{"id":19537,"date":"2026-07-30T02:18:52","date_gmt":"2026-07-30T02:18:52","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=19537"},"modified":"2026-07-30T02:18:52","modified_gmt":"2026-07-30T02:18:52","slug":"ahli-perkirakan-musim-hujan-akan-segera-berakhir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=19537","title":{"rendered":"Ahli Perkirakan Musim Hujan Akan Segera Berakhir"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia &#8211;&nbsp;<\/strong>Meski belum merata, sebagian besar wilayah di Indonesia kini memasuki musim hujan. Namun, musim hujan kali ini diperkirakan lebih cepat berakhir.<\/p>\n<p>Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Eddy Hermawan menjelaskan musim hujan kemungkinan hanya sampai akhir Januari.<\/p>\n<p>Hal ini akibat direndam fenomena El Nino moderat yang hingga kini masih ada. &#8220;Musim hujan mestinya Desember, Januari, dan Februari (DJF), sepertinya tidak sampai Februari hujannya sudah habis karena El Nino itu berawal bulan Mei 2023 dan akan berakhir pada Mei 2024,&#8221; jelas Eddy.<\/p>\n<p>Menurut Eddy, fenomena hujan yang sekarang turun di berbagai wilayah Indonesia dipengaruhi oleh Monsun Asia atau angin barat.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/daerah\/243683602\/cuaca-awal-tahun-waspada-jakarta-banjir\">Baca: Waspada, Jakarta Banjir<\/a><\/p>\n<p>Angin musim yang bersifat periodik itu membawa uap air dari Siberia, Jepang, Hongkong hingga Vietnam ke Indonesia dan menciptakan hujan.<\/p>\n<p>Monsun Asia lebih dominan daripada El Nino moderat yang sekarang tengah berlangsung.<\/p>\n<p>Kondisi ini yang membuat hujan masih bisa turun terutama di daerah selatan Indonesia, seperti Pulau Sumatra bagian timur dan Pulau Jawa.<\/p>\n<p>&#8220;Walaupun El Nino tidak kuat tetap ada efek mengurangi jumlah curah hujan yang akan masuk ke Indonesia,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Dengan kondisi seperti ini, dia menyarankan para petani untuk mempercepat masa tanam selagi hujan masih turun agar tanaman yang membutuhkan banyak air bisa berkembang dengan baik.<\/p>\n<p>Selain itu, opsi lain adalah menanam tanaman tahan kering seperti palawija mengingat fenomena El Nino masih akan berlangsung sekitar empat sampai lima bulan ke depan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243476894\/fenomena-el-nino-belum-berakhir-38-persen-wilayah-di-indonesia-memasuki-musim-hujan\">Baca: Fenomena El Nino belum berakhir<\/a><\/p>\n<p>&#8220;Meski ada irigasi, sumber air itu tetap berasal dari atas (hujan), kalau kering cepat-cepat menanam saja jangan sampai kehabisan air,&#8221; katanya.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menjelaskan prakiraan cuaca pada tahun 2024.<\/p>\n<p>Menurutnya, sepanjang tahun 2024, gangguan iklim dari Samudra Pasifik yaitu ENSO diprakirakan akan berada pada fase El Nino Lemah &#8211; Moderat di awal tahun 2024.<\/p>\n<p>Selanjutnya hingga akhir tahun 2024 diprediksikan berada pada fase Netral.<\/p>\n<p>Terdapat peluang namun kecil untuk berkembang menjadi fenomena La Nina yang merupakan pemicu anomali iklim basah.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/daerah\/243659111\/intensitas-hujan-tinggi-riau-tetapkan-status-siaga-darurat-bencana\">Baca: Riau tetapkan status siaga bencana<\/a><\/p>\n<p>Demikian juga dengan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) yang merupakan penyebab gangguan iklim dari Samudra Hindia, diprediksikan akan berada pada fase Netral dari awal hingga akhir tahun 2024.<\/p>\n<p>Berdasarkan dinamika atmosfer tersebut lanjut Dwikorita, maka jumlah curah hujan tahunan pada 2024 diprediksi berkisar pada kondisi normal.<\/p>\n<p>Namun, terdapat beberapa wilayah yang diprediksikan dapat mengalami hujan tahunan di atas normal yaitu meliputi sebagian kecil Aceh, Sumatera Barat bagian selatan, sebagian kecil Riau.<\/p>\n<p>Kondisi cuaca seperti ini juga terjadi di sebagian kecil Kalimantan Selatan, sebagian kecil Gorontalo, sebagian kecil Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat bagian utara, sebagian kecil Sulawesi Selatan, sebagian kecil Papua Barat dan Papua bagian utara.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/daerah\/243694419\/bmkg-cuaca-ekstrem-berpotensi-terjadi-di-jawa-tengah-pada-4-10-januari\">Baca: Cuaca ekstrem di Jawa Tengah 4-10 Januari<\/a><\/p>\n<p>Selain itu ada pula daerah yang diprediksikan akan mengalami hujan tahunan di bawah normal yaitu meliputi sebagian Banten, sebagian kecil Jawa Barat.<\/p>\n<p>Hujan tahunan di bawah normal juga berpotensi terjadi di sebagian kecil Jawa Tengah, sebagian Yogyakarta, sebagian kecil Jawa Timur, sebagian kecil Nusa Tenggara Timur, dan Papua bagian selatan.<\/p>\n<p>&#8220;Meskipun kemarau 2024 diprediksi berlangsung dengan normal, namun terdapat wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan karena secara iklim memang memiliki curah hujan yang rendah, yaitu meliputi sebagian Lampung, sebagian Jawa, sebagian Bali, sebagian Nusa Tenggara Barat, sebagian Nusa Tenggara Timur dan Papua bagian selatan,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Reporter: Nurakhmayani<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Meski belum merata, sebagian besar wilayah di Indonesia kini memasuki musim hujan. Namun, musim hujan kali ini diperkirakan lebih cepat berakhir. Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Eddy Hermawan menjelaskan musim hujan kemungkinan hanya sampai akhir Januari. Hal ini akibat direndam fenomena El Nino moderat yang hingga kini masih ada. &#8220;Musim [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":19538,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[68,24,10,1629],"class_list":["post-19537","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-el-nino","tag-hujan","tag-kota","tag-musim-hujan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19537","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=19537"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19537\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/19538"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=19537"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=19537"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=19537"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}