi barat semenanjung Noto. Dasar laut bergeser ke lepas pantai sana, menimbulkan gelombang tsunami setinggi sekitar 80cm.<\/p>\n<p>Untungnya, pengangkatan tersebut sebenarnya dapat mengurangi dampak gelombang ketika sampai di garis pantai.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/243729257\/cara-pemerintah-jepang-siapkan-warganya-hadapi-bencana-gempa-bumi\">Baca: Cara warga Jepang antisipasi gempa bumi<\/a><\/p>\n<p>Jumlah korban jiwa yang meninggal sangatlah banyak, namun sungguh luar biasa betapa sedikitnya kasus kematian yang terjadi, bahkan ketika pencarian terus dilakukan terhadap mereka yang masih terjebak di dalam reruntuhan.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Model kerugian dan kerusakan telah memperkirakan jumlah korban jiwa, paling banyak, seratus atau lebih.<\/p>\n<p>Peristiwa ini patut dibandingkan dengan gempa berkekuatan M7,8 yang melanda Turki tahun 202 lalu.<\/p>\n<p>Keduanya secara umum serupa dalam hal energi yang dilepaskan, namun jumlah korban tewas di Turki dan Suriah meningkat menjadi 50.000 atau lebih.<\/p>\n<p>Kembali ke tahun 2010 dan gempa M7 di Haiti. Lebih dari 100.000 orang tewas dalam peristiwa mengerikan itu.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/nasional\/243698040\/indonesia-masuk-negara-yang-paling-sering-dilanda-gempa-tapi-literasi-masyarakat-masih-rendah\">Baca: Indonesia rawan gempa tetapi literasi masih rendah<\/a><\/p>\n<p>Penjelasan perbedaannya sederhana: kesiapsiagaan Jepang terhadap gempa memang luar biasa.<\/p>\n<p>Jepang berada di pertemuan empat lempeng tektonik utama. Ini adalah salah satu daerah yang paling aktif secara seismik di Bumi; negara ini menyumbang sekitar 20% gempa global berkekuatan 6,0 atau lebih besar, dan seismometer mencatat peristiwa tertentu rata-rata setiap lima menit.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, Jepang telah berinvestasi besar dalam membuat infrastruktur dan penduduknya berketahanan.<\/p>\n<p>Kode bangunan &ndash; aturan yang memandu konstruksi &ndash; ditegakkan dengan ketat; dan warga sudah terlatih dalam merespons guncangan.<\/p>\n<p>Jepang juga memiliki salah satu sistem peringatan dini tercanggih di dunia.&nbsp;Para ilmuwan tidak dapat memprediksi waktu dan skala gempa yang akan terjadi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/internasional\/243053842\/lebih-1000-orang-tewas-akibat-gempa-yang-mengguncang-afghanistan\">Baca: Lebih dari 1000 orang tewas akibat gempa di Afghanistan<\/a><\/p>\n<p>Namun ketika instrumen tersebut sedang berlangsung, maka instrumen tersebut akan memicu pemberitahuan ke TV, radio, dan jaringan seluler.<\/p>\n<p>Peringatan ini akan tiba bagi sebagian orang yang jauh dari pusat gempa, mungkin 10 hingga 20 detik sebelum terjadinya guncangan paling parah.<\/p>\n<p>Ini mungkin kedengarannya bukan waktu yang lama, namun pemberitahuan tersebut cukup untuk warga bersiap melakukan berbagai tidak penyelamatan.<\/p>\n<p>Seperti membuka pintu di stasiun pemadam kebakaran setempat, mengerem kereta berkecepatan tinggi, dan agar semua orang &#8220;turun, berlindung, dan bertahan&#8221;.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Sumber: BBC environment<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Kekuatan gempa berkekuatan 7,5 SR yang mengguncang Jepang beberapa waktu lalu dapat dilihat dari seberapa besar pergerakan tanahnya. Di beberapa tempat permukaan tanah naik lebih dari 4 meter (13 kaki) dan bergeser lebih dari satu meter pasca gempa di Jepang tersebut. Jepang yang rawan gempa sudah sangat maju dalam memantau apa yang terjadi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":19293,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[248,395],"class_list":["post-19292","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-gempa","tag-jepang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19292","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=19292"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19292\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/19293"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=19292"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=19292"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=19292"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}