{"id":20096,"date":"2026-07-30T02:22:56","date_gmt":"2026-07-30T02:22:56","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20096"},"modified":"2026-07-30T02:22:56","modified_gmt":"2026-07-30T02:22:56","slug":"madani-berkelanjutan-target-co-firing-biomassa-bisa-picu-penebangan-hutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20096","title":{"rendered":"Madani Berkelanjutan: Target Co-firing Biomassa Bisa Picu Penebangan Hutan"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Program Assistant Hutan dan Iklim Yayasan MADANI Berkelanjutan,&nbsp;Salma Zakiyah mengritisi rencana pemerintah untuk membangun hutan tanaman energi untuk memenuhi target co-firing biomassa.<\/p>\n<p>Menurut Salma, pembangunan hutan tanaman energi untuk memenuhi target co-firing biomassa ini akan berpotensi menimbulkan deforestasi baru.<\/p>\n<p>Teknologi co-firing biomassa memanfaatkan biomassa sebagai substitusi parsial batubara untuk dibakar di boiler pembangkit listrik.&nbsp;Biomassa ini dapat diperoleh dari beragam bahan baku, seperti limbah hutan, perkebunan, atau pertanian.<\/p>\n<p>Program&nbsp;<em>Co-Firing<\/em>&nbsp;biomassa merupakan salah satu dari program PLN &ldquo;<em>Green Booster<\/em>&rdquo; untuk mendukung target bauran energi EBT nasional.<\/p>\n<p>Ini merupakan upaya pemenuhan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 23% pada tahun 2025 sesuai dengan target pemerintah.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243446681\/madani-penurunan-emisi-karbon-dan-deforestasi-harus-bermuara-pada-net-zero-tanpa-bahan-bakar-fosil\">Baca: Madani Berkelanjutan pengurangan emisi karbon harus mengarah ke zero net tanpa bahan bakar fosil<\/a><\/p>\n<p>Namun, oleh Yayasan MADANI Berkelanjutan kebijakan ini menuai kritik. Kebijakan pengurangan emisi di sektor energi seharusnya dilakukan dengan tidak membebani upaya pengurangan emisi karbon di sektor kehutanan dan lahan.<\/p>\n<p>&#8220;Ini agar tidak terjadi trade off pengurangan emisi Indonesia,&#8221; ujar Salma dalam keterangan tertulis yang diterima 7cloud.asia, Selasa (5\/12\/2023).<\/p>\n<p>Pendapat Salma ini menanggapi, pidato Presiden&nbsp;di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G77 dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dalam rangkaian World Climate Action Summit (WCAS)&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/tag\/cop-28\">COP 28<\/a>&nbsp;di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).<\/p>\n<p>Salma menambahkan, saat ini masih terdapat setidaknya 9,7 juta hektare hutan alam yang harus segera dilindungi untuk mencegah situasi di mana emisi hanya dipindahkan dari sektor ke sektor lain.<\/p>\n<p>Dia mengingatkan, Pemerintah Indonesia harus memiliki komitmen politik dan mandat yang tegas dalam meningkatkan aksi iklim secara berkeadilan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243439843\/indonesia-masuk-10-besar-sumber-emisi-karbon-dunia\">Baca: Indonesia masuk 10 besar negara penghasil emisi karbon terbanyak&nbsp;<\/a><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Upaya komitmen politik dan mandat yang tegas dalam meningkatkan aksi iklim, ujarnya, harus dilakukan secara berkeadilan dengan melindungi hak-hak penerima yang paling terdampak dan yang berkontribusi paling sedikit dalam emisi karbon.<\/p>\n<p>&#8220;Masuk dalam kelompok ini adalah buruh, petani, nelayan dan masyarakat adat, dengan memperhatikan hak-hak gender dan sosial, termasuk hak-hak atas tanah, dan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat,&rdquo; tandas Salma.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, seharusnya Indonesia menjadi pemimpin untuk memberikan contoh konkret bagi perlindungan hutan dan pencapaian komitmen terhadap krisis iklim.<\/p>\n<p>Seperti diketahui,dalam pidatonya di COP 28, Jokowi mengungkapkan keberhasilan Indonesia dalam menurunkan emisi karbon dan deforestasi.<\/p>\n<p>Karena itu Jokowi meminta dukungan yang lebih besar dari negara maju, baik teknologi maupun dana untuk meneruskan upaya ini.&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243349316\/indonesia-terus-mengupayakan-kehutanan-untuk-menutup-emisi-sektor-energi\">Baca: Sektor kehutanan didorong menjadi penyeimbang emisi karbon sektor energi<\/a><\/p>\n<p>Pidato Jokowi ini mendapat sejumlah catatan dari Madani Berkelanjutan. Pasalnya apa yang dilakukan pemerintah selama ini, dinilai berpotensi melenceng dari tujuan utama pengurangan emisi karbon yakni net zero.<\/p>\n<p>Merujuk pada laporan terbaru Global Carbon Project (GCP), Direktur Eksekutif Madanai Berkelanjutan, Nadia Hadad menyebut di tahun 2023 ini Indonesia menduduki sepuluh besar penyumbang emisi terbesar di seluruh dunia.<\/p>\n<p>Jumlah karbon yang dihasilkan Indonesia meningkat sebesar 18,3% dari tahun 2022.<\/p>\n<p>Menurut Nadia, angka ini merupakan peningkatan paling banyak dibandingkan negara-negara lainnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; 7cloud.asia &#8211; Program Assistant Hutan dan Iklim Yayasan MADANI Berkelanjutan,&nbsp;Salma Zakiyah mengritisi rencana pemerintah untuk membangun hutan tanaman energi untuk memenuhi target co-firing biomassa. Menurut Salma, pembangunan hutan tanaman energi untuk memenuhi target co-firing biomassa ini akan berpotensi menimbulkan deforestasi baru. Teknologi co-firing biomassa memanfaatkan biomassa sebagai substitusi parsial batubara untuk dibakar di boiler [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":20097,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[5182,95],"class_list":["post-20096","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-co-firing-biomassa","tag-hutan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20096","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20096"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20096\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20097"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20096"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20096"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20096"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}