{"id":20157,"date":"2026-07-30T02:23:17","date_gmt":"2026-07-30T02:23:17","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20157"},"modified":"2026-07-30T02:23:17","modified_gmt":"2026-07-30T02:23:17","slug":"bappenas-minta-penyebaran-nyamuk-dengan-bakteri-wolbachia-dihentikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20157","title":{"rendered":"Bappenas Minta Penyebaran Nyamuk dengan Bakteri Wolbachia Dihentikan"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia<\/strong> &#8211;&nbsp;Pro kontra mengenai program penyebaran nyamuk dengan bakteri wolbachia untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue berlanjut.<\/p>\n<p>Pada Kamis (30\/11\/2023) lalu, Staf Khusus Kementerian PPN\/Bappenas (Badan <br \/>Perencanaan Pembangunan Nasional) Kemal Taruc, meminta program penyebaran<br \/>(pelepasan) nyamuk dengan bakteri wolbachia itu dihentikan.<\/p>\n<p>Penghentian&nbsp;penyebaran&nbsp;(pelepasan) nyamuk dengan bakteri wolbachia dilakukan sampai ada penjelasan dari pihak kementerian&nbsp;kesehatan.<\/p>\n<p>&ldquo;Saya minta Kemenkes (kementerian kesehatan) yang harus hentikan. Mudah-mudahan Bappenas bisa mempengaruhi dan membujuk, terserah, stop dululah! ujarnya sebagaimana dikutip Antaranews.com.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, agar Ssemua langkah dipakai. Jadi logika saya kalau nggak ada apa-apa lepas, tapi kalau ada apa-apa kan, nggak&nbsp;bisa ditarik lagi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243352346\/guru-besar-ui-bakteri-wolbachia-tidak-menginfeksi-manusia\">Baca: Guru besar UI sebut bakteri wolbachia tidak menginfeksi manusia<\/a><\/p>\n<p>&rdquo;Saya juga nggak ngerti nyamuk ini bener begitu apa tidak, telurnya banyak.&nbsp;Saya tunggu jelasnya seperti apa,&rdquo; tegas Kemal ketika menerima aspirasi dari beberapa&nbsp;pegiat kesehatan yang berdemo di depan gedung Bappenas.<\/p>\n<p>Selain itu, menurutnya, belum ada kajian yang jelas terhadap dampak lingkungan dan kesehatan mengenai penyebabaran nyamuk dengan bakteri wolbachia juga menjadi faktor harus&nbsp;dihentikannya penyebaran nyamuk tersebut.<\/p>\n<p>&ldquo;Bappenas harus cari tahu. Kenapa begini, saya dengar penjelasannya apa. Tentu mereka punya alasan ya. Jadi saya nggak mau bilang salah, hingga semua bisa tenang dan terbuka,&rdquo; imbuh Kemal.<\/p>\n<p>Kendati begitu, diungkapkannya, Bappenas tidak berada pada posisi menolak program ini.<\/p>\n<p>Namun, dia menegaskan harus&nbsp;ada kajian dan sosialisasi yang jelas untuk menyebarkan nyamuk dengan bakteri wolbachia yang didatangkan dari luar itu.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/kesehatan\/243334650\/teknologi-baru-nyamuk-aedes-aegyptimengandung-bakteriwolbachia-kendalikan-kasus-demam-berdarah\">Baca: Seperti ini penggunaan nyamuk dengan bakteri wolbachia<\/a><\/p>\n<p>Nantinya, Bappenas siap menjadi media untuk membuat diskusi dengan semua pihak terkait, agar rekomendasi bisa langsung disampaikan ke Presiden.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Sebelumnya mantan Menteri Kesehatan periofe 2004-2009 Siti Fadilah Supari menilai, penyebaran nyamuk dengan bakteri wolbachia belum tentu aman.&nbsp;<\/p>\n<p>Hal ini karena dampak penyebaran&nbsp;nyamuk&nbsp;dengan bakteri wolbachia ini&nbsp;belum diketahui.<\/p>\n<p>Menurut Siti, ini adalah progam World Mosquito, bukan program Indonesia.<\/p>\n<p>&#8220;ini program filantropi dari luar negeri. Mereka peneliti, tapi yang diteliti adalah kita sendiri. Ini yang membuat&nbsp;ketidanyamanan menurut saya sebagai bangsa yang berdaulat.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24568274\/polusi-dan-suhu-tinggi-picu-perkembangan-nyamuk-malaria\">Baca: Kenaikan suhu dan polusi percepat pertumbuhan populasi nyamuk<\/a><\/p>\n<p>Karena dari segi kesehatan, menurut Siti, Kemenkes cukup berhasil dalam pengendalian DBD di Indonesia.<\/p>\n<p>Mantan Menkes ini lebih lanjut mengatakan, untuk penelitian penanganan DBD tak masalah&nbsp;dilakukan oleh siapa pun. Namun ia menekankan, hal itu harus menggunakan cara yang transparan.<\/p>\n<p>&rdquo;Kita tidak menentang penelitian DBD diluar oleh siapa pun, baik oleh World <br \/>Msquito Program (WMP). Tapi kalau mereka menggunakan masyarakat kita, seharusnya&nbsp;mereka menggunakan cara yang lebih transparan,&rdquo; tandasnya.<\/p>\n<p>Kementerian kesehatan sebelumnya juga telah menetapkan lima wilayah yang akan disebarkan nyamuk wolbachia untuk memberantas nyamuk demam berdarah.<\/p>\n<p>Lima wilayah itu yaitu Semarang, Bandung Jakarta Barat, Kupang dan Bontang.<br \/>Program pelepasan nyamuk ini juga telah dilakukan di Yogyakarta, tepatnya di daerah Sleman dan Bantul tahun 2022 lalu.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/kesehatan\/243334650\/teknologi-baru-nyamuk-aedes-aegyptimengandung-bakteriwolbachia-kendalikan-kasus-demam-berdarah\">Baca: Penggunaan bakteri wolbachia efektif turunkan kasus DBD di Yogyakarta<\/a><\/p>\n<p>Hasilnya, program itu diklaim dapat menekan kasus demam berdarah hingga 77 persen.<\/p>\n<p>Sementara di Bali, tepatnya di Buleleng dan Denpasar,&nbsp;menolak disebarkan nyamuk dengan bakteri wolbachia lantaran dinilai mengganggu kegiatan pariwisata di sana.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Pro kontra mengenai program penyebaran nyamuk dengan bakteri wolbachia untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue berlanjut. Pada Kamis (30\/11\/2023) lalu, Staf Khusus Kementerian PPN\/Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) Kemal Taruc, meminta program penyebaran(pelepasan) nyamuk dengan bakteri wolbachia itu dihentikan. Penghentian&nbsp;penyebaran&nbsp;(pelepasan) nyamuk dengan bakteri wolbachia dilakukan sampai ada penjelasan dari pihak kementerian&nbsp;kesehatan. &ldquo;Saya minta [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":20158,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[5196,82,1126],"class_list":["post-20157","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-bakteri-wolbachia","tag-kesehatan","tag-nyamuk"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20157","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20157"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20157\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20158"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20157"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20157"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20157"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}