{"id":19551,"date":"2026-07-30T02:18:55","date_gmt":"2026-07-30T02:18:55","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=19551"},"modified":"2026-07-30T02:18:55","modified_gmt":"2026-07-30T02:18:55","slug":"tinggal-selangkah-lagi-unesco-tetapkan-reog-ponorogo-sebagai-warisan-budaya-tak-benda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=19551","title":{"rendered":"Tinggal Selangkah Lagi UNESCO Tetapkan Reog Ponorogo Sebagai Warisan Budaya Tak Benda"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia &#8211;&nbsp;<\/strong>Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo dalam upaya mengusulkan Reog Ponorogo sebagai&nbsp;<em>Intangible cultural heritage<\/em>&nbsp;(ICH) atau warisan budaya tak benda (WBTB) tinggal selangkah lagi.<\/p>\n<p>Sekretariat <em>Intangible cultural heritage<\/em>&nbsp;(ICH) UNESCO telah menerima berkas susulan atau<em>&nbsp;dossier<\/em>&nbsp;Reog Ponorogo sebagai ICH atau WBTB dari Pemkab Ponorogo dan dinyatakan lengkap.<\/p>\n<p>&#8220;Alhamdulillah&nbsp;<em>dossier<\/em>&nbsp;sudah dinyatakan lengkap, dan ini merupakan kabar gembira terkait proses ICH kesenian Reog Ponorogo,&#8221; ujar Kepala Disbudparpora Kabupaten Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi seperti yang dikutip Antaranews.<\/p>\n<p>Kabar gembira ini diterima&nbsp; Judha langsung dari perwakilan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/wisata\/243606706\/galeri-melaka-sekarang-ada-di-museum-jakarta\">Baca: Galeri Melaka di Museum Jakarta<\/a><\/p>\n<p> Usai dinyatakan lengkap, kini pihaknya tinggal menunggu sidang UNESCO agar Reog Ponorogo menjadi warisan budaya tak benda yang diakui lembaga dunia tersebut pada akhir 2024.<\/p>\n<p>&#8220;Kalaupun masih ada evaluasi atau revisi yang perlu diperbaiki kemungkinan tidak banyak, dan Insyaallah 2024 akhir nanti bisa disidangkan untuk ditetapkan sebagai ICH oleh UNESCO,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Meski sidang UNESCO baru digelar akhir tahun ini, namun hal ini membawa angin segar bagi masyarakat Ponorogo dan para seniman reog.<\/p>\n<p> Dia berharap dengan penetapan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO nanti para seniman bisa mengembangkan Reog Ponorogo secara berjenjang.<\/p>\n<p>&#8220;Seperti yang diberkas kami. Bahwa ada reog dewasa, remaja anak dan paud,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p> Asal usul Reog Ponorogo sebelumnya pernah diklaim Malaysia. Karena itu penetapan dan pengakuan UNESCO bahwa Reog sebagai WBTB dari Bumi Ponorogo menjadi hal penting.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/wisata\/243105240\/menghidupkan-relief-candi-borobudur-ke-dalam-seni-dan-budaya-masyarakat\">Biaca: Menghidupkan kembali relief Candi Borobudur<\/a><\/p>\n<p>Sebelumnya, Deputi II Kantor Staf Presiden Abetnego Tarigan memastikan Kantor Staf Presiden akan terus mengawal usulan Reog Ponorogo sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) ke UNESCO.<\/p>\n<p> Abetnego menyampaikan ini setelah ada kepastian Reog Ponorogo masuk dalam daftar ke-39 sebagai WBTB UNESCO, yang akan disidangkan pada Desember 2024.<\/p>\n<p> Upaya menjadikan Reog Ponorogo sebagai warisan budaya tak benda UNESCO sudah sangat panjang.<\/p>\n<p> KSP sejak April 2022 aktif terlibat dan ikut mendorong diakuinya kesenian Reog Ponorogo oleh UNESCO.<\/p>\n<p> Rapat koordinasi intens dilakukan dengan Kemenko PMK, Kemendikbudristek, Pemkab Ponorogo dan perwakilan UNESCO di Indonesia untuk mencari solusi agar Reog Ponorogo dapat diusulkan menjadi WBTB UNESCO.<\/p>\n<p>Reporter: Nurakhmayani<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo dalam upaya mengusulkan Reog Ponorogo sebagai&nbsp;Intangible cultural heritage&nbsp;(ICH) atau warisan budaya tak benda (WBTB) tinggal selangkah lagi. Sekretariat Intangible cultural heritage&nbsp;(ICH) UNESCO telah menerima berkas susulan atau&nbsp;dossier&nbsp;Reog Ponorogo sebagai ICH atau WBTB dari Pemkab Ponorogo dan dinyatakan lengkap. &#8220;Alhamdulillah&nbsp;dossier&nbsp;sudah dinyatakan lengkap, dan ini merupakan kabar gembira terkait proses ICH [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":19552,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[5079,1765],"class_list":["post-19551","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-reog-ponorogo","tag-unesco"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19551","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=19551"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19551\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/19552"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=19551"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=19551"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=19551"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}