{"id":20302,"date":"2026-07-30T02:24:22","date_gmt":"2026-07-30T02:24:22","guid":{"rendered":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20302"},"modified":"2026-07-30T02:24:22","modified_gmt":"2026-07-30T02:24:22","slug":"sehari-tiga-kali-erupsi-gunung-anak-krakatau-dalam-status-siaga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/7cloud.asia\/?p=20302","title":{"rendered":"Sehari Tiga Kali Erupsi, Gunung Anak Krakatau dalam Status Siaga"},"content":{"rendered":"<p> <!--img1--> <\/p>\n<p><strong>7cloud.asia &#8211;&nbsp;<\/strong>Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan kembali erupsi pada Minggu (26\/11\/2023) sekitar pukul 21.08 WIB.<\/p>\n<p>Karen aerupsi ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menetapkan status Gunung Anak Krakatu berada pada level III atau siaga.<\/p>\n<p>PVMBG merekam aktivitas erupsi gunung Anak Krakatau berupa tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau sekitar 1.157 meter di atas permukaan laut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/242954984\/gunung-anak-krakatau-erupsi-abu-vulkanik-1000-meter\">Baca: Gunung Anak Krakatau erupsi abu vulkanik setinggi 1000 meter<\/a><\/p>\n<p>Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, &nbsp;Lampung Selatan, Andi Suardi mengatakan kolom abu teramati berwarna kelabu kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah barat laut.&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 78 mm dan durasi 45 detik,&#8221; jelasnya seperti dikutip dari Antaranews.<\/p>\n<p>Sebelumnya PVMBG merekam 2 kali aktivitas erupsi pada Gunung Anak Krakatau.<\/p>\n<p>Erupsi pertama berupa lontaran abu vulkanik setinggi lebih kurang 450 meter dari atas puncak Gunung Anak Krakatau pada Minggu siang sekitar pukul 12.28 WIB.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/peristiwa\/243303613\/gunung-dukono-meletus-warga-diminta-waspada\">Baca: Gunung Dukono meletus warga diminta waspada<\/a><\/p>\n<p>Saat itu, tinggi kolom letusan teramati kurang lebih 450 meter di atas puncak 607 meter di atas permukaan laut.<\/p>\n<p>Tinggi kolom letusan teramati sekitar 450 meter di atas puncak atau sekitar 607 meter di atas permukaan laut dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 32 detik.<\/p>\n<p>Sementara erupsi kedua tercatat terjadi pada pukul 19.48 WIB dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 400 meter di atas puncak.<\/p>\n<p>Dengan aktivitas tersebut, Andi mengimbau masyarakat dan nelayan untuk tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau pada radius lima kilometer.<\/p>\n<p class=\"class-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.7cloud.asia\/lingkungan\/243068538\/peneliti-jepang-temukan-mikroplastik-cemari-awan-di-gunung-fuji\">Baca: Peneliti Jepang temukan mikroplastik di awan puncak gunung Fuji<\/a><\/p>\n<p>&#8220;Saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada level III, siaga, dengan rekomendasi masyarakat, nelayan, pendaki gunung, tidak mendekati gunung dengan radius lima kilometer,&#8221; sambungnya.<\/p>\n<p>Sementara pemukiman terdekat dari Gunung Anak Krakatau&nbsp;berada pada Pulau Sebesi yang berjarak 16,5 kilometer.<\/p>\n<p> Reporter: Nurakhmayani<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7cloud.asia &#8211;&nbsp;Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan kembali erupsi pada Minggu (26\/11\/2023) sekitar pukul 21.08 WIB. Karen aerupsi ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menetapkan status Gunung Anak Krakatu berada pada level III atau siaga. PVMBG merekam aktivitas erupsi gunung Anak Krakatau berupa tinggi kolom letusan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":0,"featured_media":20303,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1614,5197,1626],"class_list":["post-20302","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-erupsi","tag-gunung-anak-krakatau","tag-pvmbg"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20302","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20302"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20302\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20303"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20302"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20302"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/7cloud.asia\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20302"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}