{"id":19597,"date":"2026-07-30T02:19:09","date_gmt":"2026-07-30T02:19:09","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=19597"},"modified":"2026-07-30T02:19:09","modified_gmt":"2026-07-30T02:19:09","slug":"gunung-dukono-meletus-lontaran-abu-vulkanik-setinggi-4-ribu-meter","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=19597","title":{"rendered":"Gunung Dukono Meletus, Lontaran Abu Vulkanik Setinggi 4 Ribu Meter"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia &#8211;&nbsp;<\/strong>Gunung Dukono di Maluku Utara pada Rabu (03\/01\/2024) pagi meletus dengan melontarkan abu vulkanik setinggi lebih kurang 4.000 meter.<\/p>\n<p>&#8220;Erupsi terjadi pukul 06.52 WIT,&#8221; ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Dukono, Sarjan Roboke seperti yang dilansir Antaranews.<\/p>\n<p>Sarjan menjelaskan hasil pemantauan, kolom abu tampak berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat daya. Letusan masih berlangsung ketika Sajan membuat laporan ini.<\/p>\n<p>Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan masyarakat yang berada di sekitar Gunung Dukono untuk tidak beraktivitas.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/243686536\/gunung-lewotobi-laki-laki-erupsi-bandara-frans-seda-ditutup\">Baca: Gunung Lewotobi Laki-Laki erupsi<\/a><\/p>\n<p>Masyarakat juga dilarang mendaki&nbsp;dan mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius tiga kilometer.<\/p>\n<p>Selain itu, PVMBG juga mengimbau masyarakat untuk mengenakan masker penutup hidung dan mulut agar terhindar dari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.<\/p>\n<p>Masyarakat atau penambang pasir juga dilarang untuk tidak beraktivitas di sepanjang aliran Sungai Muye di Desa Mamuya, Sungai Ruko di Desa Ruko, dan Sungai Mede di Desa Mede ketika hujan turun di puncak Gunung Dukono.<\/p>\n<p>Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari bahaya banjir lahar hujan dari Gunung Dukono.<\/p>\n<p>Gunung Dukono merupakan gunung api yang terletak di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara dengan ketinggian 1.087 meter di atas permukaan laut.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/243655045\/gunung-semeru-erupsi-status-siaga\">Baca: Gunung Semeru erupsi<\/a><\/p>\n<p>PVMBG memantau aktivitas Gunung Dukono secara visual dan instrumental dari pos pengamatan yang berlokasi di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara.<\/p>\n<p>Gunung Dukono merupakan gunung api yang paling muda dan masih aktif di antara gunung api lainnya yang sudah tidak aktif yang tumbuh dalam suatu zona depresi vulkanik.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Karakteristik erupsi gunung api ini bersifat eksplosif dan efusif yang menghasilkan abu, lontaran batu pijar, aliran piroklastika, dan aliran lava.<\/p>\n<p>Berdasarkan jenis, volume, dan hasil peninggalan erupsi di masa lalu hingga sekarang, maka erupsi Gunung Dukono dapat diklasifikasikan ke dalam erupsi eksplosif dan efusif bertipe Stromboli-Vulkano berskala kecil sampai menengah.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/243303613\/gunung-dukono-meletus-warga-diminta-waspada\">Baca: Gunung Dukono Meletus<\/a><\/p>\n<p>Potensi bahaya primer erupsi Gunung Dukono terdiri atas aliran piroklastika (awan panas), jatuhan piroklastika (lontaran batu dan abu vulkanik), gas beracun, dan aliran lava. Bahaya sekunder adalah aliran lahar.<\/p>\n<p> Dukono adalah gunung api yang kompleks dan salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia sepanjang sejarah.<\/p>\n<p>Letusan besar bersejarah pertama terjadi pada tahun 1550. Letusannya bersifat eksplosif dengan skala Volcanic Explosivity Index = 3 (VEI=3).<\/p>\n<p>Letusan tersebut menghasilkan aliran lava dan laharnya memenuhi selat antara Halmahera dan kerucut sisi utara Gunung Mamuya. Kematian dan kerusakan dilaporkan tetapi rinciannya tidak diketahui.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/243336330\/sepanjang-senin-gunung-anak-krakatau-meletus-10-kali-masyarakat-diimbau-waspada\">Baca: Gunung Anak Krakatau meletus 10 kali<\/a><\/p>\n<p>Kemudian Gunung&nbsp;Dukono pernah mengalami letusan yang lebih kecil pada tahun 1719, 1868, dan 1901. Dukono terus menerus meletus sejak tahun 1933 hingga saat ini.<\/p>\n<p>Letusan bersifat eksplosif (VEI=3) dan juga menghasilkan aliran lava dan semburan lumpur. Saat itu, letusannya telah menimbulkan kerusakan namun tidak ada korban jiwa.<\/p>\n<p>Reporter: Nurakhmayani<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Gunung Dukono di Maluku Utara pada Rabu (03\/01\/2024) pagi meletus dengan melontarkan abu vulkanik setinggi lebih kurang 4.000 meter. &#8220;Erupsi terjadi pukul 06.52 WIT,&#8221; ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Dukono, Sarjan Roboke seperti yang dilansir Antaranews. Sarjan menjelaskan hasil pemantauan, kolom abu tampak berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat daya. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":19598,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[4016,5089,1625],"class_list":["post-19597","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-gunung","tag-gunung-dukono","tag-gunung-meletus"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19597","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=19597"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19597\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/19598"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=19597"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=19597"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=19597"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}