{"id":19328,"date":"2026-07-30T02:17:45","date_gmt":"2026-07-30T02:17:45","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=19328"},"modified":"2026-07-30T02:17:45","modified_gmt":"2026-07-30T02:17:45","slug":"musim-hujan-2024-masyarakat-diimbau-waspadai-angin-monsun-asia-yang-memicu-curah-hujan-tinggi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=19328","title":{"rendered":"Musim Hujan 2024, Masyarakat Diimbau Waspadai Angin Monsun Asia yang Memicu Curah Hujan Tinggi"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia &#8211;&nbsp;<\/strong>&nbsp;Pada musim hujan 2024 ini, ada dua fenomena alam yang akan melanda, yaitu El Nino dan Angin Monsun Asia.<\/p>\n<p>Deputi Bidang Meteorologi pada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Guswanto menjelaskan kedua fenomena alam tersebut bisa terjadi bersamaan.<\/p>\n<p>El Nino merupakan fenomena memanasnya suhu permukaan laut Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur.<\/p>\n<p>Sementara Monsun Asia ditandai dengan bertiupnya angin di Oktober hingga April di Indonesia saat matahari berada di belahan bumi selatan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/daerah\/243772649\/cuaca-ekstrem-landa-wilayah-ini-waspada-banjir\">Baca: Cuaca ektrem landa wilayah ini<\/a><\/p>\n<p> Monsun Asia menyebabkan wilayah Asia relatif menjadi lebih dingin dari tekanan maksimum, sementara wilayah Australia mengalami musim panas.<\/p>\n<p>Sedangkan untuk wilayah Indonesia, ada beberapa dampak yang akan terjadi.<\/p>\n<p>Melansir Detik.com, Guswanto menjelaskan berdasarkan perkiraan BMKG, El Nino masih akan berlanjut sampai Maret atau April 2024.<\/p>\n<p>Dampaknya pengurangan curah hujan tahunan atau annual rainfall menjadi tidak merata. Sementara kemunculan Monsun Asia di musim hujan memicu curah hujan menjadi tinggi.<\/p>\n<p>&#8220;Monsun Asia diprakirakan hingga April 2024. Monsun Asia adalah angin musim yang bersifat periodik yang biasanya terjadi di Samudera Hindia dan sebelah selatan Asia,&#8221; jelas Guswanto.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243728301\/bmkg-waspadai-cuaca-ekstrem-di-puncak-musim-hujan\">Baca: Waspada cuaca ektrem di puncak musim hujan<\/a><\/p>\n<p>Kedua fenomena tersebut bisa terjadi secara tidak bersamaan di wilayah Indonesia.<\/p>\n<p>Sehingga, lanjut Guswanto, ada beberapa wilayah yang mengalami intensitas hujan berkurang dan ada beberapa wilayah yang mengalami intensitas hujan tinggi.<\/p>\n<p>Karena itu, BMKG memperkirakan sejumlah wilayah akan terkena dampak El Nino yang mengakibatkan curah hujan berkurang, yaitu:Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Blitar, Kabupaten Gresik.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Kondisi cuaca seperti ini juga diprediksi terjadi di Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Bojonegoro.<\/p>\n<p>Sedangkan wilayah yang diperkirakan curah hujan meningkat akibat dampak Monsun Asia adalah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi<br \/> Bali,Nusa Tenggara.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/daerah\/243707344\/waspada-banjir-cuaca-tiga-wilayah-di-jakarta-berpotensi-hujan\">Baca: Waspada Jakarta banjir<\/a><\/p>\n<p>Dengan adanya kedua fenomena ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada peluang bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang dan puting beliung.<\/p>\n<p>Selain itu, BMKG juga meminta masyarakat agar lebih mengenali lingkungan dan potensi bencana di lingkungan tempat tinggal.<\/p>\n<p>Sebab salah satu upaya mitigasi atau pencegahan sesungguhnya adalah dengan memahami cuaca dan lingkungan tempat kita tinggal.<\/p>\n<p>Hal ini penting dilakukan agar dampak yang ditimbulkan dari bencana hidrometeorologi dapat dikurangi.<\/p>\n<p>Reporter: Nurakhmayani&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;&nbsp;Pada musim hujan 2024 ini, ada dua fenomena alam yang akan melanda, yaitu El Nino dan Angin Monsun Asia. Deputi Bidang Meteorologi pada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Guswanto menjelaskan kedua fenomena alam tersebut bisa terjadi bersamaan. El Nino merupakan fenomena memanasnya suhu permukaan laut Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur. Sementara Monsun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":19329,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[5031,68,24],"class_list":["post-19328","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-angin-monsun","tag-el-nino","tag-hujan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19328","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=19328"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19328\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/19329"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=19328"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=19328"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=19328"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}