{"id":19935,"date":"2026-07-30T02:21:08","date_gmt":"2026-07-30T02:21:08","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=19935"},"modified":"2026-07-30T02:21:08","modified_gmt":"2026-07-30T02:21:08","slug":"cop-28-tanpa-mandat-tegas-akhiri-bahan-bakar-fosil-haruskah-kita-mempersiapkan-kematian-bumi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=19935","title":{"rendered":"COP 28 Tanpa Mandat Tegas Akhiri Bahan Bakar Fosil: Haruskah Kita Mempersiapkan Kematian Bumi?"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Konferensi Perubahan Iklim ke-28 atau COP 28 di Dubai, Uni Emirat Arab berakhir (13\/12\/2023) tanpa mandat tegas untuk mengakhiri bahan bakar fosil.<\/p>\n<p>Pasca COP 28, pemerintah Indonesia diminta untuk menggalakkan komitmen iklim dalam negeri serta bersuara lebih keras mendesak negara-negara maju memenuhi kewajiban mereka.<\/p>\n<p>Dari hasil COP 28 ini, masyarakat sipil melihat masa depan negosiasi iklim harus dipimpin oleh negara-negara berkembang, negara-negara miskin, dan negara-negara yang paling terdampak krisis iklim.<\/p>\n<p>COP 28 Dubai adalah momen penting di mana negara-negara mendapatkan &ldquo;rapor buruk&rdquo; &nbsp;dalam capaian kolektif mereka dalam mengatasi krisis iklim yang mengancam nasib generasi mendatang.<\/p>\n<p>Keputusan COP 28 juga terlihat kontradiktif dan timpang; yang menyebut diri harus selaras dengan ilmu pengetahuan, tetapi tanpa menetapkan target yang cukup ambisius.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243434311\/ironis-polusi-udara-dubai-melonjak-saat-cop-28-digelar\">Baca: Polusi udara di Dubai meningkat saat penyelenggaraan COP 28<\/a><\/p>\n<p>Hasil penilaian global atau <em>global stocktake<\/em>&nbsp;(GST) menemukan, implementasi kebijakan dalam komitmen iklim (NDC) negara-negara yang ikut meratifikasi Perjanjian Paris hanya akan mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 2% pada 2030 dibandingkan tingkat tahun 2019.<\/p>\n<p>Padahal, untuk memastikan laju peningkatan global tidak lebih dari batas aman 1,5C pada akhir abad ini, emisi GRK global harus turun sebesar 50% pada 2030 dan mencapai <em>net zero<\/em>&nbsp;<em>emissions<\/em>&nbsp;pada 2050.<\/p>\n<p>Manager Kampanye Hutan dan Kebun WALHI Nasional, &nbsp;Uli Arta Siagian mengatakan, dunia sangat kecewa karena COP 28 tidak menghasilkan mandat tegas untuk mengakhiri (<em>phasing out) <\/em>bahan bakar fosil, yaitu batubara, minyak bumi, dan gas alam.<\/p>\n<p>Meski sudah&nbsp; ada seruan untuk beralih dari energi fosil untuk mencapai <em>net zero <\/em>sekitar tahun 2050, banyak sekali hal-hal kompromis seperti penggunaan <em>Carbon Capture, Utilization, and Storage<\/em>&nbsp;(CCUS), <em>transitional fuels <\/em>yang tidak jelas definisi batasannya, bahkan memasukkan &nbsp;nuklir sebagai solusi.<\/p>\n<p>Apabila benar-benar mengacu kepada ilmu pengetahuan, dunia harus mengurangi penggunaan batubara sebesar 95%, minyak bumi 60%, dan gas alam 45% pada 2050.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243353952\/jokowi-minta-dana-untuk-food-estate-di-cop-28-uni-emirat-arab-greenpeace-jangan-tutup-mata-atas-kegagalan-food-estate\">Baca: Jokowi diingatkan akan kegagalan food estate<\/a><\/p>\n<p>Lambannya aksi iklim membuat masyarakat semakin terjepit dalam menghadapi berbagai dampak krisis iklim.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Cuaca panas ekstrim, banjir, gelombang tinggi, kekeringan, meluasnya penyakit, hingga hilangnya tempat tinggal, mata pencaharian, dan bahkan situs budaya.<\/p>\n<p>Dampak paling parah dirasakan oleh kelompok masyarakat rentan seperti penyandang disabilitas, lansia, anak-anak, perempuan &#8211; termasuk remaja perempuan- masyarakat adat dan lokal, petani dan nelayan tradisional, serta buruh.<\/p>\n<p>Berdasarkan data BNPB, selama 10 tahun terakhir lebih dari 90% bencana yang terjadi adalah bencana terkait iklim dan telah memakan korban lebih dari 32 juta orang.<\/p>\n<p>Sementara itu, dalam agenda <em>Global Goals on Adaptation<\/em>, COP 28 baru berhasil merumuskan cakupan tujuan adaptasi namun tanpa disertai target yang jelas.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243352959\/sambut-konferensi-iklim-cop-28-uni-emirat-arab-masyarakat-sipil-serukan-langkah-nyata\">Baca: Jelang COP 28, masyarakat sipil serukan aksi nyata<\/a><\/p>\n<p>Pun, meski ada pengakuan terhadap pengetahuan lokal dalam beradaptasi dan kepemimpinan masyarakat adat dalam beradaptasi, namun tidak disebutkan mengenai perlindungan tenurial sebagai prasyarat adaptasi berbasis pengetahuan lokal dan tradisi.<\/p>\n<p>Untuk memastikan solusi iklim yang adil dan berkelanjutan, seluruh pihak termasuk pemerintah daerah dan masyarakat rentan harus dilibatkan secara bermakna.<\/p>\n<p>Namun demikian, negara tidak boleh angkat tangan dalam menyelesaikan situasi krisis iklim.<\/p>\n<p>Pertanyaan paling mendasar adalah siapa pihak yang seharusnya beradaptasi terhadap situasi krisis hari ini?<\/p>\n<p>&#8220;Mereka adalah pemerintah dan korporasi, sebab kebijakan, program serta keputusan politik yang mereka hasilkan justru menghancurkan daya adaptif rakyat, dan aksi mitigasi yang selama ini mereka lakukan,&rdquo; lanjut Uli Arta Siagian, Manager Kampanye Hutan dan Kebun WALHI Nasional.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24560714\/terdampak-perubahan-iklim-indonesia-berpeluang-dapatkan-dana-loss-and-damage\">Baca: Peluang Indonesia dapatkan dana loss and damage<\/a><\/p>\n<p>Rencana dan implementasi aksi mitigasi juga harus terintegrasi dengan aksi adaptasi sehingga tidak semakin memperlemah kemampuan masyarakat untuk mempertahankan diri mereka dalam menghadapi dampak krisis iklim.<\/p>\n<p>Realita yang terjadi justru sebaliknya, seperti kasus-kasus&nbsp;perusakan masif dalam pemenuhan kebutuhan elektrifikasi yang mengancam pulau-pulau kecil di Indonesia Timur serta pembangunan infrastruktur yang justru menciptakan kasus-kasus mal-adaptasi di Indonesia yang cukup tinggi.<\/p>\n<p>Meski COP-28 menghasilkan satu keputusan penting terkait dampak krisis iklim yang sudah terjadi dan tidak dapat dipulihkan lagi, yaitu operasionalisasi pendanaan untuk mengatasi Kehancuran dan Kerusakan atau <em>Loss and Damage<\/em>.<\/p>\n<p>Namun, prosesnya belum memberikan kepastian bagi mereka yang telah mengalami Kehancuran dan Kerusakan.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">&#8220;Hal ini menunjukkan masih curamnya jalan menuju keadilan iklim,&rdquo; ujar Torry Kuswardono, Direktur Eksekutif Yayasan PIKUL.<\/p>\n<p>Kembali dari Dubai, negara-negara memiliki pekerjaan rumah untuk memperkuat komitmen iklimnya agar selaras dengan target 1,5C. Ini yang ditunggu masyarakat dunia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Konferensi Perubahan Iklim ke-28 atau COP 28 di Dubai, Uni Emirat Arab berakhir (13\/12\/2023) tanpa mandat tegas untuk mengakhiri bahan bakar fosil. Pasca COP 28, pemerintah Indonesia diminta untuk menggalakkan komitmen iklim dalam negeri serta bersuara lebih keras mendesak negara-negara maju memenuhi kewajiban mereka. Dari hasil COP 28 ini, masyarakat sipil melihat masa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":19936,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[5139,1610],"class_list":["post-19935","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-cop-28","tag-iklim"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19935","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=19935"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/19935\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/19936"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=19935"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=19935"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=19935"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}