{"id":20141,"date":"2026-07-30T02:23:13","date_gmt":"2026-07-30T02:23:13","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20141"},"modified":"2026-07-30T02:23:13","modified_gmt":"2026-07-30T02:23:13","slug":"konflik-gajah-liar-versus-manusia-di-bener-meriah-aceh-karena-habitat-rusak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20141","title":{"rendered":"Konflik Gajah Liar Versus Manusia di Bener Meriah Aceh, Karena Habitat Rusak?"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>Foto: Konfrontasi<\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211; Tim Pengamanan Flora Fauna (TPFF) bersama masyarakat menggiring 25 ekor gajah liar yang masuk ke pemukiman penduduk di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, untuk kembali ke habitatnya.<\/p>\n<p>Hal itu dilakukan karena kawanan gajah liar tersebut merusak pemukiman dan lumbung masyarakat, sehingga warga kesulitan secara ekonomi dan hidup dalam ketakutan.<\/p>\n<p>Dilansir Antaranews.com, gajah-gajah liar itu digiring ke wilayah kawasan lindung hutan Genengan, karena di situ koridor gajah.<\/p>\n<p>&#8216;Koridor gajah ini membentang dari Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireuen, dan Pidie Jaya,&#8221; kata Koordinator Tim Pengamanan Flora Fauna Karang Ampar-Bergang Aceh Tengah, Muslim, di Aceh Tengah, Senin (4\/12\/2023).<\/p>\n<p>Sebelum penggiringan pihaknya berkonflik telah meminta bantuan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh untuk membantu membawa keluar gajah dari pemukiman pada 29 November 2023.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/daerah\/243306883\/tak-usah-kaget-ketika-gajah-sumatera-melintasi-tol-pekanbaru-dumai\">Baca: Melihat gajah liar di tol, hanya ada di Sumatera<\/a><\/p>\n<p>BKSDA berjanji akan turun bersama tim resort Aceh Tengah untuk menggiring gajah-gajah liar ini setelah dua hari audiensi.<\/p>\n<p>&#8216;Namun sampai kami kembali ke kampung, ternyata tim BKSDA masih belum turun ke desa,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut Muslim menyatakan gajah liar sudah sering masuk ke pemukiman penduduk, merusak rumah dan ladang masyarakat yang tinggal di Bener Meriah dan Aceh Tengah atau di aliran DAS Peusangan.<\/p>\n<p>Pihaknya bersama warga hampir setiap tahun melakukan penghalauan, namun kurang berhasil.<\/p>\n<p>Menurutnya, peristiwa masuknya gajah ke pemukiman masyarakat sudah terjadi sejak tahun 2002 dan makin masif dalam 10 tahun terakhir.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24688306\/pro-kontra-konservasi-ex-situ-dalam-pelestarian-satwa\">Baca: Pro kontra pelestarian satwa liar dengan pola ex situ<\/a><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Hal itu terjadi, kata dia, karena perizinan lahan Hak Guna Usaha (HGU) di Bireuen yang merusak habitat gajah, sehingga gajah mencari jalan lain sebagai tempat hidup dan mencari makan.<\/p>\n<p>Warga yang bekerja sebagai petani dari hasil hutan bukan kayu, sehingga sudah tahu di mana ada wilayah koridor gajah.<\/p>\n<p>&#8216;Jadi, ini karena izin besar-besaran HGU di Bireuen yang mengakibatkan lahan gajah tidak ada lagi di tempat itu dan akhirnya masuk ke Aceh Tengah dan Bener Meriah,&#8221; kata Muslim.<\/p>\n<p>Konflik gajah versus manusia di dataran tinggi Gayo (Bener Meriah dan Aceh Tengah) sudah berlarut-larut.<\/p>\n<p>Interaksi negatif antara gajah dengan manusia di sana telah berlangsung&nbsp; belasan tahun lamanya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24688261\/bunga-raflesia-arnoldi-mekar-di-bengkulu\">Baca: Menyaksikanmekarnya bunga raflesia arnoldii<\/a><\/p>\n<p>Beberapa kepala desa mengungkap sejumlah masalah yang terjadi akibat konflik gajah versus manusia dalam konferensi yang berlangsung di Walhi Aceh, Kamis (30\/11\/2023).<\/p>\n<p>Kepala Desa Musara 58, Farid Wazdi, mengeklaim bahwa konflik gajah versus manusia berdampak pada 15 desa di Kecamatan Pinto Rime Gayo dan 20 lagi desa di Aceh Tengah.<\/p>\n<p>Kondisi ini ikut menganggu keberlangsungan pendidikan anak-anak desa setempat.<\/p>\n<p>Banyak anak-anak yang enggan pergi ke sekolah karena riskan, sebab gajah kerap melintas di jalur yang mereka lewati.<\/p>\n<p>&#8220;Karena jarak rumah ke sekolah itu ada yang dua kilometer berjalan kaki. Kalaupun diantar sama orang tuanya, orang tuanya juga takut kalau kita naik motor, gajah menyeberang,&#8221; kata Farid Wazdi seperti dikutip Liputan6.co<a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243353952\/jokowi-minta-dana-untuk-food-estate-di-cop-28-uni-emirat-arab-greenpeace-jangan-tutup-mata-atas-kegagalan-food-estate\">m<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243353952\/jokowi-minta-dana-untuk-food-estate-di-cop-28-uni-emirat-arab-greenpeace-jangan-tutup-mata-atas-kegagalan-food-estate\">Baca: Greenpeace minta Jokowi tak tutup mata atas kerusakan lingkungan akibat food estate<\/a><\/p>\n<p>Menurut Kepala Desa Negeri Antara, Riskanadi, pernah suatu hari anak-anak batal masuk sekolah karena pekarangan rumah sekolah tiba-tiba dimasuki oleh gajah liar.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Riskanadi, mengatakan bahwa sebagian besar warga di desa berhenti berkebun dan memilih bekerja sebagai buruh di perusahaan karena .<\/p>\n<p>Namun, pekerjaan sebagai buruh harian lepas di perusahaan dengan upah rendah juga berdampak pada ketaksanggupan para orang tua untuk membiayai anak-anak mereka sekolah<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Riskanadi mengatakan bahwa desanya bukan merupakan lintasan gajah liar sehingga tidak mungkin mereka terlibat konflik dengan gajah karena alasan koridor satwa lindung itu terganggu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Untuk mengakhiri konflik manusia dan gajah yang berlarut-larut, Tim Pengamanan Flora Fauna mengusulkan adanya Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) atau Taman Hutan Raya (Tahura) seluas 10.000 hektare yang meliputi bentang alam antara Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Bireuen.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Foto: Konfrontasi 7cloud.asia &#8211; Tim Pengamanan Flora Fauna (TPFF) bersama masyarakat menggiring 25 ekor gajah liar yang masuk ke pemukiman penduduk di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, untuk kembali ke habitatnya. Hal itu dilakukan karena kawanan gajah liar tersebut merusak pemukiman dan lumbung masyarakat, sehingga warga kesulitan secara ekonomi dan hidup dalam ketakutan. Dilansir Antaranews.com, gajah-gajah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":20142,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[4246,17],"class_list":["post-20141","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-gajah","tag-lingkungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20141","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20141"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20141\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20142"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20141"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20141"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20141"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}