{"id":20281,"date":"2026-07-30T02:24:11","date_gmt":"2026-07-30T02:24:11","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20281"},"modified":"2026-07-30T02:24:11","modified_gmt":"2026-07-30T02:24:11","slug":"sepanjang-senin-gunung-anak-krakatau-meletus-10-kali-masyarakat-diimbau-waspada","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20281","title":{"rendered":"Sepanjang Senin Gunung Anak Krakatau Meletus 10 Kali, Masyarakat Diimbau Waspada"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia &#8211;<\/strong> Sepanjang Senin (27\/11\/2023)&nbsp;Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat terjadi 10 kali letusan dari kawah Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan. Masyarakat diimbau waspada.<\/p>\n<p>Ketinggian kolom abu bervariasi mulai dari 200 hingga 2.000 meter, terhitung sejak pukul 08.17 hingga 20.38 WIB.<\/p>\n<p>Melansir Antaranews, Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Andi Suardi, &nbsp;menjelaskan erupsi terjadi dalam waktu yang berdekatan.<\/p>\n<p>Berdasarkan data PVMBG, erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi pada Senin, tanggal (27\/11\/2023) pukul 08.17 WIB dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 200 mm di atas puncak.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/243327755\/sehari-tiga-kali-erupsi-gunung-anak-krakatau-dalam-status-siaga\">baca: sehari tiga kali erupsi gunung anak krakatau dalam status siaga<\/a><\/p>\n<p>Dan dari permukaan laut kurang lebih 357 m kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut.<\/p>\n<p> Kemudian pada pukul 09.23 WIB, pukul 09.31 WIB, dan 09.32 WIB kembali terjadi erupsi. Ketinggian kolam abu bervariasi dari 200 meter 1.000, hingga 1.500 meter.<\/p>\n<p> Selanjutnya erupsi kembali pada pukul 11.43 WIB, dengan ketinggian abu vulkanik 2.000 meter dari atas puncak gunung anak Krakatau.<\/p>\n<p> Erupsi kembali pukul 14.46 WIB, ketinggian abu 300 meter, lalu 14.48 WIB, erupsi tinggi abu 500 meter, dan 14.53 WIB ketinggian lontaran abu 350 meter.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/daerah\/243047711\/gunung-ililewotolokmeletus\">baca: gunung ililewotolok meletus<\/a><br \/> Gunung Anak Krakatau pada pukul 15.25 WIB kembali mengalami erupsi, namun tinggi kolom abu tidak teramati, tinggi lebih kurang 800 m.<\/p>\n<p> Erupsi selanjutnya terjadi pukul 20.38 WIB dengan kolom abu teramati sekitar 300 meter di atas puncak atau sekitar 457 meter di atas permukaan laut.<\/p>\n<p>Erupsi itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 65 milimeter dan durasi lebih kurang 1 menit 20 detik.<\/p>\n<p> Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat laut.<\/p>\n<p> Pemukiman terdekat dari Gunung Anak Krakatau berada pada Pulau Sebesi yang berjarak 16,5 kilometer.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/daerah\/243057175\/gunung-merapi-kembali-muntahkan-lava-18-kali\">baca: gunung merapi kembali muntahkan lava 18 kali<\/a><\/p>\n<p> Dengan kondisi Gunung Anak Krakatau seperti ini, Andi mengimbau masyarakat dan nelayan waspada untuk tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau pada radius lima kilometer.<\/p>\n<p> &#8220;Saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada level III, siaga, dengan rekomendasi masyarakat, nelayan, pendaki gunung, tidak mendekati gunung dengan radius lima kilometer,&#8221; jelas Andi.<\/p>\n<p> Sebelumnya, erupsi Gunung Anak Krakatau tercatat sebanyak 14 kali terhitung sejak tanggal 26 pagi sampai dengan 27 November 2023 malam.<\/p>\n<p>Reporter: Nurakhmayani<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Sepanjang Senin (27\/11\/2023)&nbsp;Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat terjadi 10 kali letusan dari kawah Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan. Masyarakat diimbau waspada. Ketinggian kolom abu bervariasi mulai dari 200 hingga 2.000 meter, terhitung sejak pukul 08.17 hingga 20.38 WIB. Melansir Antaranews, Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":20282,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[4016,5197],"class_list":["post-20281","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-gunung","tag-gunung-anak-krakatau"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20281","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20281"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20281\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20282"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20281"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20281"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20281"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}