{"id":20225,"date":"2026-07-30T02:23:49","date_gmt":"2026-07-30T02:23:49","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20225"},"modified":"2026-07-30T02:23:49","modified_gmt":"2026-07-30T02:23:49","slug":"kasus-dengue-di-yogyakarta-turun-setelah-menerapkan-teknologi-bakteri-wolbachia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20225","title":{"rendered":"Kasus Dengue di Yogyakarta Turun Setelah Menerapkan Teknologi Bakteri Wolbachia"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia &#8211;&nbsp;<\/strong>Kasus dengue di Yogyakarta turun di bawah incindent rate global 10 per 100.000 populasi. Penurunan ini karena adanya implementasi program penelitian bakteri Wolbachia dari Universitas Gadjah Mada (UGM).<\/p>\n<p>&#8220;Anomali yang terjadi di Yogyakarta, yang berhasil menurunkan incident rate di bawah standar dunia secara konsisten, ini ternyata disebabkan oleh implementasi program penelitian Wolbachia dari teman-teman kita di UGM,&#8221; jelas Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin pada postingan Instagram-nya.<\/p>\n<p>Budi menjelaskan, sejak tahun 1968, insiden rate dengue di Indonesia terus menjauh dari standar dunia.<\/p>\n<p>Padahal berbagai upaya telah dilakukan pemerintah fogging atau pengasapan, larvasida\/abate, hingga 3M Plus. Tetapi insiden rate dengue tetap saja jauh dari standar dunia.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/kesehatan\/243334650\/teknologi-baru-nyamuk-aedes-aegyptimengandung-bakteriwolbachia-kendalikan-kasus-demam-berdarah\">Baca: Teknologi baru nyamuk Aedes Aegypti mengandung bakteri Wolbachia kendalikan kasus demam berdarah<\/a><\/p>\n<p>Saat ini insiden rate dengue di Indonesia berada pada angka 28,5 per 100.000 populasi.<\/p>\n<p>&ldquo;Bahkan, angka tersebut di Yogyakarta pernah menyentuh 300 sampai 400 per 100.000 populasi,&rdquo; ungkapnya.<\/p>\n<p>Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Kemenkes RI, laju kasus dengue di Indonesia rata-rata mencapai 74.000 hingga 140.000 per tahun.<\/p>\n<p> Sejak bulan Januari hingga November 2023 kasus dengue mencapai 76.449 pasien dan 571 diantaranya berujung pada kematian.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/senggang\/24870441\/aksi-gerebek-jumantik-langkah-sederhana-berdampak-besar-untuk-lingkungan\">Baca: Aksi gerebek jumantik langkah sederhana berdampak besar untuk lingkungan<\/a><\/p>\n<p>Sebenarnya angka ini sudah menurun jika dibandingkan dengan tahun &nbsp;2022 yang mencapai 143.300 pasien dan 1.236 diantaranya meninggal.<\/p>\n<p>Penurunan ini berkat adanya upaya menekan kasus dengue berupa pengasapan, larvasida, pemakaian kelambu, 3M plus, hingga Gerakan Satu Rumah Satu Jumatik.<\/p>\n<p>Bila kita ingat kematian anak di gagal ginjal akut berjumlah 200an orang, sedih rasanya melihat ribuan kematian anak-anak karena dengue.<\/p>\n<p>&#8220;Maka kita tiru suksesnya Yogyakarta menyelamatkan nyawa anak-anak mereka,&#8221; jelasnya. <\/p>\n<p> <a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24568274\/polusi-dan-suhu-tinggi-picu-perkembangan-nyamuk-malaria\">Baca: Suhu tinggi dan polusi picu pertumbuhan nyamuk malaria<\/a><\/p>\n<p class=\"class-paragraph\">Karena itu, lanjut Budi, pemerintah memutuskan untuk menerapkan program wolbachia. Yaitu dengan memasukkan bakteri wolbachia ke tubuh nyamuk aedes aegypti.<\/p>\n<p>Nantinya bakteri ini akan&nbsp; membuat nyamuk aedes aegypti tersebut tidak mampu lagi membawa virus dengue yang menimbulkan penyakit DBD.<\/p>\n<p>&#8220;Kebanyakan anak-anak yang wafat setiap tahun karena dengue. Kami menerapkan program wolbachia yang sukses di Yogyakarta,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Reporter: Nurakhmayani<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Kasus dengue di Yogyakarta turun di bawah incindent rate global 10 per 100.000 populasi. Penurunan ini karena adanya implementasi program penelitian bakteri Wolbachia dari Universitas Gadjah Mada (UGM). &#8220;Anomali yang terjadi di Yogyakarta, yang berhasil menurunkan incident rate di bawah standar dunia secara konsisten, ini ternyata disebabkan oleh implementasi program penelitian Wolbachia dari teman-teman [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":20226,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[555,176,10,17,3394],"class_list":["post-20225","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-bakteri","tag-dengue","tag-kota","tag-lingkungan","tag-wolbachia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20225","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20225"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20225\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20226"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20225"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20225"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20225"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}