{"id":19782,"date":"2026-07-30T02:20:21","date_gmt":"2026-07-30T02:20:21","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=19782"},"modified":"2026-07-30T02:20:21","modified_gmt":"2026-07-30T02:20:21","slug":"ini-manfaat-yang-bisa-dipetik-indonesia-jika-ada-komitmen-untuk-transisi-ke-ekonomi-hijau-di-pemilu-2024","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=19782","title":{"rendered":"Ini Manfaat yang Bisa Dipetik Indonesia Jika Ada Komitmen untuk Transisi ke Ekonomi Hijau di Pemilu 2024"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Transisi ke ekonomi hijau diperkirakan dapat memberikan dampak hingga Rp 4.376 triliun ke output ekonomi nasional.<\/p>\n<p>Peralihan ke ekonomi hijau juga diprediksi memberikan tambahan produk domestik bruto (PDB) sebesar Rp 2.943 triliun dalam 10 tahun ke depan, atau setara 14,3% PDB Indonesia pada tahun 2024.&nbsp;<\/p>\n<p>Efek berganda ekonomi hijau dari sisi PDB jauh melebihi struktur ekonomi saat ini yang masih bergantung pada sektor industri ekstraktif, salah satunya pertambangan<\/p>\n<p>Demikian hasil temuan studi yang dilakukan Center of Economics and Law Studies (CELIOS) dan Greenpeace Indonesia dalam Policy Brief: Dampak Transisi Ekonomi Hijau terhadap Perekonomian, Pemerataan, dan Kesejahteraan Indonesia<\/p>\n<p>Hasil studi tentang ekonomi hijau ini dirilis di Jakarta pada Selasa (19\/12\/2023) lalu.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/ekbis\/243635285\/ekonomi-hijau-justru-menjanjikan-lebih-banyak-pendapatan-dan-berkelanjutan-untuk-negara\">Baca: Ekonomi hijau justru janjikan pendapatan yang lebih besar<\/a><\/p>\n<p>Direktur Greenpeace Indonesia Leonard Simanjuntak mengatakan, momentum Pemilu 2024 dapat digunakan sebagai katalis untuk mempercepat transisi ekonomi hijau di Indonesia.<\/p>\n<p>Krisis iklim yang timbul akibat ketergantungan Indonesia dan dunia terhadap industri ekstraktif semakin memperparah dampak lingkungan, ekonomi, dan sosial.<\/p>\n<p>Ia pun menekankan perlunya komitmen politik untuk bisa mengimplementasikan transformasi dari ekonomi ekstraktif ke ekonomi hijau yang berkelanjutan.<\/p>\n<p>Perlu ada komitmen politik yang kuat dari pemerintah serta calon presiden dan wakil presiden agar Indonesia mampu mengurangi ketergantungannya terhadap industri ekstraktif dan segera mengimplementasikan peralihan ke ekonomi hijau.<\/p>\n<p>&#8220;Tanpa komitmen yang kuat, hasil temuan ini hanya akan menjadi pajangan lain di rak buku semata dan masyarakat harus terus menanggung dampak krisis iklim yang semakin parah,&rdquo; pungkas Leo.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/24571963\/mengapa-pengembangan-energi-terbarukan-di-indonesia-berjalan-lamban\">Baca: Pengembangan energi terbarukan di Indonesia berjalan lamban<\/a><\/p>\n<p>Studi hasil kerja sama CELIOS dan Greenpeace ini juga menemukan bahwa dampak positif ekonomi hijau terhadap PDB turut meningkatkan jumlah lapangan kerja dan pendapatan pekerja.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Dalam pemaparannya, Direktur CELIOS Bhima Yudhistira mengatakan peralihan ke ekonomi hijau berkelanjutan diramal mampu membuka hingga 19,4 juta lapangan kerja baru yang muncul dari berbagai sektor<\/p>\n<p>Lapangan kerja baru ini terutama berkaitan dengan pengembangan energi terbarukan, pertanian, kehutanan, perikanan dan jenis-jenis industri ramah lingkungan lainnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, pendapatan pekerja secara total dapat bertambah hingga Rp 902,2 triliun berkat transformasi ke ekonomi hijau ini.<\/p>\n<p>Pelaku usaha pun diuntungkan dengan peralihan ke ekonomi hijau berkat munculnya berbagai industri baru di sektor ekonomi sirkular dan transisi energi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243439773\/menimbang-keseriusan-negara-negara-di-dunia-kurangi-konsumsi-batu-bara\">Baca: Menimbang keseriusan negara tinggalkan energi fosil<\/a><\/p>\n<p>&#8220;Surplus usaha nasional dari transisi ekonomi hijau diprediksi menembus Rp 1.517 triliun dalam 10 tahun transisi dilakukan,&#8221; terang Bhima.<\/p>\n<p>Hasil studi tersebut juga menemukan bahwa ekonomi hijau mampu mempersempit ketimpangan pendapatan antar provinsi di Indonesia.<\/p>\n<p>Indeks Williamson Indonesia diperkirakan dapat turun ke angka 0,65 di tahun ke-10 transisi ekonomi hijau dari 0,74 di tahun pertama transisi.<\/p>\n<p>Tak hanya masyarakat dan pelaku usaha, negara pun dapat meraih manfaat dari ekonomi hijau.<\/p>\n<p>Pajak bersih atau penerimaan pajak setelah dikurangi oleh subsidi dari ekonomi hijau dapat menyumbang Rp 80 triliun dari sebelumnya Rp 34,8 triliun yang berasal dari ekonomi ekstraktif.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243439843\/indonesia-masuk-10-besar-sumber-emisi-karbon-dunia\">Baca: Emisi karbon Indonesia masuk 10 besar dunia<\/a><\/p>\n<p>Peralihan ke ekonomi berkelanjutan pun mampu memberikan efek positif dari berbagai sisi, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Pencegahan korupsi dari sektor ekstraktif dengan tata kelola (good governance) yang lebih baik<\/li>\n<li>Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam upaya transisi energi terbarukan<\/li>\n<li>Berkurangnya belanja kesehatan dari berkurangnya polusi udara<\/li>\n<li>Meningkatnya kebahagiaan masyarakat berkat keseimbangan alam yang terjaga<\/li>\n<li>Memperkuat daya tahan ekonomi dari fluktuasi harga bahan bakar fosil<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Transisi ke ekonomi hijau diperkirakan dapat memberikan dampak hingga Rp 4.376 triliun ke output ekonomi nasional. Peralihan ke ekonomi hijau juga diprediksi memberikan tambahan produk domestik bruto (PDB) sebesar Rp 2.943 triliun dalam 10 tahun ke depan, atau setara 14,3% PDB Indonesia pada tahun 2024.&nbsp; Efek berganda ekonomi hijau dari sisi PDB jauh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":19783,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2517,17],"class_list":["post-19782","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-ekonomi-hijau","tag-lingkungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19782","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=19782"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19782\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/19783"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=19782"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=19782"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=19782"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}