{"id":20285,"date":"2026-07-30T02:24:12","date_gmt":"2026-07-30T02:24:12","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20285"},"modified":"2026-07-30T02:24:12","modified_gmt":"2026-07-30T02:24:12","slug":"teknologi-baru-nyamuk-aedes-aegypti-mengandung-bakteri-wolbachia-kendalikan-kasus-demam-berdarah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20285","title":{"rendered":"Teknologi Baru: Nyamuk Aedes Aegypti\u00a0Mengandung Bakteri\u00a0Wolbachia \u00a0Kendalikan Kasus Demam Berdarah"},"content":{"rendered":"<p><strong> <!--img1--> <\/strong><\/p>\n<p><strong>7cloud.asia &#8211; <\/strong>Untuk menekan penularan demam berdarah, dikembangkan teknologi baru yakni nyamuk Aedes aegepty dengan kandungan bakteri wolbachia.&nbsp;<\/p>\n<p>Gigitan nyamuk aedes aegypti&nbsp;dengan kandungan bakteri&nbsp;wolbachia ini dipastikan tidak berbahaya &nbsp;bagi manusia dan ramah lingkungan.<\/p>\n<p>Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ngabila Salama menjelaskan penggunaan teknologi nyamuk ber-Wolbachia untuk pengendalian kasus demam berdarah dengue (DBD).<\/p>\n<p>&#8220;Tidak ada efek&nbsp; berbahaya bagi manusia. Nyamuk aedes aegypti&nbsp;dengan wolbachia ini&nbsp; aman untuk manusia&nbsp;dan ramah lingkungan,&#8221; ujar Ngabila seperti dikutip Antaranews pada Senin (27\/11\/2023).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/humaniora\/24568274\/polusi-dan-suhu-tinggi-picu-perkembangan-nyamuk-malaria\">Baca: Polusi dan suhu tinggi picu perkembangan nyamuk malaria<\/a><\/p>\n<p> Wolbachia juga tidak akan mengurangi populasi nyamuk dan tidak memakai teknologi rekayasa genetika.<\/p>\n<p>Sehingga tidak akan mengganggu ekosistem dan mikroorganisme lainnya.<\/p>\n<p>Bahkan, lanjut Ngabila, berdasarkan hasil penelitian bakteri wolbachia&nbsp;ini juga aman bagi serangga lainnnya.&nbsp;<\/p>\n<p>Lebih jauh dia menerangkan bagaimana cara kerja teknologi ini. Nyamuk aedes aegypti&nbsp;dimasukkan bakteri wolbachia.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/kesehatan\/241800342\/stres-dan-kondisi-cuaca-bisa-picu-penyakit-kulit-bernama-psoriasis\">Baca: Stres dan kondisi cuaca bisa picu penyakit kulit bernama psoriasis<\/a><\/p>\n<p>Nanti bakteri ini akan&nbsp; membuat nyamuk aedes aegypti tersebut tidak mampu lagi membawa virus dengue yang menimbulkan penyakit DBD.<\/p>\n<p>&#8220;Hanya bentol saja, kayak nyamuk kebon biasa. Tidak ada efek apa pun atau efek berbahaya dari manusia yang digigit nyamuk aedes aegypti&nbsp;dengan kandungan&nbsp;wolbachia,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Memang, populasi nyamuk tidak berkurang, tetap mereka saling kawin dan berkembang biak.<\/p>\n<p>Hasil perkembangbiakan mereka juga nyamuk aedes aegypti yang sudah mengandung wolbachia.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/kesehatan\/243311281\/ntt-darurat-rabies-11-orang-meninggal\">Baca: NTT darurat rabies, ribuan orang kena gigitan anjing rabies<\/a><\/p>\n<p> Dengan menggunakan teknologi seperti ini, diharapkan kasus demam berdarah bisa ditekan menjadi nol kematian dan nol kasus pada 2030.<\/p>\n<p>Ini sesuai target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dapat tercapai.<\/p>\n<p>Sementara itu, Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta,&nbsp;Jhonny Simanjuntak meminta Pemprov&nbsp; DKI meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat.<\/p>\n<p>Menurut dia hal ini perlu dilakukan agar masyarakat tidak takut dan mengetahui manfaatnya&nbsp;untuk menekan kasus demam berdarah dengue (DBD).<\/p>\n<p>&#8220;Selain fokus pada pembiakan nyamuk dengan&nbsp;wolbachia, sebaiknya juga meningkatkan sosialisasi manfaatnya. Bisa melibatkan petugas&nbsp;jumantik&nbsp; (juru pemantau jentik) untuk menjelaskan kepada masyarakat,&#8221; ujar&nbsp;Jhonny.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/kesehatan\/243262619\/kurang-dari-sebulan-cacar-monyet-di-indonesia-capai-38-kasus\">Baca: Kurang dari sebulan cacar monyet di Indonesia capai 38 kasus<\/a><\/p>\n<p>Seharusnya, lanjut Jhonny, masyarakat sudah harus betul-betul memiliki pengetahuan mengenai dampak positif maupun negatif untuk mencegah penyakit DBD.<\/p>\n<p>Dengan begitu, masyarakat bisa melaksanakan imbauan hidup bersih dan sehat didukung dengan adanya data penelitian sehingga bisa menambah pengetahuan.<\/p>\n<p>&#8220;Hal seperti pembiakan nyamuk dengan&nbsp;wolbachia ini kenapa bisa memunculkan pro kontra? Bisa saja masyarakat belum paham adanya isu tersebut kan?&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Seperti yang diketahui, kasus DBD terutama di Jakarta Barat selama Januari hingga Agustus 2023 mengalami fluktuasi, namun cenderung menurun.<\/p>\n<p>Pada Januari ada 132 kasus, Februari 94, Maret 105, April 125, Mei 95, Juni 80, Juli 66, dan Agustus 39 kasus.<\/p>\n<p>Reporter: Nurakhmayani<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211; Untuk menekan penularan demam berdarah, dikembangkan teknologi baru yakni nyamuk Aedes aegepty dengan kandungan bakteri wolbachia.&nbsp; Gigitan nyamuk aedes aegypti&nbsp;dengan kandungan bakteri&nbsp;wolbachia ini dipastikan tidak berbahaya &nbsp;bagi manusia dan ramah lingkungan. Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ngabila Salama menjelaskan penggunaan teknologi nyamuk ber-Wolbachia untuk pengendalian kasus demam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":20286,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[175,4731,3394],"class_list":["post-20285","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-demam-berdarah","tag-nyamuk-aedes-aegepty","tag-wolbachia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20285","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20285"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20285\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20286"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20285"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20285"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20285"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}