{"id":19792,"date":"2026-07-30T02:20:23","date_gmt":"2026-07-30T02:20:23","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=19792"},"modified":"2026-07-30T02:20:23","modified_gmt":"2026-07-30T02:20:23","slug":"sempat-menjadi-pusat-perbelanjaan-elit-begini-kondisi-pasaraya-blok-m-saat-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=19792","title":{"rendered":"Sempat Menjadi Pusat Perbelanjaan Elit, Begini Kondisi Pasaraya Blok M Saat Ini"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia &#8211;&nbsp;<\/strong>Gelap dan sepi. Begitu kesan yang muncul ketika ruangkota memasuki Pasaraya Blok M beberapa waktu lalu. Bagai memasuki gedung tua yang kurang terawat, tak tampak lagi kemegahan pusat perbelanjaan ini.<\/p>\n<p>Kegelapan ini seakan memastikan selesai sudah era kejayaan Pasaraya Blok M tersebut.<\/p>\n<p>Pasaraya Blok M, pusat perbelanjaan yang berada di wilayah Jakarta Selatan ini pada tahun 1990an hingga 2000an merupakan tempat nongkrong anak muda.<\/p>\n<p>Tempat yang menempel dengan terminal bus Blok M ini kerap dipakai sebagai tempat ngeceng, begitu istilah mereka saat itu.<\/p>\n<p>Lampu yang terang benderang dan pendingin ruangan yang kencang membuat siapapun pengunjung yang lewat jadi tertarik masuk ke dalam. Meski hanya sekadar melihat-lihat, tapi suasana Pasaraya Blok M saat itu masih ramai.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/243601212\/penataan-kawasan-bisa-kurangi-dampak-banjir-di-jakarta\">Baca: Penataan kawasan bisa kurangi banjir di Jakarta<\/a><\/p>\n<p>Salah satu pusat perbelanjaan yang dapat dikatakan mewah di masanya itu setiap lantai menyediakan barang yang berbeda. Misalnya lantai satu khusus menjual parfum dan aneka perawatan tubuh.<\/p>\n<p>Lantai dua khusus menjual aneka sepatu dan tas perempuan. Begitu seterusnya setiap lantai.<\/p>\n<p>Barang bermerek baik lokal maupun intenasional dengan mudah ditemui di tempat ini.<\/p>\n<p>Selain itu, hampir setiap lantai juga tersebar sales girl yang menawarkan produknya masing-masing.<\/p>\n<p>Belum lagi musik yang menghibur pengunjung sesuai dengan tema. Misalnya jelang Natal, maka musik yang akan diputar akan bertema Natal.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/243353978\/bak-kota-mati-begini-kondisi-mal-blok-m-sekarang\">Baca: Bak kota mati, seperti ini kondisi Blok M Mal<\/a><\/p>\n<p>Tak hanya itu, seluruh lantai juga dihiasi dengan aksesoris Natal, seperti pohon Natal, lonceng-lonceng, pita, dan lain-lain.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Sales girl atau salesman juga mengenakan baju bertema Natal, seperti baju sinterklas.<\/p>\n<p>Kini suasana itu berubah drastis. Tidak ada lagi lampu terang benderang dan pendingin ruangan yang kencang anginnya.<\/p>\n<p>Suara sales yang biasanya banyak menawarkan berbagai jenis barang kepada para pengunjung yang lewat seakan tenggelam dalam kesunyian pusat perbelanjaan ini.<\/p>\n<p>Tidak ada pula musik yang mengalun menghibur para pengunjung hingga betah berlama-lama di tempat perbelanjaaan elit tersebut.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/243308265\/membangun-jakarta-menjadi-kota-yang-lebih-layak-huni\">Baca: Membangun Jakarta menjadi lebih layak huni<\/a><\/p>\n<p>Kini hanya 3 lantai yang dioperasikan untuk berbelanja. itupun hanya menawarkan produk lokal. Sementara barang-barang bermerek terkenal dari dalam maupun luar negeri sudah tidak ada lagi.<\/p>\n<p>Silvi (34), salah seorang sales girl menjelaskan, situasi seperti ini bermula sejak sebelum pandemi Covid-19. Tepatnya tahun 2017, dimana saat itu pusat perbelanjaan Matahari yang menempati satu lantai itu tutup. &nbsp;<\/p>\n<p>&ldquo;Kaget ya kak? Memang sekarang bisa dibilang 80 persen toko tutup semua,&rdquo; kata Selvi saat berbincang-bincang dengan 7cloud.asia.<\/p>\n<p>Menurutnya gerai-gerai yang tutup secara bertahap, sejak tahun 2017.<\/p>\n<p>&ldquo;Itu masih banyak, kak. Baru Matahari aja yang tutup. Tidak lama kan pandemi Covid tuh, baru deh banyak yang tutup. Sampe sekarang yang rame di lantai atas doang, ruang kantor,&rdquo; ungkap perempuan yang bekerja sejak tahun 2010 ini.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/242752981\/perumahan-di-penyangga-jakarta-tak-dilengkapi-transportasi-publik-warga-kudu-mikir-beli-kendaraan\">Baca: Seperti ini repotnya membeli rumah di Jabodetabek<\/a><\/p>\n<p>Silvi mengira kondisi ekonomi ditambah pula dengan maraknya toko online membuat gerai-gerai di Pasaraya banyak yang tutup.<\/p>\n<p>Pasaraya Blok M berdiri sejak tahun 1974 yang didirikan oleh Abdul Latief, seorang pengusaha dan mantan menteri pada era Presiden Soeharto.<\/p>\n<p>Pasaraya merupakan sebuah pusat ritel dan komersial hasil pengembangan PT Pasaraya Internatonal Hedonisarana (ALatief Corporation).<\/p>\n<p>Nama Pasaraya sendiri telah beberapa kali berganti, dari awalnya Pasaraya Sarinah Jaya, Pasaraya Big &amp; Beautiful, Pararaya Grande, hingga Pasaraya The Pride of Indonesia<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Kawasan Pasaraya saat ini terdiri dari Gedung A-B ditambah office Sentraya (41 lantai). Gedung A-B memiliki luas mencapai 98 ribu m2 ditambah Sentraya 74 ribu m2.<\/p>\n<p>Beberapa yang telah hadir di komplek ini antara lain Kantor Pusat Gojek, office Kopi Kenangan, office BPD Hipmi Jaya, dan sebagainya.<\/p>\n<p> Reporter: Nurakhmayani<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Gelap dan sepi. Begitu kesan yang muncul ketika ruangkota memasuki Pasaraya Blok M beberapa waktu lalu. Bagai memasuki gedung tua yang kurang terawat, tak tampak lagi kemegahan pusat perbelanjaan ini. Kegelapan ini seakan memastikan selesai sudah era kejayaan Pasaraya Blok M tersebut. Pasaraya Blok M, pusat perbelanjaan yang berada di wilayah Jakarta Selatan ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":19793,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[5130,5131],"class_list":["post-19792","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-pasaraya-blok-m","tag-perbelanjaan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19792","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=19792"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19792\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/19793"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=19792"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=19792"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=19792"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}