{"id":20130,"date":"2026-07-30T02:23:06","date_gmt":"2026-07-30T02:23:06","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20130"},"modified":"2026-07-30T02:23:06","modified_gmt":"2026-07-30T02:23:06","slug":"indonesia-masuk-10-besar-sumber-emisi-karbon-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20130","title":{"rendered":"Indonesia Masuk 10 Besar Sumber Emisi Karbon Dunia"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Laporan terbaru dari tim ilmuwan Global Carbon Project menunjukan bahwa Indonesia jadi salah satu negara sepuluh besar penghasil karbon di seluruh dunia.<\/p>\n<p>Emisi karbon yang dihasilkan Indonesia meningkat sebesar 18.3% pada tahun 2022, dan ini merupakan peningkatan paling banyak dibandingkan negara-negara lainnya.<\/p>\n<p>Kenaikan emisi karbon Indonesia antara lain disumbang dari penggunaan energi fosil (khususnya batu bara), alih fungsi lahan, dan deforestasi Indonesia yang tinggi.<\/p>\n<p>Di sektor penggunaan lahan, Indonesia juga menempati posisi kedua sebagai negara penghasil emisi karbon terbesar di dunia.<\/p>\n<p>Selama 2013-2022, rata-rata emisi karbon dari penggunaan lahan Indonesia mencapai 930 juta ton, menyumbang 19.9% dari total emisi alih fungsi lahan dunia.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243349316\/indonesia-terus-mengupayakan-kehutanan-untuk-menutup-emisi-sektor-energi\">Baca: Sektor kehutanan didorong untuk imbangi emisi sektor energi<\/a><\/p>\n<p>Bersama dengan Brasil dan Republik Demokratik Kongo, Indonesia menyumbang 55% dari total emisi karbon dari sektor lahan dunia.<\/p>\n<p>Adapun, puncak emisi karbon di Indonesia pada tahun 1997 terjadi akibat kebakaran gambut di Indonesia.<\/p>\n<p>Jika dipaparkan secera mendetil, bagian dari emisi global CO2 dari bahan bakar fosil pada tahun 2023 adalah batu bara (41%), minyak (32%), gas (21%), semen (4%), pencahayaan kilang dan lainnya (2%, tidak ditampilkan).<\/p>\n<p>Temuan ini disampaikan pada Laporan Global Carbon Budget, yang disusun oleh lebih dari 120 ilmuwan internasional dan telah ditinjau oleh rekan sejawat (peer-reviewed).<\/p>\n<p>Para ilmuwan menyatakan bahwa tindakan global untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil tidak berjalan dengan cepat dan cukup untuk mencegah perubahan iklim yang berbahaya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243341316\/menilik-upaya-penanganan-perubahan-iklim-indonesia-di-era-sby\">Baca: Menilik aksi iklim yang dilakukan Indonesia di masa SBY<\/a><\/p>\n<p>Juru kampanye hutan Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik mengatakan, tanpa upaya serius mengurangi emisi, besar kemungkinan bahwa kenaikan suhu 1,5&ordm;C di atas pra-industrialisasi akan ditembus dalam jangka waktu tujuh tahun.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Artinya ini beberapa tahun lebih cepat dari proyeksi Laporan IPCC.<\/p>\n<p>&ldquo;Posisi Indonesia sebagai salah satu sumber emisi karbon terbesar sedunia merupakan peringatan bahwa Indonesia perlu mengambil andil dalam mengurangi jumlah emisi karbon yang dikeluarkan khususnya dari sektor energi dan lahan,&#8221; ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Selasa (5\/12\/2023).&nbsp;<\/p>\n<p>Iqbal menambahkan, sebagai salah salah satu negara yang paling rentan akan perubahan iklim, penting bagi Indonesia untuk berupaya mengurangi emisi karbon.<\/p>\n<p>Langkah ini sekaligus menekan laju perubahan iklim serta mencegah dampak terburuknya demi kelangsungan hidup generasi selanjutnya.<\/p>\n<p>Sementara Direktur Eksekutif Madani Berkelanjutan, Nadia Hadad melaporkan Laporan Global Carbon Budget memperlihatkan bahwa adanya kontradiksi antara data pemerintah dan ilmuwan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243341308\/aksi-iklim-di-era-pemerintahan-joko-widodo\">Baca: Aksi iklim di era Presiden Jokowi<\/a><\/p>\n<p>&#8220;Oleh karena itu, perlu ada transparansi data pemerintah yang disandingkan dengan dara dari berbagian kajian global dan data yang dimiliki masyarakat sipil,&rdquo; ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, deforestasi masih terjadi mungkin juga karena Enhanced NDC masih memberikan &ldquo;kuota&rdquo; deforestasi sebesar 300 ribu ha per tahun hingga 2030.<\/p>\n<p>Dari 128,7 ribu hektar deforestasi hutan alam yang terjadi pada 2020-2021, 62%-nya terjadi di wilayah izin dan konsesi. Penegakan hukum harus lebih tegas supaya angka deforestasi bisa lebih ditekan.<\/p>\n<p>Selanjutnya, Indonesia harus memperkuat komitmennya dalam menghentikan dan mengembalikan (halting and reversing) laju kehilangan hutan Indonesia.<\/p>\n<p>Ini sesuai yang telah dijanjikan Indonesia pada Glasgow&rsquo;s Leaders Declaration on Forest and land Use&rdquo;.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/241807353\/lewat-komitmen-glasgow-100-kepala-negara-sepakat-hentikan-deforestasi-pada-2030\">Baca: Komitmen Glasgow, cara dunia hentikan deforestasi&nbsp;<\/a><\/p>\n<p>Juru kampanye energi Trend Asia, Novita Indri mengatakan, ketidakmampuan Indonesia mengurangi ketergantungannya pada batubara menjadi penyebab utama emisi karbon kita 10 besar di dunia.<\/p>\n<p>&#8220;Pada 2023 kita memecah rekor ketika awal Desember produksi batubara telah mencapai 703,14 juta ton, melampaui target 694,5 juta ton,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Angka ini belum menimbang co-firing biomassa kayu, yang berdasarkan data Trend Asia dapat memperburuk 155,9 juta ton emisi dari deforestasi 240.622 hektare hutan alam.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Menurutnya, 43,59% angka emisi Indonesia berasal dari hutan dan lahan, yang menandakan buruknya perlindungan hutan.<\/p>\n<p>&#8220;Akibatnya, dampak perubahan iklim yang dialami Indonesia akan semakin parah. Padahal Indonesia sangat rentan terhadap perubahan iklim, yang akan memperparah bencana hidrometeorologi yang saat ini saja sudah mendera kita,&rdquo; pungkasnya.&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Laporan terbaru dari tim ilmuwan Global Carbon Project menunjukan bahwa Indonesia jadi salah satu negara sepuluh besar penghasil karbon di seluruh dunia. Emisi karbon yang dihasilkan Indonesia meningkat sebesar 18.3% pada tahun 2022, dan ini merupakan peningkatan paling banyak dibandingkan negara-negara lainnya. Kenaikan emisi karbon Indonesia antara lain disumbang dari penggunaan energi fosil [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":20131,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[335,404],"class_list":["post-20130","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-emisi-karbon","tag-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20130","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20130"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20130\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20131"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20130"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20130"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20130"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}