{"id":20179,"date":"2026-07-30T02:23:25","date_gmt":"2026-07-30T02:23:25","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20179"},"modified":"2026-07-30T02:23:25","modified_gmt":"2026-07-30T02:23:25","slug":"bak-kota-mati-begini-kondisi-mal-blok-m-sekarang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20179","title":{"rendered":"Bak Kota Mati, Begini Kondisi Mal Blok M Sekarang"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia &#8211;&nbsp;<\/strong>Siapa yang tak mengenal Mal Blok M? Pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan ini dahulu sempat berjaya dan selalu dipadati pengunjung.<\/p>\n<p>Kini Mal Blok M yang merupakan salah satu mal terbesar di Jakarta Selatan itu bak kota mati.<\/p>\n<p>Tak ada lagi pedagang yang menawarkan dagangannya kepada pengunjung dengan pengeras suara. Tak ada lagi dentuman musik keras untuk menghibur para pengunjung&nbsp;Mal Blok Mal.<\/p>\n<p>Tak ada pula sales yang membagikan lembaran kertas promosi kepada para pengunjung yang berlalu lalang. Tak ada pula gemerlap lampu warna warni yang menghiasi Mal Blok M.<\/p>\n<p>Yang ada kini hanya beberapa orang saja berjalan dalam lorong sepi mal tersebut. Jumlahnya pun tak seberapa, dapat dihitung dengan jari.<\/p>\n<p>Baca:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/243308265\/membangun-jakarta-menjadi-kota-yang-lebih-layak-huni\">Membangun Jakarta menjadi kota yang lebih layak huni<\/a><\/p>\n<p>Sementara sebagian besar kios tampak tertutup rapat. Beberapa diantaranya ditempel selembar kertas yang tertulis: &ldquo;Disewakan&rdquo; atau &ldquo;Dijual&rdquo;.<\/p>\n<p>Kondisi ini tentu saja sangat kontras jika dibandingkan dengan 10 atau 8 tahun yang lalu. Di mana saat itu Mal Blok M bagaikan magnet bagi warga ibukota untuk berbelanja atau sekadar jalan-jalan.<\/p>\n<p>Apalagi saat tahun baru, liburan sekolah atau jelang lebaran. Situasi mal sangat padat dan rawan aksi pencopetan serta anak hilang.<\/p>\n<p>Para pembeli tampak sibuk memilih pakaian, sepatu yang saat itu sedang menjadi tren. Hampir semua kios menawarkan diskon untuk menarik minat pembeli.<\/p>\n<p>Jika pengunjung lelah, berbagai jenis makanan dan minuman tersedia dengan harga yang terjangkau.<\/p>\n<p>Baca:<a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/243207356\/hari-kota-sedunia-mencari-cara-membangun-kota-yang-berkelanjutan\">Hari kota sedunia, mencari cara membangun kota yang berkelanjutan<\/a><\/p>\n<p>Belum lagi arena bermain anak yang menawarkan berbagai jenis permainan. Seperti perosotan, mandi bola, skuter, permainan adu ketangkasan dan lain-lain.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Kini situasi tersebut tinggallah kenangan yang entah dapat terulang kembali atau tidak, tergantung kepada kebijakan pemerintah, pengelola dan pedagang.<\/p>\n<p>Harapan untuk kembali seperti dulu memang tak mudah.Terlebih dengan maraknya toko online yang menjamur saat ini dengan menawarkan harga murah.<\/p>\n<p>Seperti yang diakui oleh Sandi, pedagang aksesoris ponsel yang masih bertahan. Selama hampir 20 tahun berdagang di Blok M baru beberapa tahun terakhir ini ia merasakan sepi pembeli.<\/p>\n<p>Omset yang ia peroleh maksimal hanya Rp 500 ribu sehari. &ldquo;Nggak tentu sih mbak. Beberapa kali malah hanya dapat 100 ribu,&rdquo; kata Sandi saat ditemui 7cloud.asia beberapa waktu lalu.<\/p>\n<p>Baca:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/243087278\/inilah-5-kota-nyaman-dikunjungi-dan-ditinggali-di-indonesia\">Inilah 5 kota nyaman dikunjungi dan ditinggali di indonesia<\/a><\/p>\n<p>Kondisi ini ia rasakan sejak pandemi Covid19 melanda Indonesia tahun 2019. Padahal dahulu, sebelum pandemi Covid19, Sandi bisa memperoleh omset hingga Rp 2 juta per hari.<\/p>\n<p>&ldquo;Kalau rata-rata selalu diatas Rp 1 juta, mbak. Dapat Rp 2 juta itu biasanya pas mau lebaran atau natal tuh,&rdquo; jelasnya.<\/p>\n<p>Selanjutnya Sandi menjelaskan kondisi Mal Blok M sebenarnya sudah mulai sepi sebelum pandemi Covid19 melanda Indonesia, sekitar tahun 2017.<\/p>\n<p>Kemudian pandemi Covid19 yang membatasi orang untuk keluar rumah, membuat para pedagang yang terpaksa gulung tikar serta menutup kios mereka.<\/p>\n<p>Sulitnya kondisi ekonomi saat itu memaksa para pedagang untuk menyewakan bahkan menjual kiosnya.<\/p>\n<p>&ldquo;Benar-benar parahnya ya pas Covid19. Beberapa kali malah nggak ada yang beli,&rdquo; ungkap Sandi.<\/p>\n<p>Baca:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/cerita-kota\/243203892\/hari-kota-sedunia-memotret-mimpi-warga-marginal-kota\">Hari kota sedunia, memotret mimpi warga marginal kota<\/a><\/p>\n<p>Pasca pandemi Covid19, kondisi tak kunjung membaik. Menjamurnya toko online serta kebiasaan baru pembeli untuk belanja segala kebutuhan secara online membuat para pedagang Mal Blok M sulit bangkit.<\/p>\n<p>&ldquo;Kan pandemi nggak bisa kemana-mana tuh. Jadi banyak (orang) yang belanja online. Sampe sekarang juga masih belanja online. Ya kami tentu saja sulit bersaing,&rdquo; keluhnya<\/p>\n<p>Kondisi ini diperparah dengan adanya penataan transportasi yang menghilangkan bis metromini dan kopaja.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Sebagai mal yang letaknya di bawah terminal Blok M ini, kerap menjadi tempat tongkrongan para calon penumpang.<\/p>\n<p>&ldquo;Dulu (sebelum ditata) calon penumpang transitnya disini, ngumpulnya disini. Meski banyak yang lihat-lihat aja tapi ada juga yang beli. Kalau sekarang boro-boro mau beli. Yang lihat pun juga jarang,&rdquo; jelas Sandi sambil tersenyum getir.<\/p>\n<p>Baca:&nbsp;<\/p>\n<p>Namun, laki-laki berusia 46 tahun ini masih merasa beruntung karena bisa bertahan hingga kini.<\/p>\n<p>Kios sederhana yang ia miliki dan ia jaga sendiri itu menjadi saksi bisu masa jaya-nya Mal Blok M. &nbsp;<\/p>\n<p>Reporter: Nurakhmayani<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Siapa yang tak mengenal Mal Blok M? Pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan ini dahulu sempat berjaya dan selalu dipadati pengunjung. Kini Mal Blok M yang merupakan salah satu mal terbesar di Jakarta Selatan itu bak kota mati. Tak ada lagi pedagang yang menawarkan dagangannya kepada pengunjung dengan pengeras suara. Tak ada lagi dentuman musik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":20180,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2143,10],"class_list":["post-20179","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-blok-m","tag-kota"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20179","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20179"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20179\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20180"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20179"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20179"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20179"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}